Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 06 Juni 2011

Terima Kasih

Terima kasih...
Dua kata sederhana
Namun memiliki esensi luar biasa
Dibaliknya terekam doa-doa yang tersamar

Sesungguhnya, saat kau dengar ucapan terima kasih dengan tulus
Saat itu pula kau menjadi berkat buatnya
Detik itu pula doa berbalut senyum menghembus perlahan menuju langit
Membukakan berjuta aura kebaikan indah turun ke atas kepalamu

Ketika berterima kasih, tuturkanlah dengan santun dan penuh senyum
Ketika menjadi penyebab orang lain berterima kasih, lakukanlah dengan rendah hati
Ah, aku ingin melakukan banyak hal yang membuat siapa pun mengucap terima kasih
Dalam ikatan alam semesta raya ini; melahirkan kedamaian, kelegaan yang membuat Tuhan tersenyum jua.......

Minggu, 05 Juni 2011

Pisau

Pisau itu tersamar di senyummu
Memikat siapa saja yang memandangmu
Jleb! Jleb! Jleb!
Begitu bunyi pisaumu di setiap jantung itu saat ia menikamkan pesona dirimu
Tuntas, lugas, lembut, sekaligus menyesakkan

Aku pun tak kuasa menghindarinya
Saat malam itu kau menyapaku
Dengan jutaan pisau dibalik tubuhmu
Siap menguliti hatiku

Ah, aku akhirnya roboh
Pisaumu terlampau tajam dan menyilaukan mata
Aku pingsan!
Aku berada di pelukan jutaan pisaumu kini

Aku bingung, linglung
Haruskah aku sedih, atau suka?
Aku ini sedang terluka atau penuh suka cita?
Jelas terasa, bahwa kau adalah candu!
Aku, inginkan kau tak menguliti hatiku
Namun mengiris tipis-tipis rindu ini, yang kian hari kian menyesakkanku!

Sabtu, 04 Juni 2011

Mukjizat Paling Sederhana

Aku ingin menjadi mukjizat paling sederhana bagimu

Ketika kau berucap, "Terima kasih sayang," sesaat setelah aku menemanimu ke dokter gigi.

Ketika kau berucap, "Terima kasih sayang," sesaat setelah aku sajikan teh hangat tanpa kau minta, dan saat itu kau memang menginginkan teh, bukan kopi.

Ketika kau berucap, "Sekarang, badanku terasa lebih baik," sesaat setelah aku usap punggungmu dengan minyak kayu putih.

Ketika kau berucap, "Sekarang, dadaku terasa lebih lapang," sesaat setelah aku mendengarkan segala keluh kesahmu tanpa menyela, dan kau bisa tertidur pulas malam itu.

Ketika kau berucap, "Masakanmu bercita rasa utuh. Rempah-rempahnya terasa kuat di lidah," sesaat setelah aku selesai menghidangkan masakanku untukmu.

Ketika kau berucap, "Bakwan dan pisang goreng ini enak," sesaat setelah camilan ini aku buat dan menggorengkannya untukmu.

Ketika kau berucap, "Segera aku edit. Terima kasih," sesaat setelah aku memberitahukan kesalahanmu -hanya satu huruf saja- dalam mengetik sebuah alamat.

Ketika kau berucap, "Terima kasih, kau sudah meneleponku," sesaat setelah aku menghubungimu; dalam situasi apa pun dirimu.

Ketika kau berucap, "Terima kasih sayang," sesaat setelah aku membangunkanmu pada setiap pagi yang kau jelang.

Ketika kau berucap, "Tolong, sertakan aku di dalam doa-doamu," sesaat setelah bulir-bulir kayu cendana itu ada dalam genggamanku.

Ketika kau tersenyum dan mengacak rambutku, sesaat setelah aku kecup punggung tanganmu.

Jumat, 03 Juni 2011

Apiku Untukmu

Api itu mulai membakar kulitku
Menyengat, buyarkan segala sejuk yang pernah ada

Api itu mulai membakar dagingku
Merambat hingga ke degup jantungku

Tak ada lagi yang akan aku pertanyakan
Semua telah jelas; kau lebih menyukaiku menjadi abu