Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

Hujan

Hujanku, hujanmu, hujan kita bersama
Pertama kali mereguk hujan di Bulan September
Selamat datang, Hujan
Basahi kembali bumi dengan segala ketulusanmu
Basahi bumi hingga ke dalam rongga yang paling sulit kau jangkau
Biarkan para petani kembali tersenyum riang
Agar hasil panenan melimpah ruah bagi Ibu Pertiwi
Agar hewan-hewan pun bergembira dengan kesejukan yang kau bawa; meminum air-airmu
Segarkan tetumbuhan dan pepohonan yang lama kehilanganmu

Hujanku...
Pergilah ke sudut-sudut hati yang gersang
Tumbuhkan benih-benih cinta itu
Jangan biarkan ia kerontang tergerus kemarau garang

Hujanku...
Jangan khianati ketulusan embun pagi
Temani ia menggulirkan bening-beningnya
Agar berkatmu merata hingga ke pelosok tanah gersang

Ah, Hujan
Semakin aku menuliskanmu
Dirimu seakan mewakili kerinduanku padanya
Yang pernah bertahan hidup dengan makan hati pisang
Tawa lebarku... Ada untuknya saat ini!

Senin, 27 Februari 2012

Keindahan Menurutku di Suatu Masa

Suatu saat, entah berapa waktu yang lampau, aku mempunyai keinginan yang sangat sederhana dan bisa dikatakan amat sepele. Aku suka hujan. Aku mencintai iramanya yang mendayu dan merdu. Suara yang ditimbulkannya begitu mendamaikan hati. Entah itu di atas genting, di atas sungai, bahkan di atas dedaunan. Ah, suaranya syahdu dan bisa menghadirkan kerinduan akan sesuatu yang berada luar jangkauanku.

Hujan, yang acap membuatku ngelangut. Menggulirkan air mata hangat yang penuh keheningan. Hanya suara nyanyian hujan. Inilah keinginanku yang sudah sangat lalu, yang aku katakan entah berapa waktu yang lampau : Menikmati hujan di atas bis! Bis yang nyaman. Aku ingin melaju menerjang hujan deras di atas jalan raya yang penuh dengan air, dan nyanyian hujan. Dan, itu terkabulkan saat aku ditugaskan untuk mengikuti sebuah pelatihan di Ciloto, tahun 2010 silam.

Beberapa foto di bawah ini diambil pada 19 November 2010. Saat pulang dari pelatihan. Suasana hujan yang lumayan deras dan akhirnya menimbulkan banjir di jalanan yang menimbulkan kemacetan pula. Aku lupa, waktu itu aku lagi berada di atas jalan apa... :D
Tapi sepertinya di daerah setelah daerah pertanian di Cianjur. Dia di Cipanas. Kalo tidak salah. :P




 








Kamis, 13 Januari 2011

Gerimis Pagiku dan Fatamorgana yang Tak Bertepi

Pagi yang menyembul di antara gerimisnya
Membawa dingin dan fatamorgana di sebelah kanannya
Aku tercekat memandangnya
Terkesima melihat keindahanmu yang terekam di bulir-bulir air yang menyertaimu

Gerimis pagiku kali ini membawa fatamorgana dan kilat-kilatnya yang cantik
Penuh pesona dan unik...?
Benarkah kau hanya fatamorgana yang tak bertepi...?
Tidak...! Bukan...!
Kau bukan fatamorgana...!

Sesaat kau terdiam
Beku dengan jubah birumu
Bermahkotakan gerimis pagiku
Di antara pilar-pilarnya kau berlindung

Sejenak kuayun langkahku ke arahmu
Menembus jutaan pilar gerimis pagiku
Ingin kupeluk tubuhmu di sana
Di antara rinai-rinai gerimis pagiku yang menghujam tubuhku

Perih bagai jutaan duri yang melukaiku
Tubuhku berdarah...
Gerimis pagiku memerah
Mengalirkannya ke arahmu

Namun kau tetap tak bergeming
Dingin menambah sayatan di sekujur tubuhku
Entah mengapa aku tetap ingin berlindung di tegapnya dirimu
Berlindung di dadamu yang bidang dan teduh untuk sejenak menghindari terpaan dari hujaman gerimis pagiku

Tinggal satu langkah lagi saat aku hendak menggapaimu
Aku kembali tercekat
Tertegun mendapati kau tak ada di sana
Aku menangis sambil menengadahkan wajahku
Biar duri-duri itu menerpa wajahku
Biar wajahku berdarah pula dengan kepalanya

Luruh...
Adalah kata terindah yang paling indah
Letih tubuhku kan kusandarkan pada bumi dan air yang mengantarkan ribuan cc darahku
Dan tetap membiarkanku terbaring di sana
Dengan fatamorgana yang sepi dan akhirnya menghilang
Seiring berlalunya gerimis pagiku kali ini...

Senin, 13 Desember 2010

Senandung Rintik Air

Tahukah kau, hujan ini mempunyai irama yang cantik...?
Nada-nadanya indah, tak sumbang seperti pita-pita suaraku...
Ditemani warna warninya yang teduh mengetuk rinduku
Rindu pada hujan yang mengaliri sungai-sungai bening

Hujan...
Kumohon ajari aku senandungmu
Senandung tentang keindahanmu
Bahwa kau tak kan pernah berlalu begitu saja
Meninggalkanku dalam kefanaan...

Hujan...
Kumohon jatuhkanlah mahkotamu di atas kepalaku
Aku akan senantiasa menanti cantikmu
Karena aku tahu, kau tak kan penah menyakitiku...

Hujan...
Maukah kau menjadi hujanku...?
Maukah kau membasuh segala lukaku...?
Aku ingin menjadi rindumu selamanya...
Aku ingin menjadi cintamu selalu...



#30haripuisi - Day2 : Hujan