Begitu menggamit sukma
Memeluk palung hati terdalam
Luka itu, masih saja menelanku bulat-bulat
Tak bisakah, aku keluar sejenak, untuk menengok asa?
Di sini sumpek, dingin yang bercampur lembab
Tak bolehkah aku menjemput mimpiku dan mereguk udara kasihnya?
Sebuah Catatan untuk Kamu yang Bertahan
21 jam yang lalu




0 komentar:
Posting Komentar
[[ Form mobile comments ]]