Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label embunku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label embunku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

My Special Thanx

Untukmu yang terbatas jarak
Menggenggam selaksa kehangatan
Tak kau simpan sendiri
Namun kau leburkan bagiku

Untukmu yang tersenyum manis sekali
Lihatlah pesona bintang di malam gelap itu
Satu paling terang cahayanya adalah kau
Sebab, geriap bintang itu masih kalah indah dengan senyum manismu

Sungguh, aku tak mau berlebihan
Sejatinya, aku memang tengah menikmati keindahan ciptaan Tuhan melalui dirimu
Merasakan apa pun yang kau bagi padaku; apa adanya
Mencoba menyentuh jemarimu yang perkasa

Mencoba menyelam di lesung pipimu; dimana dapat kurasakan kesejukan itu
Menengadahkan wajahku untuk belah dagumu; dimana dapat kurasakan perlindunganmu
Menyusuri bibirmu dan meninggalkan jejak di sana
Aku, ingin selamanya tenggelam di bening telagamu; matamu
Bolehkah aku bersembunyi di setiap degup jantungmu?

My special thanx
Untukmu yang selalu mendengarkan aku
Untukmu yang menyediakan waktu untukku
Untukmu yang selalu berusaha mewujudkan keinginanku
Untukmu yang tidak selalu membenarkan aku
Untukmu; air mataku luruh...




* My special thanx for my beloved morning dew

Rabu, 23 Februari 2011

Desah Jiwaku : keajaiban dan cinta

Dalam larutku di sebuah lautan renungku
Aku semakin mengerti mengapa Sang Waktu mempertemukan kita
Aku ingat betul saat sebuah malam menyanyikan rindunya dengan wangi cempaka dan kenanga
Saat itulah pertemuan yang berpadu segala rasa hingga daun-daunpun mengeluarkan wewangiannya bersama bunga-bunga itu

Aku menyayangimu hingga air mataku meleleh membentuk sungai ke muaranya
Aku mencintaimu hingga ragaku terkulai
Aku mengasihimu hingga jantungku sesaat berhenti berdegup
Aku merindukanmu hingga sakit perih terasakan begitu kental sampai menghentikan aliran darahku pada setiap nadiku

Kau telah membuatku rela menyambut luka dengan memar lebamnya hanya demi senyummu
Kau telah membuatku mendesah sendu saat rindu mulai menggerogoti hingga ke tulang sumsumku
Di lesung pipimu aku kecupkan harapan
Di manis bibirmu aku pagutkan sejuta doa
Di belah dagumu aku sentuhkan lidah mesraku
Di dadamu aku sembunyikan keluguanku

Keajaiban itu cinta
Keajaiban itu pertemuan
Keajaiban itu rindu
Desah jiwaku, adalah cinta dan keajaiban
Dengan kisahnya yang mengharu biru
Telah mengantarkanku pada jelmaan mimpi-mimpiku; pada beningnya kalbuku serupa kristal embun yang luruh di kuncup bebungaan dan dedaun rerumputan




*Terima kasih atas hadirmu di hidupku...

Sabtu, 19 Februari 2011

saat senja tanpamu

Kasih...
Terpekur saat senja yang berlabuh
Aku sendiri bertelut di heningnya yang ikut membiru

Saat kau ada di sampingku
Saat-saat paling indah bagiku adalah saat kau mendaraskan doa-doa
Berdzikir dan meniupkan nafas doa bagiku
Dan... Aku ada di pangkuanmu

Kasih...
Senja tanpamu semakin membiru dan hampa
Sekali lagi kubertelut menghembuskan doa-doa bagimu
Agar senantiasa terengkuh oleh sayang dan tatapan mataNya dimanapun kau sedang berada
Terlindungi dari segala gangguan dan tetap sanggup menghadapi segala tantangan dengan tutur kata, sikap, dan pekerti yang bening rendah hati
Itulah doaku bagimu, yang aku taburkan dengan setulus hatiku seperti kau melakukannya untukku di sana

Kasih...
Sebentar malam kan menjadi larut
Tenggelamkanlah di dalam heningnya
Rasakanlah hadirku di sana
Dengarkanlah detak jantungku saat kau melakukan apapun itu
Pulanglah dengan membawa cinta kasih dan sehatmu
Dan aku menantimu dengan sabar dan ikhlas




* Ada atau tidak ada sinyal satelit itu, hatiku kan selalu tetap ada memantaumu dengan senyum termanisku.. Pls be careful, beibs....:D

Rabu, 12 Januari 2011

ketika embun cemerlang berkenan jatuh di hidungku

Embunku,
Waktu telah beranjak petang
Namun kau masih singgah menyegarkanku di sepanjang hari ini
Pesonamu masih demikian lekat di setiap lintasan pikiranku dan helai nafasku

Embunku,
Malam telah berada di puncaknya ketika cemerlangmu menyentuh hidungku
Berdebar nyaman jantungku memompa aliran darahku
Memadukan senyummu dan senyumku yang paling manis ke setiap pandanganku

Embunku,
Aku ingin rebah dalam kesejukanmu
Meredakan segala letih dan lelahku
Kecuplah hidungku dan apapun yang kau mau
Dengan butiran-butiran cemerlangmu agar segarlah batinku

Embunku,
Siramilah aku dengan percikanmu
Agar bisa menyamarkan tangisanku, menenggelamkan segala kepedihan, kegundahan dan lukaku yang pernah ada
Buatlah aku untuk selalu tersenyum dalam hari-hariku
Karena kasih tak kan pernah mengenal masa...






* Embun pagiku, ijinkan aku untuk selalu merindukanmu dalam segala suasanamu dan suasanaku...
Ingatlah padaku, saat kau dengar senandung itu...:)

Jumat, 31 Desember 2010

Embun Di Pelukanku

Kidung malam belumlah terhenti mengalun
Namun sketsa embun turun telah melintas
Padat bening dan berkilau
Indah bagai tetesan kasih semanis senyuman

Embun itu, kini ada di pelukanku
Menemaniku hingga mentari benar-benar menguapkan segenap curahannya berikut sketsanya
Aku kan merindukannya selalu
Meski hanya sesaat dalam pelukanku

Sketsanya tak kan pernah hilang dari pelukanku dan dari pikiranku
Sketsa embun turun
Sketsa embun jatuh
Embun di pelukanku


* miss you much...





#30haripuisi - #Day28 : Sketsa

Selasa, 07 Desember 2010

Nuansamu

Kau beri aku sebuah keajaiban sederhana namun teramat lembut dan penuh kesan

Kau bentangkan nuansa sejatimu, sebuah nuansa yang belum pernah aku temui sebelumnya

Kau memang pantas untuk dikagumi

Bukan hanya karena seri wajahmu menebarkan aura keindahanmu sendiri

Kau telah menjadi sosok untukku

Sosok penuh kedewasaan, penuh pengayoman, penuh keluasan pengetahuan, penuh kejujuran, dan setia pada janji

Matamu berbinarkan ketulusan hatimu
Senyummu menyemarakkan keindahan wajahmu
Tutur katamu peneduh bagiku, penuntun langkahku

Pikiranmu adalah kekuatanmu sekaligus kebesaran jiwamu dalam meresapkan setiap peristiwa yang kau alami

Jemarimu adalah karya-karyamu yang tertuang indah mengukir tiap detikmu yang berlalu

Langkahmu tegas, namun santun dan kau teramat jauh dari semarak duniawi, meski kau bisa menggenggam setiap pundi-pundinya

Nuansamu keajaiban bagiku
Kan kujaga dan kuukir dengan tinta mulia
Terpatri indah bagai prasasti di luasnya batinku, selamanya...

Sabtu, 27 November 2010

serpihan surga

Serpihan surga bagiku adalah saat aku dapat menatap senyummu dengan segenap keindahannya...

Serpihan surga bagiku adalah saat aku dapat menikmati hening senja di bawah bayangan jingga yang menyemburatkan rindu kehadiranmu

Serpihan surga bagiku adalah saat aku dapat melihat embun pagi yang memercik manja, mesra, dan indah dengan kebeningannya yang alami dan abadi dari waktu ke waktu

Serpihan surga bagiku adalah saat aku dapat meresapkan air-air cintamu dengan butiran-butirannya di tubuhku, menjadi suatu energi yang berharga bagi setiap waktuku

Serpihan surga bagiku adalah saat aku sanggup menikmati udara yang bersih dan segar. Indah bersama kupu-kupu di rerumputan, beterbangan lucu bersama sekelompok capung-capung itu

Serpihan surga bagiku adalah saat aku menikmati hidangan yang tersedia bagiku apa adanya untuk kumakan dan kuminum; sesuatu yang sangat sederhana namun dialah ternyata bagian dari sumber daya bagiku

Serpihan surga bagiku adalah saat aku sanggup tersenyum di dalam setiap kedukaanku; sanggup tersenyum di dalam setiap deritaku; dan sanggup tetap setia di setiap godaan yang menderaku

Serpihan surga bagiku adalah saat aku sanggup menggunakan benang-benang yang telah diubah menjadi pakaian favoritku dalam setiap suasana.

Dan..........
Serpihan surga bagiku adalah saat pertama aku bertemu denganmu dan menyadari artimu bagiku, dan sebaliknya

Dialah awal dari segala rasa yang membuatku sanggup merasakan serpihan surga berikut kedamaian yang ditawarkannya...

Selamanya...




* Embunku, aku mencintaimu selalu... Maafkan aku bila aku selalu membuatmu susah...
Terima kasih untuk segala atensimu padaku...

Senin, 22 November 2010

embun pagi : guruku yang paling menyejukkan

Embun pagi...
Kau telah berhasil mendidikku
Dengan logika dan pengertian yang amat lembut

Dengan senyum dan gelak tawa kau mengajariku
Hingga tak bisa kuhitung lagi berapa derai tawa yang telah terdengarkan
Berapa kembang senyum yang kemudian menghilang di udara

Cintamu tulus menghapus dahaga pengetahuanku
Menembus dinding wawasan baru bagiku

Kasihmu bening, jernih siap untuk direguk dengan penuh kerinduan
Paparanmu lugas, hingga aku tahu kesalahanku

Tanpa menyalahkanku, kau bisa menyadarkanku bahwa aku salah
Tanpa kau jawab segunung pertanyaanku, namun kau yakin bahwa aku tahu jawabannya

Kaulah gelora kesejukan saat aku terdiam dalam panasnya kebodohanku
Kaulah percikan kesegaran saat aku terpuruk dalam kenaifanku

Ah, embun...
Aku selalu mengagumimu
Bahkan hingga mentari menyapumu
Membawamu kembali ke awan-awan putih

Lambaian tanganmu selalu dapat kulihat
Di balik kabut yang berseteru hendak melemparkanmu
Wajahmu selalu kukenang sebagai wajah terindah yang pernah aku lihat

Kau bersahabat bersama bintang-bintang, awan-awan di langit biru, angin tanpa musim

Tanpa kecuali dengan bumi, saat kau dengan rendah hati menyapanya, menyapa dedaunan dan rerumputan

Kau tak pernah memusuhi matahari, yang jelas-jelas selalu menguapkanmu...

Aku ingin selalu belajar denganmu, wahai embunku yang terkasih
Kerendahan hatimu akan selalu kukenang di sepanjang hidupku
Kesabaranmu mendidikku akan terpatri indah di relung kalbuku
Genggamlah jabat erat jemariku, dan dengarkan bisikanku, "aku menyayangimu; selalu..."

Selasa, 14 September 2010

KEJUJURAN : Bagai Setetes Embun di Gurun Sahara

Komatsu... Itulah yang sempat aku baca di kaos yang digunakannya. Haha..ga tau juga tuh apa itu Komatsu... Yang pasti, mungkin itu sejenis merk atau sebuah perusahaan alat berat kayak traktor, genset buat perusahaan, molen, dan sebangsanya.
Dari namanya, mungkin dia termasuk perusahaan Jepang...
Hihihi.. Sekali lagi, aku mohon maaf untuk ketidak tahuanku ini.

Satu yang aku tahu, bahwa saudaraku ini kerja di sini.
Ia baru saja pulang dari Australia, setelah ia pulang dari Cina, dan Singapura untuk belajar lebih jauh tentang segala sesuatu mengenai pekerjaannya, tapi tak jarang pula malah merekalah yang banyak bertanya kepada sodaraku ini. Tugas di luar jawa ia sudah sering, termasuk juga ke negara tetangga yang selalu bikin kisruh ini.

Mmhhh, diem-diem ni, aku bangga banget sama dia. Di tengah miringnya berita tentang Indonesia ni, ternyata investasi kita di luar negeri banyak juga lho, juga untuk tenaga ahlinya terutama di Singapura. Eh, atau mungkin karena di Indonesia tenaganya ga dihargai kali ya (baca : suudzon hihi). Seperti misalnya dokter ahli bedah kita di Singapura, yang ternyata berasal dari Indonesia.

Kembali pada sang kejujuran yang setahuku sudah mulai tak terdengar gaungnya ini, ternyata kini terdengar di telingaku sendiri... Membuatku bagai merasakan setetes embun jatuh saat aku berada di gurun sahara.

Dalam sebuah proyek, yang memerlukan pemikiran dan advisnya sebagai seorang kepala, ia telah menganggarkan sejumlah dana yang telah dibuatkan proposalnya ke kantor pusat. Namun setelah proyek itu berakhir, ada sisa dari kabel jenis yang luar biasa besar (hahaha..sori lagi ya, karena aku ga tahu jenis-jenis kabel seperti ini..pokoknya kabel yang guede banget, yang di dalemnya berisi tembaga yang luar biasa padetnya).

Oleh karena itulah, salah satu anak buahnya melaporkan tentang hal ini kepadanya.
"Pak, semua telah beres, tapi ternyata masih ada sisa kabel. Itu semua terserah pada bapak, kabelnya mau diapain..."
"Oke... Sekarang gini aja. Tolong kamu hitung ada berapa meter sisa kabel itu, kemudian timbanglah, semuanya ada berapa kilo..." Jawab sodaraku itu.

Pagi harinya, anak buahnya melaporkan lagi kepada sodaraku tentang hasil penghitungannya. Kemudian, setelah mendengar laporan dari anak buahnya, bapak kepala yang bijaksana ini menghadap ke pusat, dan diutarakan dalam sebuah rapat pimpinan di perusahaan itu.

Apa yang terjadi....?

Setelah sang atasan mendengar laporan dari sodaraku ini, ia langsung tersenyum, dan berkata, "Kenapa tidak bapak jual aja..? Ga papa koq pak..."
Tapi sodaraku ini dengan lugas berkata, "Tidak, pak. Jikapun sisa kabel ini harus dijual, bukan saya pak yang menjualnya."
Mmhh..bisa aja sih sang atasannya itu ngetes dia, pura-pura bilang ga apa-apa jika sisa kabel itu dijual oleh sodaraku.

Akhirnya, sisa kabel itupun dijual, dan karena kejujurannya, ia pun diberi tanda kasih dari atasannya ini, dan iapun tak lupa untuk memberikan sebagian rejeki yang telah didapatnya kepada seluruh anak buahnya, sebagai bentuk penghargaan untuk kerja samanya...

Jujur, aku kagum dan salut sama dia. Ternyata juga, sodaraku ini sangat susah untuk disuap, dan tak jarang ia langsung turun ke lapangan untuk langsung pula mengerjakan sesuai kapasitasnya. Itulah salah satu bentuk rendah hatinya. Pernah juga, karena kejujurannya, ia telah membuat malu seseorang, karena biaya yang dibutuhkan ternyata lebih kecil dari pada yang telah diusulkan oleh seseorang itu. Maka tak heran jika ia begitu disegani sekaligus disayangi oleh siapapun juga. Di atas kebenaran, ia mencoba untuk belajar dan tetap eksis dengan yang namanya jujur. Dan dengan caranya ini, tak pernah satu sen pun rejekinya hilang. Malah sebaliknya. Ia tak pernah kekurangan, bahkan boleh dibilang berlebih, meski gajinya tak sebesar yang pernah kubayangkan...




* Aku yakin, banyak pribadi-pribadi yang demikian ini...semoga selalu dan semakin bertambah saja, agar embun sejuk yang jatuh di gurun sahara ini, semakin dapat memberikan kesejukan sejati dari yang pernah ada...amin...

Jumat, 03 September 2010

Laraku Saat Ini...

Sayang...

Tolong ajari aku mengerti akan kisah-kisah sedihmu, yang jelas tergurat lewat parasmu, maupun yang ada di bejana jiwamu yang terdalam

Sayang...

Tolong ajari aku mengerti bahwa cintamu hanya ada buatku; selalu selaras dengan detak jantungmu selamanya

Sayang...

Tolong ajari aku untuk menyeka air mataku sendiri di saat-saat kau tak ada di sampingku; karena selama kau di sisiku, aku amat manja padamu, aku suka sekali merajuk padamu dengan gayaku yang khas *mecucu - manyun*

Sayang...

Tolong ajari aku tentang seluruh balada kehidupan ini, agar aku dapat menjadi yang terbaik buatmu, buat sesamaku, dan buat Tuhan...
Agar aku semakin berarti di mata siapapun juga, sehingga akupun dapat menjadi filter terbaik bagimu, berkat pengajaranmu...

Sayang...

Laraku saat ini adalah tak bisa jauh darimu...
Laraku saat ini adalah tak bisa melakukan apapun tanpamu...air matakupun jatuh dengan sia-sia...
Laraku saat ini adalah kedukaanmu...
Laraku saat ini adalah saat kau tak bisa memanjakanku...



* embun pagiku, jadilah selalu pribadi yang rendah hati di manapun kamu berada...cepet pulang ya....:(

Sabtu, 29 Mei 2010

my morning dew : the best from the best I ever had


Every my morning, in every my great day

You always come with your lights and sparkling
Pure and simple!!
Charm and humble!!

You always bring me the fresh breeze in every my breath

You always keep silent, keep cool, and keep my heart with your heart

You always there, working with your smiles for do the best

You always there, in the silence of the morning

Although, you are the finnaly must be disappear on the earth and on the leafs, and in my arms too
But you left me with the deep impressed of your self
Its seems to be abit
But, actually you are great!!



My morning dew is never shout..... I love you for being you are...!

Kamis, 06 Mei 2010

the simple conversations


One day, in the afternoon of Sunday, I met my friend from India, who have along time I didn't hear about him, from this line. So, the conversations between us can directly to say hello, and asked the newest for each other.

Suddenly, I remembered about Jay Ho song, and then I asked him about it.
"What the meaning with Jay Ho?"
"Jay Ho mean YOU ALWAYS FINE IN EVERY FIELD OF YOUR LIFE..." answered him.
"Wow, it's great meaning... It's just like the blessings words and prayers," that is my opinion when he explained about my question.
Finally, he told me too about Jay Ho song. About the singer and written by. I knew too that he loves that song, because he said that Jay Ho song is fine ear, and of course so do I. And I told him that I'm always feel exciting when I hear this song. So, that is can guide me what the real mean it. Like the prayer for me and everyone who listen Jay Ho.

Then, he also asked me, which is made me very surprised. It's all because of my message status is "thanks for my honey dew"
"Who is dew? I mean, dew is HE or SHE?"
I just can smile for the last question from him.
"Dew for me is HE, and he is really mean to me" I said.
"Why I asked you that, because my girl friend have the same nick name with yours. Dew. She has the long name, but I called her with Dew. She is from Jakarta, and on last January I met her in Jakarta. Where are you living?"
"I'm living in Bandung"
"Oh, nice... I've ever been to Bandung also. Bandung is a beautiful city. I like your city,"
"Of course! Bandung is the fashion city and you can taste many delicious of culinary,"
"Yes..exactly. Bandung is also a cool city, I think..."

The nice conversation, I think. Although the conversation is short and simple, but from this, I found something and that's really mean to me. For a long time ago, I'm searching about mean of Jay Ho. I found a little, so I'm still have that question in my mind, and finally I've got the real mean of Jay Ho. I feel happy, because I've got a fresh news, that my friend have a long distance relationship with the girl who live in Jakarta.
It can proven, that the world is really small. We often finding someone who we know, then he have knew that we knew too, which we haven't yet known before. And, I'm so proud that he really love to Bandung.



My Bandung, in a fact you are the beautiful city for the world too... Bandung Everlasting Beauty