Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 31 Januari 2011

one day: two women

Pagi itu Rico tiba di terminal keberangkatan domestik di bandara itu. Meski masih pagi dan udara belum begitu terasa panas, namun suasana di terminal itu sudah sangat ramai penuh sesak dengan calon penumpang ataupun pengantar dan penjemput, dengan barang bawaan masing-masing yang begitu banyak.

Rico berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu dan ternyata tempat duduk di situ sudah tak bersisa lagi buatnya. Lalu ia langsung melangkahkan kakinya menuju tempat biasa ia menunggu jam keberangkatan. Ya, di terminal keberangkatan internasional itu biasanya lebih lega, tak banyak orang bergerombol, karena itu pasti masih banyak menyisakan bangku kosong buatnya.

Akulah Pemerkosa Itu

Kata demi kata aku susun sedemikian rupa
Aku rangkai sedemikian rupa
Membentuk, menjadi, dan menyeretnya 
Hingga panjang dengan henti terukur di sebuah waktu tertentu

Aku jengah... Aku terkejut tak percaya...
Sebab ternyata...
Aku telah menjadi seorang pemerkosa...!!
Pemerkosa kata...!!

Tapi tolong...
Jangan hukum aku...
Karena, aku melakukan itu semua dengan cinta...

Melayang

Diam berada di beranda ini
Ketika gerimis mulai menipis derainya
Perlahan aku hembuskan satu hela nafas panjangku
Ingin kubuang jauh luka itu seiring satu helaanku yang terbuang

Senyumku telah hilang
Tawaku telah layu
Semua seolah luruh dihempas gelombang badai

Tiba-tiba pandanganku gelap
Bayang itu menutupi seluruh tubuhku
Hitam, pekat, namun hangat
Membelai setiap desiran darah di seluruh urat syarafku

Takjubku saat aku utuh melihat sosok bayang itu
Satu pasang sayap yang kini memelukku
Membuatku nyaman dan tak berdaya dibawanya
Melayang ke satu tempat terindah seiring derai tawaku kini

Kaulah Guardian Angelku...
Sayapmu pernah terluka dan kubalut dengan kasihku
Kini kau hadir kembali
Dengan cinta dan sayapmu yang tangguh
Melindungiku kemudian membawaku melayang ke suarga loka, selamanya...


#30harimenulispuisi-Vol.2 - #5 : Sayap

Rabu, 26 Januari 2011

Dibalik Kesunyian

Selintas pesonamu kian lekat
Pada tubir jiwa yang bermahkotakan ketulusan

Senyummu tak lepas dari seri wajahmu
Menyertai keindahan bening matamu nan teduh

Sayang...
Menarilah terus dengan lekuk tubuhmu yang eksotis
Rabalah segenap kerinduanku di setiap relungnya
Tinggallah dalam kemah hatiku nan sederhana ini
Sebab, aku telah menantimu di rongganya kalbumu

Sayang...
Ijinkanlah aku untuk mengabdikan diri seutuhnya padamu
Ijinkanlah aku untuk menyatukan pesona kita
Dalam bait-bait sujud kita padaNya
Karena puncak di dalam seluruh hidupku adalah menyayangimu, menemanimu di sepanjang waktu kita; 
tak ada yang lain dan tak kan pernah tergantikan oleh apapun juga...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #4 : Puncak