Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label 30harimenulispuisi-2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30harimenulispuisi-2. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Melayang

Diam berada di beranda ini
Ketika gerimis mulai menipis derainya
Perlahan aku hembuskan satu hela nafas panjangku
Ingin kubuang jauh luka itu seiring satu helaanku yang terbuang

Senyumku telah hilang
Tawaku telah layu
Semua seolah luruh dihempas gelombang badai

Tiba-tiba pandanganku gelap
Bayang itu menutupi seluruh tubuhku
Hitam, pekat, namun hangat
Membelai setiap desiran darah di seluruh urat syarafku

Takjubku saat aku utuh melihat sosok bayang itu
Satu pasang sayap yang kini memelukku
Membuatku nyaman dan tak berdaya dibawanya
Melayang ke satu tempat terindah seiring derai tawaku kini

Kaulah Guardian Angelku...
Sayapmu pernah terluka dan kubalut dengan kasihku
Kini kau hadir kembali
Dengan cinta dan sayapmu yang tangguh
Melindungiku kemudian membawaku melayang ke suarga loka, selamanya...


#30harimenulispuisi-Vol.2 - #5 : Sayap

Rabu, 26 Januari 2011

Dibalik Kesunyian

Selintas pesonamu kian lekat
Pada tubir jiwa yang bermahkotakan ketulusan

Senyummu tak lepas dari seri wajahmu
Menyertai keindahan bening matamu nan teduh

Sayang...
Menarilah terus dengan lekuk tubuhmu yang eksotis
Rabalah segenap kerinduanku di setiap relungnya
Tinggallah dalam kemah hatiku nan sederhana ini
Sebab, aku telah menantimu di rongganya kalbumu

Sayang...
Ijinkanlah aku untuk mengabdikan diri seutuhnya padamu
Ijinkanlah aku untuk menyatukan pesona kita
Dalam bait-bait sujud kita padaNya
Karena puncak di dalam seluruh hidupku adalah menyayangimu, menemanimu di sepanjang waktu kita; 
tak ada yang lain dan tak kan pernah tergantikan oleh apapun juga...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #4 : Puncak

Senin, 24 Januari 2011

Semarak Warna

Rembang petang ini seolah ikut melukiskan senyummu
Bertahta di semburatnya senja yang masih tersisa
Menemani malam yang kian merenggutnya

Tampak warnaku dan warnamu, memeluk jarak yang kian menganga
Semaraknya tak kan pernah pudar
Untuk mengikat batin kita

Hingga saat aku harus menatap lekat punggungmu, yang perlahan hilang tertelan kabutnya gelap,
Semarak warna itu tetap menjadi aurora kita


#Rev.Warna

Jumat, 21 Januari 2011

Saat Daun Jatuh

Menekuri jalanan sepi
Aku terhenti sejenak
Menatap daun luruh di dekat kakiku
Menjejak bumi dengan santun

Kusentuh daun itu dan memungutnya
Seiring air mataku yang menitik, aku mengecupnya

Saat daun jatuh, aku teringat kehidupan setelah mati
Dan kepadanya, kutitipkan salam salam hormat,
dengan kerendahan hati pada sang kehidupan kekal...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #3 : Daun

Selasa, 18 Januari 2011

Butiran-butiran itu Adalah Manusia

Siapakah yang memberi roh di dalam jasad yang rapuh dan lemah...?
Siapakah yang memberi cinta kasih dalam setiap unsur-unsurnya...?
Siapakah yang memberi arti bagi kehidupan itu sendiri...?
Siapakah yang memberi keindahan dan harkat martabat yang luhur dan mulia...?

Dialah Sang Maha Pencipta, Sang Sejarah Kehidupan
Tak pernah berhenti sedetikpun untuk senantiasa memberi segalanya
Bumi dengan segenap alam semesta yang agung dan melimpah
Sumber segala penghidupan bagi segenap makhluk ciptaanNya

Manusia, hanya butiran-butiran debu di mataNya
Namun sekaligus berharga pula bagiNya
Dengan kerendahan hati, debu-debu pasir ini menjalani kehidupannya
Tak ada hak sedikitpun untuk menjadi pongah, angkuh, dan arogan

Tak pernah berhenti pula Dia membangkitkan debu-debu tanah ini
Agar senantiasa kuat di dalam setiap kelemahannya
Menjalani hidup dengan ibadah yang tulus, dengan sikap saling memuliakan
Agar debu-debu pasir ini kelak mendapat surga indah di sampingNya...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #Day2 : Pasir

Senin, 17 Januari 2011

Beningku

Beningku sewarna rinduku
Yang melayang mengiringi angin yang berhembus di empat penjuru bumi
Menerawangkan segenap senyum tulus di bibirmu
Merebak mengecup dedaunan cintaku, untuk kusapa dalam setiap mimpiku

Beningku sewarna air mataku
Yang mengalir memenuhi bejana kepasrahan dan kepedihanku
Membuyarkan rindu yang sempat terekam di dalamnya
Menggamit sukma dalam cinta sedepa

Langitku...
Benarkah beningku ini adalah warna cintaku...?
Yang menguap dan terbang bersama angin, menghiasi awan-awanmu...
Benarkah beningku ini adalah warna rinduku...?
Yang diturunkan kembali dalam percikan-percikan kesejukan di dedaunan dan rerumputan dalam sebuah pagi penuh seri...

Langitku,
Aku ingin senantiasa mengabadikan keindahan sosoknya dalam rupa yang paling sederhana
Saat dia berbisik mesra sebelum aku terlelap
Saat dia mengecup bibirku penuh kelembutan
Saat dia menebarkan doa-doanya bagiku

Langitku,
Warna beningku ingin kupersembahkan padanya
Sebagai bening cintaku pada keikhlasannya mengasihiku, menyayangiku, dan mendengarkanku
Biarlah rindu dan cintaku ini tak seindah warna pelangi
Namun ia akan tetap cantik seindah kristal bening melingkupi kasihnya padaku
Karena bening itulah tahta dari cintaku dalam jarak yang membelah kau dan aku...






#30harimenulispuisi-Vol.2 - #Day1 : Warna