Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label hatur nuhun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hatur nuhun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

My First Book : "TAHUN INI TERBIT, ATAU TIDAK SAMA SEKALI!" | Behind the Scene of Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan



Kalimat sederhana yang menjadi kalimat sakti bagiku itu kian terngiang di dalam sanubariku. "Terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!" tak berhenti menggema di antara proses penyusunan puisi-puisiku menjadi sebuah buku. Tujuh kata saja, tetapi bisa memendarkan semangatku hingga ke seluruh elemen tubuhku, dan berhasil menguapkan rasa rendah diriku; tepatnya rasa tidak percaya diriku, juga segala bentuk keraguanku.

Aku cari huruf demi huruf agar terangkaikan menjadi sebuah kata yang sederhana. Kunikahkan mereka menjadi semacam alunan melodi yang lugas tapi lembut, mendayu-dayu namun tidaklah cengeng, penuh makna dan cinta. Sesuatu yang indah. Itulah suasana yang ingin aku hadirkan di sana, selain makna dan kenyamanan yang ingin aku tuangkan. Akhirnya, aku pun tenggelam di dalam suasana itu. Mempertemukan kata-kata yang menjadi rangkaian kalimat. Di sanalah aku bertepi, bahkan tinggal dengan segenap jiwaku menjadi nyawa bagi setiap rangkaian kata-katanya. Setidaknya itulah yang sangat aku harapkan. Inilah aku dan puisi-puisi yang tersurat dan tersirat lewat jemariku. Maukah kau menyambangiku untuk meresapinya?

Ya, inilah kisah dari proses pencarian huruf yang berakhir dengan kata yang berpadu menjadi kalimat-kalimat sederhana, yang semoga dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi para pembacanya, dan dari pernikahan kata-kata itu, lahirlah buku pertamaku : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan yang memuat sekitar 70 judul puisi (puisi ada yang diambil dari blog juga), satu judul di antaranya memuat puisi-puisiku yang berbentuk quote. Ada sekitar 47 quotes yang mejeng di buku pertamaku itu.

Dalam proses penyusunan buku ini, terus terang ada semacam rasa ragu dan rendah diri – bukan rendah hati lho :D
Seperti yang sudah aku tulis di atas, bahwa rasa ragu dan rendah diri (baca : tidak percaya diri – red.) itu tiba-tiba menyerangku di tengah proses penyusunannya. Bagaimana tidak? Puisi-puisiku sungguh sangat sederhana. Layakkah jika dia disebut puisi? Yang lantas dijadikan sebuah buku? Banyak teman-teman dekatku bilang layak. Tetapi, pas di tengah perjuanganku, muncul lagi perasaan itu, hingga orang yang mencoba mengerti kegundahanku dan mengapa aku menjadi gundah ini berkata, “Saya usulkan; terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!”

Mulai dari sinilah, adrenalinku untuk segera menyelesaikan penyusunan bukuku terpacu. Terima kasih... Mungkin, tanpa kalimat yang kau ucapkan itu, buku pertamaku ga akan pernah lahir sampai kapan pun. Meski ia lahir di penghujung tahun ini, tapi itulah efek dari kalimat yang terngiang terus di telingaku.

Jika teman-teman ingin mengetahui siapa yang memompa adrenalinku, dialah Mas Teguh, seorang dari Semarang. Dia instrukturku sewaktu aku berkelana mencari ilmu di Semarang, beberapa tahun silam, selain Mas FA. Wiranto sang juri yang telah berkenan membantuku di acara MTMers’ beberapa waktu lalu. Masih ingat kan?

Banyak profil orang Semarang yang aku kenal sungguh membuatku bangga, yang sampai sekarang hubungan silaturahim itu tak pernah terputus. Mereka, seolah sudah menjadi saudara-sarudaraku sendiri. Tak ada jarak, tak ada sungkan. Meski, tentu saja aku tetap menjaga etika dan tata krama (karena aku lebih muda dari mereka semua). Deket, tapi tidak kurang ajar. Demikianlah kira-kira hubungankku dengan orang-orang yang telah sekian lama ‘merawatku’ di kota yang belum pernah aku jelajahi sebelumnya ini.

Terima kasih juga untuk siapapun yang terlibat dalam terlahirnya buku pertamaku ini; menguatkanku mulai dari embrio hingga lahirnya. Dengan rendah hati dan penuh ketulusan, buku ini aku persembahkan untukmu, untuk kalian, dan untuk siapapun yang menghargai cinta dan kehidupan. Dan sebagai bentuk rasa syukurku, aku berencana mengadakan give away yang hadiahnya adalah buku pertamaku ini. Akan ada 5 orang yang akan memperoleh buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan. Bagi yang berminat, tunggu aja ya, pengumumannya... :D

Karya-karyaku di buku ini adalah hasil dari inspirasi yang tak pernah lepas dari Embun Pagiku dan Sang Penciptanya. Sebab, dialah rahimnya inspirasi bagiku. Kumpulan puisi yang sudah berbentuk buku ini hanyalah usahaku untuk merealisasikan keinginanku. Jika ada yang berminat memilikinya, itulah efek dari segala upayaku selama ini. Itulah apresiasi bagiku. Sungguh terima kasih aku ucapkan.

Buku ini berisi tentang cinta yang menghubungkan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, manusia dengan negaranya, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan cinta itu sendiri. Bahwa kebanyakan, manusia selalu mengkambinghitamkan cinta sebagai salah satu bentuk dari keterpurukannya sebagai manusia.
Nah, bagaimana kisahnya? Puisi-puisi ini menuturkannya untuk Anda sekalian. Semoga berkenan.

Informasi bagi yang berminat :
1. Buku hanya bisa diperoleh di toko online, yakni nulisbuku.com
2. Bisa memesannya ke nulisbuku.com  atau lewat inbox akun FB-ku : Adriana ‘Windflowers’ Diana, atau lewat akun twitterku : @adrianawardani, atau lewat email novelty7278@yahoo.co.id
3. Harga Rp.35.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Baik, itulah sekelumit kisah dibalik penyusunan buku pertamaku, sedikit review tentang buku pertamaku, dan rencana tentang give away yang berhadiah buku pertamaku. Semoga ini semua dapat memberi inspirasi bagi teman-teman sekalian. Semoga buku ini boleh menjadi cikal bakal terbitnya buku keduaku dan seterusnya, yang membawa kontribusi untuk banyak pihak, memberi makna bagi kita semua. Amin.

Senin, 12 Desember 2011

Kumpulan Tulisannya Nuel



Di bulan Desember ini, Blog Immanuel's Notes juga merayakan 2nd anniversary yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2011. Di dalam perayaannya, dia juga mengadakan give away tentang keberuntungan. Aku pun mengikuti acara give away itu. Sayang, aku ga dapet hadiahnya... ehehehe...  Tapi, aku seneng bisa berpartisipasi di acaranya Nuel :)

Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati yang dimiliki oleh seorang Nuel, sang admin Immanuel's Notes, maka ia pun berniat membukukan semua tulisan para peserta yang ikut memeriahkan perayaan ulang tahun blognya itu. Wah, tentu saja aku seneng. Karena nanti, tulisan sederhanaku tentang sebuah keberuntungan bagiku, akan mejeng di buku itu. Buatku, ini merupakan penghargaan dari Nuel untuk tulisanku. Aku rela serela-relanya jika tulisanku diambil Nuel buat dibukuin... :D
Makasih banyak ya Nuel, untuk kumpulan tulisan itu, dan juga untuk awardnya buatku.

Meskipun terlambat, aku pengen ngucapin buat Blog Immanuel's Notes; Happy 2nd Anniversary ya.... Semoga dengan kehadiranmu, ranah blogsphere semakin ceria dengan gaya penulisan dan cerita-cerita seru yang kamu tuangkan di blogmu. 

Viva Immanuel'sNotes!

Sabtu, 10 Desember 2011

Tali Asih dan Penghargaan dari Iskaruji dot com



Berdiri di atas podium. Setengah berbisik. Test microfon... “Aku kangen kamu... Aku kangen kamu...” Halah... Bukannya kalo test microfon itu biasanya pake kata-kata “Test 1,2,3... Test 1,2,3...”
Ah, itu mah udah biasa banget! Aku nyari yang ga biasanya. Karena aku lagi kangen tingkat tinggi sama seseorang sampai-sampai dia berhasil membuatku demam dan ga masuk kantor. Persis seperti anak kecil yang lagi kangen *SIGH* *BLUSING*
Makanya, test microfonnya bunyinya jadi kayak gitu deh. Kangen aja sombong ya. Tampak norak? Mungkin iya. Tapi aku ga akan menjaga pencitraanku hanya gara-gara aku kangen dia, sang embun pagiku :D

Baik, daripada ngurusin kangen aku yang dimasukin ke microfon, yang mungkin pada akhirnya bisa bikin ada yang ngiri, *emang ada yang ngiri?* maka untuk bijaknya, mending aku mulai saja acara ini. Cukup segini aja selingannya.

Bahwa iskaruji dot com sebentar lagi mencapai usia 1 tahun. Nah, di acara peringatan 1st anniversary itu, Mas Iskandar Aruji, sang admin dari iskaruji dot com, mengadakan semacam perayaan di situsnya itu. Aku waktu itu ikutan nge-review situsnya. Dari review yang aku buat itu, ternyata aku mendapatkan  tali asih atau penghargaan khusus berupa iklan baris di situsnya, senilai Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk masa pajang 3 bulan.
Jadi, nama link blogku yakni meworldwords, mejeng di slot, di bawah setiap postingannya iskaruji dot com.

Dapet anugerah ketiga ini, pastinya aku seneng banget. Bikin aku jadi senyum-senyum ga jelas. Tapi aku beneran senyum-senyum sendiri lho. Artinya, pas senyum-senyum ga jelas itu aku emang lagi beneran sendiri. Jadi ga keliatan sama orang laen kalo aku lagi senyum-senyum ga jelas. Just me and God who knows it :D

Kenapa aku bisa sampe senyum-senyum ga jelas? Pasti ada alesannya dong. Sssttt... Ini aku buka satu rahasiaku ya... Bahwa aku bisa sampe kaya gitu itu, ya disebabkan karena dari sekian banyaknya kontes yang pernah aku ikuti, aku jarang sekali menjadi pemenang. Sekarang, di perayaan 1st anniversary-nya Mas Iskandar, akhirnya aku berhasil meraih penghargaan ketiga, sodara-sodara. Kesian ya... Kesian ga? :D

Belum selesai pemberian dari iskarujidotcom. Ada satu lagi penghargaan khusus dari iskaruji dot com, yaitu The Best Writing Blog 2011. Dia memberiku penghargaan itu karena menurut hasil pengamatannya, aku bukan blog copas. Mending ga posting selama berbulan-bulan, daripada aku disuruh copas. Begitu, kira-kira komentarnya.

Wah, aku terharu sekalli dengan penilaian ini. Jujur lho, aku terharu. Terharu karena dia bisa melihat bahwa apa yang aku sampaikan di blog itu memang bukan hasil copas. Gimana mo dibilang copas, wong blogku itu bernuansa puisi, pengalaman hidup, dan kadang curhat :D

Tapi bukan itu pokok persoalan yang membuatku terharu. Bahwa aku bisa melihat dan merasakan kalo iskaruji dot com sungguh menghargai hasil pemikiranku yang aku tuang di blogku. Sesederhana apapun ulasan tentang suatu hal yang sedang hangat terjadi yang pernah aku tuangkan di blogku, sekecil apapun sesuatu yang aku share di blogsphere, dia bisa mengamati dan menerjemahkannya dengan baik.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini, ijinkanlah aku dengan segenap ketulusan dan kerendahan hatiku untuk mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mas Iskaruji memberikan tali asih dan penghargaan khusus buatku. Bagiku, iskaruji dot com telah menjadi sahabat blogsphere yang terbaik, yang bisa memperhatikan hal-hal kecil, bahkan bisa dibilang remeh temeh yang ada di blog ini. Blog ini memang sederhana. Tagline-nya pun embun pagi, sebagai lambang dari kerendahan hati.

Happy 1st anniversary buat iskaruji dot com, yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2011. Semoga berkat ke-eksisanmu, bisa menghadirkan sesuatu yang berharga bagi blogsphere, sesederhana matahari yang selalu berkenan terbit dan tenggelam sesuai dengan kodratnya. Semoga iskaruji dot com semakin indah, seindah langit pagi dan senja. Menorehkan berjuta kenangan bagai bintang di langit, pasir di lautan. Bersinar teduh laksana rembulan utuh di malam kelam.

Maju terus iskaruji dot com!

Sabtu, 01 Januari 2011

KASIH ITU BERNAMA CAHAYA

Tak terbayangkan jika dunia ini gelap gulita
Lengang dengan suhu yang teramat dingin
Lembab, kosong, dan sunyi
Diam tak bergerak
Hampa berkepanjangan dalam setiap waktu yang merayap perlahan

Maha Agung Sang Ilahi
Menciptakan dan memberikan seberkas cahaya bagi bumi untuk seluruh makhlukNya
Semua inti dari kehidupan yang bermula dari cahaya
Menerangi dengan kecantikannya yang mengharukan

Tanpa cahaya tak kan pernah ada kata dan bahasa
Tanpa cahaya tak kan pernah lahir alam ini
Tanpa cahaya tak kan pernah ada kehidupan ini
Tanpa cahaya tak kan pernah lahir warna warni dunia berikut keindahannya

Hanya karena kasihNya semua dihadirkan dengan caraNya sendiri
RencanaNya teramat agung untuk diselami
Kasih itu awal mula dari segala yang telah ada
Dan... Kasih itu bernama cahaya...




#30haripuisi - #Day29 : Cahaya

Jumat, 31 Desember 2010

yang hampir berlalu

Langkah-langkah yang kian terpatri
Perlahan akan terkubur oleh hempasan masa
Hitungan baru kan segera dimulai
Rangkaian asa pun meletup dan kan terjelang

Kisaran detik kan membawa kita; kau dan aku tuk segera menapaki timbunan keceriaan yang baru
Tatap matapun kian pasti; lurus, jauh, fokus, dan positif
Tak ada sesuatupun yang dapat mencegah sang detik tuk menghentikan lajunya...!

Yang hampir berlalu
Jelas tak berarti hampa
Dialah sang pijakan kaki-kaki kita
Dialah sang ancang-ancang kita
Untuk selalu mawas diri, waspada, dan rendah hati penuh kasih kelembutan

Doa, senyum, dan asa
Kan menemani langkah-langkah kaki kita; kau dan aku
Untuk menekuri setiap jengkalnya jalan kehidupan
Agar lebih bermakna bagi sesama, bagi alam semesta raya, bagi makhluk lain ciptaanNya, dan bagi DIA Sang Pemberi Jiwa...!


* Selamat Tahun Baru 2011 buat sahabat-sahabatku terkasih...
Di tahun inilah aku bertemu dengan kalian; sahabat yang paling baik yang pernah kutemui...
Keajaiban demi keajaiban telah banyak terjalin di tahun ini...
Aku tak akan pernah berkata, "Selamat Tinggal Tahun 2010," karena semangat terindahnya akan tetap kusimpan di batinku selamanya; yaitu pertemuan ini, meski hanya lintas dunia maya...
Sukses bagi kita semua dalam segala hal...:)

Semoga rahmatNya tak kan pernah berhenti bagi kita; dengan boleh menikmati anugerahNya di sisa usia kita : kesehatan, rejeki, dan cinta kasih... Amin...

Kamis, 23 Desember 2010

terima kasih, kau telah membuatku tersenyum kembali

Kembang rumput liar berwarna kuning
Itulah aku...!
Saat aku merasa tak dianggap
Saat itu pula aku akan semakin kuat

Sayangnya, kembang kuning rumput liar ini tak selamanya kuat
Kadang aku harus tertunduk dan kalah...
Saat aku tak kuat lagi untuk menahankan lukaku
Saat itu pula air mataku akan mengalir
Memenuhi bejana terbesar dalam jiwaku
Yang akan menjadi obat penawar lukaku di kemudian hari

Dan...
Saat aku rapuh, tak kuasa untuk tidak menangis di depanmu
Satu hal yang kuanggap tabu adalah menangis di depanmu
Saat itulah kau akan mengerti betapa terlukanya aku karenamu

Isak tangis yang harus meluncur di sela tutur kataku
Kan menyadarkan dirimu bahwa aku telah merasa sedih dan kecewa yang teramat sangat dalamnya
Kuingin menyadarkanmu bahwa kau telah berlaku tidak adil dan telah melewati ambang batasku

Kini
Setelah kau menyadarinya dengan kepekaan yang kau miliki
Kau seakan merangkulku kembali
Kau balut segala lukanya dengan segenap pengertianmu
Hingga kau berhasil membuatku tersenyum kembali

Terima kasih, kau telah membuatku tersenyum kembali
Seirama dengan senyummu di senja itu
Kumaafkan dirimu, atas nama kasih sayang sesama makhlukNya
Tak ada lagi beban di hati, dan kembali menatap satu objek yang sama dalam satu fokus; fokus positif kita...

Serta
Di atas segalanya, kembang kuning rumput liar ini kembali berseri-seri di kesehariannya
Menebarkan keharumannya yang cantik
Menari di tiup angin, lincah memukau siapapun yang memandangnya...!

Rabu, 22 Desember 2010

Lihat dan Kecaplah

Sayang,
Lihat padu padan dari langit dan laut itu
Mereka sungguh sangat serasi
Sama-sama memiliki keluasan yang tak terhingga
Sama-sama berwarna biru
Lihat pantulan lautan di langit biru itu
Lihat pantulan langit di air laut itu

Sayang,
Lihat dedaunan yang bergoyang mesra itu
Lincah dan santun mengiringi setiap gerak sang angin
Kecaplah kesegaran angin yang menerpa ragamu
Ia kan selalu menjadi udara segar bagimu
Ia kan selalu menjadi nafas bagimu

Sayang,
Lihat bintang-bintang yang bersinar di malam ini
Semarak seindah geriap surgawi
Bersama rembulan ia kan menemani
Dalam malam-malam di antara mimpi-mimpimu

Sayang,
Lihat matahari yang bersinar di setiap pagi yang kau selami
Ia selalu memberi kehangatannya
Sesaat setelah sang embun berlalu kembali ke langit
Sudah berapa juta ton buah dihasilkan karena sinarnya
Dan berapa jenis tumbuhan dan hewan yang tumbuh sempurna karenanya

Sayang,
Tak terhitung semua hutang kita pada alam semesta raya ini
Segala pepohonan telah menghasilkan pakaian bagi kita
Segala sinar telah menentramkan hidup kita
Segala air telah menghidupi; menjawab segala kebutuhan kita
Segala udara telah terhirup hingga kita kembali padaNya

Berapakah hutang kita pada alam semesta ciptaanNya ini...?
Tak kan pernah terhitung sudah...
Bagai hutang kita pada air susu yang telah ibu keluarkan
Tak kan pernah sanggup kita membalasnya

Maka
Kecaplah itu sebagai sebuah anugerah yang tiada bandingnya...
Karena tanpa kita minta mereka telah memberikan bagi kita
Karena kita tak kan pernah bisa melunaskannya sampai kapanpun
Hanya dengan santun dan rendah hati
Kita rawat apa yang telah kita kecap
Sebagai sebuah lestari yang abadi...


* Inilah bait-bait tulusku bagi bumi dan seluruh alam yang telah memberi dan memberi bagi penyelenggaraan kehidupan ini


#30haripuisi #Day19 : Hutang