Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 10 Maret 2011

Selamat Jalan........

Detakmu kian mendentum, namun lirih
Lemah dengan nadi yang merayap
Meresapi pilu, meregang sang waktu

Kasih,
Mungkin kini waktumu telah tiba
Untuk menyelami waktumu yang sesungguhnya
Serupa dedaun gugur perlahan, satu demi satu
Rapuh dalam pelukan ibu pertiwi

Kasih,
Benar... Auramu kian mengabu
Baktimu telah berada di ujung pekat malam
Melayang, menghampa, dan menghilang

Selamat jalan.....
Hanya ini hatiku berucap
Dalam kelu lidah dan semburat air mata
Tempat terbaik telah tersedia bagimu di sana

Senyummu abadikan bahagiamu di batinku
Kau bukan hanya pantas untuk dikenang
Namun, kaulah kenangan itu
Kan kubangun sebuah prasasti di kalbu ini
Sebagai tempatku bertemu engkau dan sunyi



* Teruntuk sahabat terkasih yang kemarin telah meninggalkan kami.... Deritamu kini telah berakhir.... Beban duniawimu pun usai sudah.... Namun kau selalu hidup dalam kisah yang tak kan pernah usai....
Semoga Tuhan memelukmu dengan damai sejati; memberikan kebahagiaan suci di alam keabadianmu.... AMIN.....Kelak, jika waktuku tiba, mungkin kita kan bertemu kembali di sana....


Warisan dan Misteri yang Menyelubunginya

Siapa yang tak senang menerima warisan dari orang tua, leluhur kita... Aku pun senang, pasti... Ga munafik deh, karena warisan merupakan pemberian dan tanda kasih dari orang tua kita.

Namun, dibalik kebahagiaan kita di dalam menerima warisan, tentu ada aturan-aturan yang harus dijaga, dijalani, dan diamalkan. Istimewanya adalah karena warisan merupakan tanda kasih dari orang tua kita, maka warisan itu harus dibagi secara adil dan merata. Tak jarang, kita menemukan sebuah pertengkaran sengit dan bahkan hingga saling membunuh, hanya karena harta warisan.

Menurutku, dibalik warisan ada sebuah misteri yang cukup sukar untuk diurai. Telah aku temukan beberapa kejadian yang mengenaskan mengenai warisan ini. Aku jadi mengambil kesimpulan bahwa setiap ahli waris harus benar-benar mengambil haknya yang sebenar-benarnya, jika warisan itu : katakanlah sebuah rumah harus dibagi untuk beberapa saudaranya, ya bagilah menurut ketetapan yang ada. Jangan sampai hanya salah satu pihak saja yang menikmatinya, dengan menempati rumah itu seutuhnya. Alih-alih membagikannya dengan bijak, ini malah mengusir saudaranya untuk pergi dari rumah yang bukan hak mutlak miliknya.

Akibatnya, keluarga yang menempati rumah warisan itu satu persatu meninggal dunia di usia muda, mulai dari ayahnya, ibunya yang sebelumnya sakit jiwa, dan anak-anaknya yang masih muda dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Tak ada lagi yang bisa diambil dari tanah warisan itu, selain penderitaan dan menciptakan neraka bagi diri dan keluarganya sendiri selama hidup di bumi ini.

Inilah pelajaran yang baru saja aku ambil, aku resapkan, dan aku renungkan. Terlalu sayang, jika kehidupan ini diisi dengan hal-hal yang mengagungkan kelicikan dan keserakahan.



* Terima kasih, Tuhan, Engkau telah memberiku pelajaran yang sangat berharga ini, sehingga pengetahuanku boleh bertambah lagi tentang hidup dan kehidupan ini....

Rabu, 09 Maret 2011

Langit dan Air Mata

Langitku,
Ingin kubawa nampan ini, berisi mangkuk penuh air mataku; jernih tanpa warna setitikpun
Bahkan jika bisa, aku ingin mempersembahkan segenap bejana air mata yang kupunya
Agar kau tahu, betapa jarak kini telah membelah aku dan dia

Langitku,
Ingin kuambil sedikit saja birumu
Untuk kujadikan warna rinduku padanya
Biru selembut rembulan teduh di malam gulita

Ingin aku pinjam sedikit saja luas dari langitmu
Untuk kujadikan raga bagi keluasan batinku
Di atas nampan yang kugenggam erat ini
Aku harap warnamu telah menyatu di dalamnya
Dan akan kukembalikan kelak, jika sudah tak ada lagi air mata di setiap kelopaknya

Minggu, 06 Maret 2011

Lelah Letihmu : untukmu yang sedang terlelap

Untukmu yang sedang terlelap menggantikan segenap lelah letihmu dengan mengaso
Kulihat bunga tidurmu merona di wajahmu
Tengah mimpi apakah gerangan?
Aku tak berani menebak isi mimpimu di pagi yang masih prematur ini

Untukmu yang sedang terlelap
Bagiku kau tengah semedi
Mengusir segala lelah letihmu dengan daras doa-doamu
Apakah isi doa-doamu itu?
Lagi-lagi, aku tak berani menebak isi doa-doamu yang tersemat di pagi yang masih sangat bayi ini

Untukmu yang sedang terlelap
Aku bagai melihat embun di wajahmu
Embun kesejukan tiada tara yang sengaja kau bawa untukku
Ingin kusentuh bening wajahmu dengan bibirku
Melumatnya hingga habis meresap ke seluruh pori-pori tubuhku
Maukah kau bertransformasi ke dalam diriku hingga kita benar-benar utuh di dalam satu?

Untukmu yang sedang terlelap
Bagiku kau tetap terjaga menemani tiap hentak jantung dan nadiku; karena lelapmu adalah mimpi dan doa-doa yang tertabur di bumi dan diterbangkan malaikat-malaikat menuju langit kuasaNya

Biarlah aku tak mengerti isi mimpi-mimpimu di saat ini, saat kemarin, atau bahkan untuk saat nanti

Biarlah aku tak mengerti darasan doa-doamu
Tetapi aku tak kan pernah membiarkan diriku untuk tidak mengerti arti lelah letihmu

Karena kau tengah menyesap inti dari pusarnya kehidupan ini yang kau pancarkan lewat binar matamu, senyummu, tutur katamu, sikapmu, pelukanmu bagiku dan bagi dunia sekalipun...!






* Berbahagialah untukmu yang selalu terjaga bahkan di saat terlelap sekalipun, karena lelapmu bukan lelap biasa :)
Luv you!