Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 16 September 2010

Sensasi Mabuk

Kecintaan kita yang sangat berlebih pada sebuah objek, atau sebuah rasa, dapat meninggalkan jejak yang namanya mabuk.

Tentu saja, untuk mendapatkan sensasi mabuk, sangat bergantung dari masing-masing kondisi tubuh dan daya imajinasi dari setiap individu.

Ujung dari satu sendok teh (baca : seuprit banget) Johny Walker atau vodka, sangat mungkin sekali sudah bisa menghadirkan sensasi mabuk buat yang belum terbiasa minum minuman keras jenis apapun juga, dibandingkan dengan orang yang sudah kecanduan minum alkohol. Bisa saja, bagi yang sudah terbiasa minum, sensasi mabuknya baru bisa dihadirkan setelah angkanya menunjukkan 100 mili liter, atau bahkan ada yang satu botol penuh (aku ga tahu berapa mili liternya), baru ia bisa melayang terbang entah ke mana...
Berhati-hatilah jika sensasi mabuk baru bisa dirasakan setelah menenggak minuman ini sebanyak 10 botol...! *halah* Jangankan sebanyak itu, 100 milipun kita harus berhati-hati.

Itu, baru sensasi mabuk yang dihadirkan oleh minuman.

Ada lagi sensasi mabuk yang dihadirkan oleh perasaan kita sendiri, yaitu satu perasaan suka dan sayang dan juga cinta hehe..

Kalo udah kena sama sensasi mabuk yang satu ini, sebaiknya segera berhati-hati hihih..karena kebutaan akan segera melanda... Ya, buta lahir dan batin... Buta mata fisik dan mata hati...
Yang ada hanyalah sensasi mabuk yang bisa bikin terbang melayang... Semua yang terbaik dan terindah seolah hanya ada di sensasi ini...

Sensasi mabuk, bisa juga terjadi saat kita sangat amat mendewakan uang. Segala jalan akhirnya ditempuh. Korupsi, menjadi sesuatu yang sangat indah. Jika tak korupsi, rasanya malah seperti menghilangkan kesempatan emas, dan malah seolah menjadi berdosa, jika tidak melakukannya. 
Mencari uang dengan pergi ke tempat-tempat keramat untuk mengadakan perjanjian dengan setan, dengan iblis terkutuk.
Semua seolah hanya uanglah yang terpenting. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang sudah tak diingat lagi. Yang penting uang dan uang... Karena uang telah dianggap dewa, dan bisa membuat segalanya indah dan mudah. Sensasi mabuk lagi-lagi sudah membawa pada suatu keindahan yang tiada tara. Berhati-hatilah, jika kita sudah susah untuk bersyukur. Karena sensasi mabuk ini akan segera menyerang dengan ganas... Langsung hingga stadium 4...!

Sensasi mabuk juga terdapat di pesta-pesta yang melupakan kaum kecil. Semua yang terlihat hanya kalangan borju, dengan mobil jaguar, baby benz *sekalian aja bapak sama ibunya mercy dibawa* dan segala benda-benda yang mewah tumpah ruah ada di sana. Demi gengsi dan prestise seseorang, itu semua dihadirkan.....

Sensasi mabuk yang dibawa oleh ganja, narkoba, dan sebangsanya...
Mengerikan sekali jika ini sampai terjadi pada kita.

Alangkah bijaknya, jika sensasi kemabukan yang kita punya hanya untuk Tuhan semata. Jadikanlah Tuhan sebagai sebuah kenikmatan untuk mencapai segala cita-cita mulia kita. DIA akan mengajarkan banyak hal kepada kita. Menuntun kita ke tempat yang terbaik yang sejati, yang sanggup membuat kita mampu menempatkan apapun secara proporsional dan jujur.

Cinta terhadap Tuhan, akan menghadirkan sensasi yang bisa menjadikan kita mencintai sesama, alam, dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya; yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, dengan bijaksana, tulus ikhlas, rendah hati, dan suci. Kita tidak akan merasakan gelisah, takut kehilangan, dan semua yang sederhana itulah yang terindah bagi kita..

Rabu, 15 September 2010

Lagi-lagi Tentang CINTA

Cinta...
Sebuah kata yang sangat simpel
Namun dia memiliki berjuta makna

Cinta...
Adalah sebuah jiwa yang ada di dalam setiap hati manusia
Sejahat-jahatnya orang; namun cinta bisa hadir di hatinya
Menyelusup untuk mencintai orang-orang di sekitarnya
Mencintai setiap hati yang dianggapnya telah berjasa kepadanya

Namun...

Apalah artinya jika kita mencintai orang lain, hanya karena orang itu telah baik kepada kita?
Justru...
Cinta yang sangat universal itu menuntut adanya totalitas dari cinta itu sendiri

Sanggupkah kita mencintai orang-orang yang terpinggirkan, oleh keadaan dan nasibnya yang tak beruntung...?

Sanggupkah kita mencintai dengan tulus hati kepada orang-orang yang telah membuat kita terluka...?

Sanggupkah kita mencintai dengan ikhlas kepada orang-orang yang telah membuat kita kecewa; 
dengan perkataan, dengan perbuatan, dan dengan ingkar janjinya...?

Meski tak jarang pula...
Cinta kadang membuat kita sakit
Cinta kadang membuat kita terluka
Cinta kadang membuat kita menderita
Cinta kadang membuat kita terasa kosong
Cinta kadang membuat kita tak berarti apa-apa

Air mataku sebagai saksi dari perkataanku...

Sekali lagi... 
Sanggupkah kita mencintai tanpa pamrih, tanpa berharap sesuatu kembali...?

Biarlah hanya Tuhan, yang dari tempat tersembunyi itu melihat dan mengembalikan segala bentuk cinta kita terhadap sesama; dengan berkatnya yang berlimpah, dengan kesehatan yang terselami, dengan kebahagiaan sejati yang selalu tersedia pada detik-detiknya....

ANAK SMP dan Roket Air : Jawa Barat Belum Punya Wakil dari Tingkat SMP

Lomba roket air se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 31 Juli 2010 lalu.

Lomba yang diikuti 46 peserta dengan peserta terjauh dari SMP Madania Parung, Bogor.
Adapun sebagai juaranya adalah:

1. Gregorio Eben Hezer dari SMP Taruna Bakti Bandung
2. Cristanto Yosua dari SMPK Yahya Bandung
3. M. Wildan Ramdhani dari SMP Muhammadiyah, Kabupaten Bandung

Syaiful Ardiansyah, Pelaksana Harian Yayasan Parahyangan Satya mengatakan bahwa menurut informasi dari Pusat Peragaan Iptek, Jabar hingga kini belum pernah mengirimkan wakil dari kalangan Anak SMP. Kegiatan ini diharapkan bisa mengatasi hal tersebut untuk mengikuti Kejuaraan Roket Air Nasional kategori pelajar SMP. Padahal, kejuaraan roket air ini sudah digelar setidaknya sejak 2006.

Lomba tingkat Jabar diharapkan bisa menyaring perwakilan untuk berlaga di tingkat nasional. Pihaknya berencana akan memberikan bantuan akomodasi bagi peserta bila nanti berlaga di perlombaan tingkat nasional.

Menurut Asisten Kepala Dinas Pendidikan Jabar Abur Mustikawanto, Disdik memiliki banyak program yang harus diselenggarakan sehingga belum bisa mengakomodasi seluruh kegiatan bagi seluruh pelajar tingkat SMP. Dengan inisiatif dari pengembang Kota Baru Parahyangan, pihaknya juga mengusulkan agar pihak pengembang bisa membantu program Disdik yang lain, seperti mengoptimalkan pemanfaatan gaya elektrostatis untuk kebutuhan sehari-hari.

Roket air dibuat dari bahan sederhana yang bisa ditemukan sehari-hari.
Bahan dasarnya adalah botol plastik bekas air mineral kapasitas 1,5 liter, ditambah lembaran plastik untuk sayap serta lilin mainan untuk moncong sekaligus pemberat di ujung roket.
Setelah diisi air, roket tersebut dipompa dengan udara dan termampatkan di dalam roket. Begitu katup dalam roket dibuka melalui pemicu, air terdorong keluar dan otomatis mendorong roket melompat ke udara.

Umumnya roket air bisa meluncur hingga 100 meter, tetapi dalam lomba itu hanya diperkenankan sampai 60 meter. Juara ditentukan berdasarkan jarak antara lokasi jatuhnya roket dan target.

Peserta dari SMP Al Azhar Syifa Budi Kota Baru Parahyangan, Bayu Satya Prawira, mengungkapkan, ini merupakan kesempatan pertamanya ikut serta dalam lomba roket air. Dia menemukan keasyikan dalam meluncurkan roket dan berusaha mencapai target yang ditentukan panitia.
Meskipun baru belajar mengenai roket air sehari sebelumnya, Bayu sudah memahami dasarnya, seperti sayap harus lurus agar laju roket tidak melenceng.



* sumber diambil dari Harian Kompas edisi Senin, 2 Agustus 2010.

** dalam rangka SEO Positif.

Selasa, 14 September 2010

KEJUJURAN : Bagai Setetes Embun di Gurun Sahara

Komatsu... Itulah yang sempat aku baca di kaos yang digunakannya. Haha..ga tau juga tuh apa itu Komatsu... Yang pasti, mungkin itu sejenis merk atau sebuah perusahaan alat berat kayak traktor, genset buat perusahaan, molen, dan sebangsanya.
Dari namanya, mungkin dia termasuk perusahaan Jepang...
Hihihi.. Sekali lagi, aku mohon maaf untuk ketidak tahuanku ini.

Satu yang aku tahu, bahwa saudaraku ini kerja di sini.
Ia baru saja pulang dari Australia, setelah ia pulang dari Cina, dan Singapura untuk belajar lebih jauh tentang segala sesuatu mengenai pekerjaannya, tapi tak jarang pula malah merekalah yang banyak bertanya kepada sodaraku ini. Tugas di luar jawa ia sudah sering, termasuk juga ke negara tetangga yang selalu bikin kisruh ini.

Mmhhh, diem-diem ni, aku bangga banget sama dia. Di tengah miringnya berita tentang Indonesia ni, ternyata investasi kita di luar negeri banyak juga lho, juga untuk tenaga ahlinya terutama di Singapura. Eh, atau mungkin karena di Indonesia tenaganya ga dihargai kali ya (baca : suudzon hihi). Seperti misalnya dokter ahli bedah kita di Singapura, yang ternyata berasal dari Indonesia.

Kembali pada sang kejujuran yang setahuku sudah mulai tak terdengar gaungnya ini, ternyata kini terdengar di telingaku sendiri... Membuatku bagai merasakan setetes embun jatuh saat aku berada di gurun sahara.

Dalam sebuah proyek, yang memerlukan pemikiran dan advisnya sebagai seorang kepala, ia telah menganggarkan sejumlah dana yang telah dibuatkan proposalnya ke kantor pusat. Namun setelah proyek itu berakhir, ada sisa dari kabel jenis yang luar biasa besar (hahaha..sori lagi ya, karena aku ga tahu jenis-jenis kabel seperti ini..pokoknya kabel yang guede banget, yang di dalemnya berisi tembaga yang luar biasa padetnya).

Oleh karena itulah, salah satu anak buahnya melaporkan tentang hal ini kepadanya.
"Pak, semua telah beres, tapi ternyata masih ada sisa kabel. Itu semua terserah pada bapak, kabelnya mau diapain..."
"Oke... Sekarang gini aja. Tolong kamu hitung ada berapa meter sisa kabel itu, kemudian timbanglah, semuanya ada berapa kilo..." Jawab sodaraku itu.

Pagi harinya, anak buahnya melaporkan lagi kepada sodaraku tentang hasil penghitungannya. Kemudian, setelah mendengar laporan dari anak buahnya, bapak kepala yang bijaksana ini menghadap ke pusat, dan diutarakan dalam sebuah rapat pimpinan di perusahaan itu.

Apa yang terjadi....?

Setelah sang atasan mendengar laporan dari sodaraku ini, ia langsung tersenyum, dan berkata, "Kenapa tidak bapak jual aja..? Ga papa koq pak..."
Tapi sodaraku ini dengan lugas berkata, "Tidak, pak. Jikapun sisa kabel ini harus dijual, bukan saya pak yang menjualnya."
Mmhh..bisa aja sih sang atasannya itu ngetes dia, pura-pura bilang ga apa-apa jika sisa kabel itu dijual oleh sodaraku.

Akhirnya, sisa kabel itupun dijual, dan karena kejujurannya, ia pun diberi tanda kasih dari atasannya ini, dan iapun tak lupa untuk memberikan sebagian rejeki yang telah didapatnya kepada seluruh anak buahnya, sebagai bentuk penghargaan untuk kerja samanya...

Jujur, aku kagum dan salut sama dia. Ternyata juga, sodaraku ini sangat susah untuk disuap, dan tak jarang ia langsung turun ke lapangan untuk langsung pula mengerjakan sesuai kapasitasnya. Itulah salah satu bentuk rendah hatinya. Pernah juga, karena kejujurannya, ia telah membuat malu seseorang, karena biaya yang dibutuhkan ternyata lebih kecil dari pada yang telah diusulkan oleh seseorang itu. Maka tak heran jika ia begitu disegani sekaligus disayangi oleh siapapun juga. Di atas kebenaran, ia mencoba untuk belajar dan tetap eksis dengan yang namanya jujur. Dan dengan caranya ini, tak pernah satu sen pun rejekinya hilang. Malah sebaliknya. Ia tak pernah kekurangan, bahkan boleh dibilang berlebih, meski gajinya tak sebesar yang pernah kubayangkan...




* Aku yakin, banyak pribadi-pribadi yang demikian ini...semoga selalu dan semakin bertambah saja, agar embun sejuk yang jatuh di gurun sahara ini, semakin dapat memberikan kesejukan sejati dari yang pernah ada...amin...