Kecintaan kita yang sangat berlebih pada sebuah objek, atau sebuah rasa, dapat meninggalkan jejak yang namanya mabuk.
Tentu saja, untuk mendapatkan sensasi mabuk, sangat bergantung dari masing-masing kondisi tubuh dan daya imajinasi dari setiap individu.
Ujung dari satu sendok teh (baca : seuprit banget) Johny Walker atau vodka, sangat mungkin sekali sudah bisa menghadirkan sensasi mabuk buat yang belum terbiasa minum minuman keras jenis apapun juga, dibandingkan dengan orang yang sudah kecanduan minum alkohol. Bisa saja, bagi yang sudah terbiasa minum, sensasi mabuknya baru bisa dihadirkan setelah angkanya menunjukkan 100 mili liter, atau bahkan ada yang satu botol penuh (aku ga tahu berapa mili liternya), baru ia bisa melayang terbang entah ke mana...
Berhati-hatilah jika sensasi mabuk baru bisa dirasakan setelah menenggak minuman ini sebanyak 10 botol...! *halah* Jangankan sebanyak itu, 100 milipun kita harus berhati-hati.
Itu, baru sensasi mabuk yang dihadirkan oleh minuman.
Ada lagi sensasi mabuk yang dihadirkan oleh perasaan kita sendiri, yaitu satu perasaan suka dan sayang dan juga cinta hehe..
Kalo udah kena sama sensasi mabuk yang satu ini, sebaiknya segera berhati-hati hihih..karena kebutaan akan segera melanda... Ya, buta lahir dan batin... Buta mata fisik dan mata hati...
Yang ada hanyalah sensasi mabuk yang bisa bikin terbang melayang... Semua yang terbaik dan terindah seolah hanya ada di sensasi ini...
Sensasi mabuk, bisa juga terjadi saat kita sangat amat mendewakan uang. Segala jalan akhirnya ditempuh. Korupsi, menjadi sesuatu yang sangat indah. Jika tak korupsi, rasanya malah seperti menghilangkan kesempatan emas, dan malah seolah menjadi berdosa, jika tidak melakukannya.
Mencari uang dengan pergi ke tempat-tempat keramat untuk mengadakan perjanjian dengan setan, dengan iblis terkutuk.
Semua seolah hanya uanglah yang terpenting. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang sudah tak diingat lagi. Yang penting uang dan uang... Karena uang telah dianggap dewa, dan bisa membuat segalanya indah dan mudah. Sensasi mabuk lagi-lagi sudah membawa pada suatu keindahan yang tiada tara. Berhati-hatilah, jika kita sudah susah untuk bersyukur. Karena sensasi mabuk ini akan segera menyerang dengan ganas... Langsung hingga stadium 4...!
Sensasi mabuk juga terdapat di pesta-pesta yang melupakan kaum kecil. Semua yang terlihat hanya kalangan borju, dengan mobil jaguar, baby benz *sekalian aja bapak sama ibunya mercy dibawa* dan segala benda-benda yang mewah tumpah ruah ada di sana. Demi gengsi dan prestise seseorang, itu semua dihadirkan.....
Sensasi mabuk yang dibawa oleh ganja, narkoba, dan sebangsanya...
Mengerikan sekali jika ini sampai terjadi pada kita.
Alangkah bijaknya, jika sensasi kemabukan yang kita punya hanya untuk Tuhan semata. Jadikanlah Tuhan sebagai sebuah kenikmatan untuk mencapai segala cita-cita mulia kita. DIA akan mengajarkan banyak hal kepada kita. Menuntun kita ke tempat yang terbaik yang sejati, yang sanggup membuat kita mampu menempatkan apapun secara proporsional dan jujur.
Cinta terhadap Tuhan, akan menghadirkan sensasi yang bisa menjadikan kita mencintai sesama, alam, dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya; yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, dengan bijaksana, tulus ikhlas, rendah hati, dan suci. Kita tidak akan merasakan gelisah, takut kehilangan, dan semua yang sederhana itulah yang terindah bagi kita..



