Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 08 Juli 2011

Divorce

Hhihh..sempet bergidik juga aku mau nulis tentang perceraian. Tapi demi sahabatku, aku akan tetap mencoba menuliskan ini sebatas yang aku ketahui.
Aku tidak mau menggurui, apalagi berniat untuk menghakimi. Aku hanya mencoba mengangkat kejadian yang bisa saja terjadi pada diri kita. Amit-amit *sambil ketok meja tiga kali*

Pertemuan, merupakan sebuah keajaiban, apalagi jika sudah berhubungan dengan jodoh. Lewat getaran-getaran yang ada, dua manusia berlainan jenis ini berharap untuk duduk di pelaminan. Keputusan ini bijak. Namun, dengan happy ending karena sudah berhasil untuk bersatu dalam suka duka, itu baru fase awal. Minimal satu fase telah terlewati dalam seluruh rangkaian hidup kita. 

Perjalanan hidup memang tidak selalu mulus. Tiba-tiba orang tua kita memutuskan untuk bercerai. Kita sebagai anak sudah menjelaskan efek buruk dari perceraian, dan mencoba untuk mencegahnya. Memberi solusi yang kita bisa. Tetapi orang tua tetap ngotot ingin bercerai, karena suatu dan lain hal. Sebagai seorang anak, kita telah melakukan kewajiban kita, yakni mengingatkan agar tidak bercerai. Namun, jika pada akhirnya segala upaya kita gagal. Tolong kembalikan itu sebagai sebuah tulisan, memasukannya ke dalam kotak kejadian yang tak bisa diubahkan.

Jika saat ini kita sendiri yang akan memutuskan untuk bercerai, karena suatu dan lain hal. Tolong flash back. Ingat masa-masa susah dan senang bersama. Ingat kembali pendidikan dan jiwa anak-anak kita, jika kita bercerai. Raihlah kebahagiaan yang sebenarnya tak jauh dari jangkauan kita. Ia hanya sebatas hati yang mengerti. Hati yang tulus.

Tulisan ini aku dedikasikan untuk siapa pun yang rumah tangganya sedang diguncang prahara dan bagi anak-anak yang orang tuanya berniat untuk bercerai. Tulisan ini sederhana. Memang terkesan klise. 
Semua keputusan bermuara pada sang pelaku. Namun aku ingin, jadilah pelakon yang tangguh dan rendah hati; lakonilah dengan menjadi yang terbaik. Terbaik bagi agama, bagi sesama, terlebih bagi Tuhan.

Semoga bermanfaat :)

Kamis, 07 Juli 2011

Kepada Rinduku

Kepada rinduku yang bersembunyi di sudut-sudut air mata
Maafkan aku yang tak bisa membendungmu
Mengalirkan riuhnya kepingan-kepinganmu seolah tanpa makna
Merebakkan pedihnya dalam setiap derai nafas

Kepada rinduku yang terserak pada daun-daun jatuh
Ditimpa embun yang mengasihinya
Lembut sekaligus liar tak kuasa dihempas angin
Meronta menginginkan sebuah telaga paling sunyi

Kepada rinduku yang tersamar pada cahaya rembulan
Menguak sinar pada pendar bintang yang kau lihat
Melaju mengikuti sinar matahari saat pagi hingga terbenam; pada senja ia bernaung
Pada hujan ia pandai menyelinap

Kepada rinduku yang merona
Lewat alam engkau terbentuk
Lewat udara engkau memasuki paru-paruku
Kepadamulah aku luruhkan segenap cintaku
Kepadamulah aku titipkan jiwa dan harapku hanya dalam sunyi...

Lampu Utama

Berjalan di atas aspal di kota Yogya *pake bis tentunya :P* membuatku tenggelam di dalamnya. Aku nikmati segenap pemandangan yang ada dengan hati yang membiru..

Tepat di sebuah perempatan, *aku lupa nama persis dari perempatan itu* bis terjebak traffic light berwarna merah. Di atas lampu merah-kuning-hijau itu terdapat detik angka untuk menunggu. Di bawah angka detik, aku baca tulisan berjalan kira-kira begini : "Untuk Motor Nyalakan Lampu Utama Siang Malam"

Memang sudah cukup lama himbauan yang aku baca itu ada. Bahwa lampu motor harus dinyalakan saat dikendarai, tak peduli waktu gelap atau terang.

Aku sempat tertegun dan mempertanyakannya. Untuk apa lampu utama dinyalakan pada siang hari? Toh, motor tetap bisa terlihat oleh pengendara lain di waktu siang.
Aku jadi berpikir. Oh, mungkin inilah wajah Indonesiaku yang sesungguhnya. Lampu utama tetap harus dinyalakan. Aku jadi inget semua yang terjadi di negeri ini. Hukum sudah demikian parahnya. Sampai-sampai pengadilan itu bisa disuap dengan uang. Para koruptor kabur seenak udelnya sendiri, dan masih banyak kasus lainnya.

Inikah tandanya, bahwa lampu itu harus tetap dinyalakan bukan hanya dalam gelap? Untuk menerangi sesuatu yang jelas-jelas sudah terlihat. Terpampang dengan kontras di depan mata dengan keadaan terang benderang. Menerangi sesuatu di tempat terang sama dengan hal yang sia-sia. Percuma. Meski yang salah terlihat, namun tetap tak terlihat meski sudah jelas di depan mata.
Itulah................ *bisa ngisi titik-titiknya kan...? :D

Jangan Kau Kira : Pertemuan yang Tertunda

Jangan kau kira aku tak rindu
Mendengar suaramu sungguh membuatku sendu
Jangan kau kira aku tak kangen
Mendengar senyummu sungguh membuatku menangis

Jangan kau kira aku tak kecewa
Saat aku tak kuasa memberikan waktuku untukmu
Saat aku tak kuasa meredam apa yang harus aku lakukan
Saat aku tak kuasa melebur dalam degup jantungmu

Jangan kau kira aku kuat
Menahan segala yang kian menggunung ini
Menyentuhmu sungguh telah menjadi sebuah mimpi untukku
Aku ingin merekam sorot matamu saat menatapku
Dan membiarkan aku luruh sekejap dalam pelukmu

Keberanianku, keteguhanku kan membawaku ke hadapanmu...