Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Saat Sang Waktu Berkata Kepadaku

Prolog

Perjalanan hatiku telah membimbing aku pergi ke Jakarta, hari Jumat tanggal 22 Juni 2012. Moment yang bagiku sangat berharga. Saat-saat yang mengharukan langsung menyeruak di antara pertemuan sederhanaku dengannya. Setelah pertemuan ini, jujur hatiku menjadi lega. Lega karena aku tak lagi merasa tertagih oleh janjiku sendiri. Ya, memang aku sempat berjanji untuk menemuinya, ke tempat tinggalnya. Janji itu telah lama terucapkan baik di dalam hatiku, maupun terucapkan kepadanya. Sepertinya telah setahunan lebih sejak janjiku terucapkan, dan baru bisa terlaksana baru-baru ini. Aku juga ga ngerti awalnya gimana, sehingga aku langsung saja berjanji buat bertemu dengannya, yang pasti semua itu berawal dari harapan yang sama bahwa dia pengen bertemu denganku. Pun dengan aku, yang ingin bertemu dengannya. Aku pernah bilang gini kepadanya, "Iya, nanti ya aku ke Jakarta. Kalo cuacanya udah ga ekstrim lagi, dan kalo akunya sehat...." Karena waktu itu Bandung lagi ga puguh banget cuacanya, tambahan lagi, aku sedang flu berat ditambah batuk waktu bilang begitu. Sebentar panas terik banget, eh ga ada angin ga ada mendung, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Waktu telah mengajarkan aku tentang kesabaran. Mendadak aku jadi banyak tugas dari kantor. Ada yang disuruh mengikuti seminar ini lah, itu lah, dan juga aku koq lumayan sering keluar kota waktu itu ya, sehingga aku susah buat menentukan waktu yang pas untuk bertemu dengannya. Belum lagi kondisi kesehatanku yang ga memungkinkan. Masa aku bawa-bawa virus flu ke hadapannya. Kan ga asik. Ya kalo sekadar pergi ke kantor bahkan untuk tugas kantor pergi ke luar kota sih aku bisa bawa-bawa itu virus, aku ga peduli banget. Kenapa aku ga mo bawa-bawa virus saat bertemu dengannya? Jujur aja, karena aku takut menularkan virusku ini kepadanya, dan aku ga mau menularkannya. Meski pun hanya flu, aku ga tega ngeliat hidungnya jadi buntu gara-gara aku. Ga deh.. Beneran lho, kemaren-kemaren ini virus batuk dan flu lamaaaaa banget ngendon di tubuhku. Sembuh baru sebentar, eh udah bersin-bersin lagi. Bindengnya aja belom sembuh, eh, ini udah meler lagi aja. Mpe cape dehhhh ngerasainnya....


Akhirnya Ketemu Nilla Juga

Hingga Sang Waktu berkata kepadaku, "Pergilah sekarang. Mumpung cuaca bagus  dan  dia belum pergi ke Padang." Begitu bisik Sang Waktu yang terdengar oleh telingaku.
Tanpa banyak ba bi bu lagi, aku langsung pergi. Sempet nyasar-nyasar di jalan tol. Haha.. Nyampe ke tempat Nilla kira-kira jam setengah dua belas siang. Aku disambut Nilla dan mamanya ga jauh dari rumahnya. Akhirnya aku bisa melihat Nillaku... Dan, ah.. Aku melihat air mata itu seperti hendak menetes di matanya. Aku terharu, tapi aku ga mau ngeluarin air mataku. Haha sombong ya aku, De.. Hihihi..

Baru aja duduk sebentar, Mama Nilla sudah menghidangkan makan siang. Haduh... Sebenernya malu juga sih, dateng-dateng udah disuruh makan.. Haha... Makasih ya Ma, untuk hidangan lezatnya.
Sebuah makan siang istimewa bagiku. Makan siang yang penuh kehangatan dan kasih. Sambil makan, aku nikmati celotehan Nilla. Ah.... Pokoknya asik deh..... Aku terkesan oleh kehangatan kamu De... Juga oleh Mamamu... Salam hormat buat Mama ya De....

Tanpa terasa, satu jam telah berlalu. Sebelum pulang, sampailah pada 'sesi pemotretan'. Sesi ini benar-benar menghebohkan... Haha... Seru penuh gelak tawa hihihi...

Terima kasih Pak Agus, yang udah mengantarkan aku ke Jakarta sampai pulang dengan selamat. Juga buat Mama Nilla yang sudah berkenan 'membuatkan' gambar-gambar untuk kami.... Terima kasih aku buatmu Neng, yang udah mau nemenin aku ke Jakarta. Aku masih belum berani pergi ke Jakarta sendirian soalnya hehehe.
Tentu saja terima kasihku buat Nilla yang udah mempersiapkan kedatanganku. Maafin aku ya De, kalo aku udah ngerepotin Ade dan Mama. Maafin juga kalo ada yang kurang berkenan dariku. Makasih De, udah berbagi. Juga buat Mama, makasih ya Ma. Perjuangan hidup Mama sungguh membuat batinku berteriak : "Salut!"

Sebelum pulang, saat Nilla dan mamanya mengantarkan aku ke depan, aku sempet mengambil gambarnya. Mmhhh... Tau ga De, setelah aku motret kamu dan mama, aku nangis lho di mobil haha.... Akhirnya embun yang sejak dateng itu ada, pecah juga deh pas pulangnya.


Ending

Ah, perjalanan hatiku akhirnya telah menemukan puncaknya; dapat melihat dan menyentuh pipinya, bahkan mencubitnya. Ada banyak sisi dalam kehidupan ini yang dapat aku cerna. Bahwa hidup itu memang semanis es krim buatan kita sendiri. Seberapa takaran gula yang digunakan, itulah yang akan kita nikmati pula. Hidup bukan hanya makan dan minum untuk dapat bernafas, artinya bukan hanya mengejar pencapaian demi pencapaian saja. Tetapi ada sisi dominan yang memang harus diraih, yaitu rasa syukur dan ketulusan menerima setiap peristiwa yang terjadi pada hidup kita. Pertemuan ini, bagiku bukan hanya sekadar saling melihat wajah saja, namun lebih daripada itu semua, bahwa kebahagiaan batin tidak bergantung pada apa yang telah kita peroleh. Namun apakah kita cukup mempunyai harapan-harapan indah untuk bisa diraih pada esok hari.

Sekali lagi, terima kasih banyak ya De.... Aku harus jujur mengakuinya bahwa kamu telah mempengaruhiku tentang bagaimana seharusnya aku bersyukur dan menemukan kebahagiaan lewat hal-hal yang sederhana. Semakin terbukti bahwa memang : bahagia itu sederhana!

 








Ini dia gambar yang bikin aku nangis untuk beberapa lamanya di mobil. Melihat matamu yang berkaca-kaca De, bikin aku ga nahaaannn mecahin embun-embun di mataku

Kamis, 29 Maret 2012

Bersiap untuk Terlupakan

Tak pernah aku bayangkan, jika aku mempunyai sahabat yang sungguh sangat menghargai dan menyayangi aku tanpa melihat ras dan strata sosial. Aku juga sungguh bangga telah mengenal dia dan memilikinya sebagai sahabat. Bagaimana tidak? Dia yang setiap detik berhadapan dengan kemewahan, tetapi mau bersahabat dengan seorang sederhana sepertiku.

Hari demi hari telah melewatkan aku dan dia pada sebuah perjalanan yang sukar sekali dilupakan. Buatku, ia seorang sahabat yang mengesankan. Tak ada cacat cela menghampirinya. Dia selalu mengajari aku untuk tetap mempunyai pikiran yang positif dalam setiap kejadian, apalagi jika aku sudah demikian memperlihatkan sikap keminderanku di hadapannya. Jika sudah begini, ia dengan susah payah akan memberikan pemahaman dan pengertian yang akhirnya bisa membuatku untuk mengalah dengan meminta maaf kepadanya.

Malam itu pukul sembilan malam, ia bercerita tentang kekasihnya. Setelah sekian lama ia menghilang dariku. Ia menghubungi dengan suara kepedihan yang mendalam, bahwa ternyata kesetiaan itu susah didapat. Ia telah disakiti oleh kekasihnya. Di sinilah aku mulai merasa bahwa aku memiliki arti buatnya. Aku selalu menghiburnya dengan kasih yang aku punya. Mengerti dan memakluminya dengan ketulusan yang aku punya. Aku berdoa untuk kebahagiaan dan kesuksesannya, seperti saat ia lulus dari pasca sarjana dengan predikat summa cum laude.  Aku sungguh terharu karena doaku untuknya telah terkabul. Tak terasa air mataku menitik perlahan, saat aku melihat ia mengenakan toga kebesarannya.

Kembali ia menghilang. Bisa dipastikan, bahwa ia sudah kembali berbahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. Hingga ia kembali datang dengan membawa kepedihannya, aku kembali melakukan apa yang telah kulakukan kepadanya. Menghiburnya dan memulihkannya dengan ketulusanku. Berulang kali ia melakukan ini kepadaku. Datang dan pergi.

Kesabaran, ketulusan, dan doaku tak pernah berhenti buatnya. Sampai kapan pun! Sebab, ia telah membuatku cukup memiliki arti, setidaknya aku telah menyadarinya sampai detik ini bahwa inilah kekuatanku. Darinya aku telah belajar tentang makna kesabaran dan ketulusan. Dan itu, akan terus berakar di dalam hatiku, hingga aku tak merasakan kecewa dan kesakitan saat aku terlupakan.

Terima kasih atas pembelajaranmu, sahabat. Walau kini telah lama berlalu, namun tak akan pernah aku lupakan, meski kau sekarang telah melupakanku. Demi ketulusanku, aku tak ingin kau ingat. Aku hanya ingin bahwa kau tak kan pernah melupakan Tuhan Sang Pencipta alam semesta raya ini.



Senin, 16 Januari 2012

Pengiriman Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan

Dear temen-temenku yang memperoleh buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan, mohon maaf untuk keterlambatan pengiriman buku KCEPDT. Karena sesuatu dan lain hal, baru tadi pagi saya mengirimkannya. Itu pun masih ada dua yang belum terkirimkan, karena aku masih harus memesannya. Kebetulan, stok buku di aku udah habis :D

Mohon kesabarannya untuk Mas Iskaruji dan Dee. Buku kalian masih dalam proses pemesanan. Jadi sampai hari ini bukunya belum bisa aku kirimkan.  Maafkan daku ya.. ehehehe..

Terima kasih atas pengertian dan kesabarannya.

Selasa, 10 Januari 2012

Kabar dari Give Away KCEPDT | Kisah CInta Embun Pagi dan Tuhan

Temen-temenku terkasih, khususnya bagi yang ikut acara kecilku. Aku tak bisa mengucap satu patah kata pun, selain kata terima kasih. Dari jumlah peserta yang ada,   bisa dilihat DI SINI, aku bisa melihat animo dari temen-temenku di dunia maya ini. Dari sana pula, aku bisa memprediksi minat dari buku yang aku buat.

Aha, mungkin baru ini kali ya, nemu acara give away kaya gini...hihihi...ga papa.. :D

Tadinya, aku akan memperpanjang kembali masa penutupannya (perpanjangan hingga satu minggu), yang jatuh pada hari kemarin, Senin 9 Januari 2012. Tetapi niat itu aku urungkan, karena bagiku, jumlah ini sudah mempunyai nilai tersendiri yang paling berharga. Inilah, asli dari niat. Inilah murni dari temen-temen, mengapa ingin mengikuti acara kecilku ini. Dan, inilah persahabatan, karena temen-temen sudah berkenan meluangkan waktunya untuk sekadar mengikuti acara yang boleh aku bilang sangat kecil. Temen-temen sudah berkenan menuliskan resolusinya dan berkenan untuk dibaca bahkan dibagikan kepada temen-temen blogger lainnya.

Untuk itu, mari kita saling mendoakan resolusi dari temen-temen peserta give awayku ini. Membiarkan resolusi-resolusi yang sudah berujud doa itu terbang mengepakkan dirinya ke langit biru, ke haribaanNya. Resolusi yang mulia dan tulus dari temen-temenku, semoga dapat terwujud. Resolusi yang serius dan tidak egois; artinya, resolusi yang terciptakan diharapkan bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri saja, namun sungguh sanggup menebar kebaikan bagi orang-orang terdekat yang kita cintai, juga bagi sesama kita. Terlebih bagi alam lingkungan di mana kita tinggal.

Sebagai wujud keikutsertaan temen-temen terkasih yang sekali lagi berkenan meluangkan waktu berharganya untuk menuliskan resolusinya untukku dan bagi orang lain, sebagai rasa kasih aku kepada temen-temen yang sudah dengan ikhlas mengikuti acaraku ini, sebagai wujud keindahan pada awal tahun ini, maka mohonku, ijinkanlah keputusanku ini; bahwa seluruh peserta give awayku, masing-masing akan mendapatkan satu buah buku karyaku sendiri, yang aku publish secara self publishing melalui nulisbuku.com. Sebuah karya yang sangat sederhana dan kecil, namun semoga dapat memberi makna bagi para pembacanya. Memberi efek teduh, penuh syukur, penuh kesejukan dan cinta seperti embun pagi. Sebuah karya yang sungguh keluar dari hati.

Selanjutnya, aku mohon kesediaan dari temen-temenku terkasih untuk mengirimkan nama, nomor telepon, dan alamatnya ke alamat emailku : novelty7278@yahoo.co.id untuk pengiriman bukunya.

Mohon maaf, jika ada salah-salah kata. Mohon maaf, karena pengumuman pemenang dan jumlah pemenangnya tidak sesuai lagi dengan ketentuan  pertama kali. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati temen-temen. Sampai jumpa lagi pada acara give awayku selanjutnya....!  :D
Salam, dan sukses selalu bagi kita semua. Amin... :) 

Selasa, 03 Januari 2012

Daftar Peserta Give Away Sederhana di Akhir Tahun

Terima kasih dengan tulus dan rendah hati aku ucapkan buat temen-temen yang sudah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara sederhanaku ini, memeriahkan dengan tulus penuh dukungan dan persahabatan. Menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan diri di tahun yang baru beberapa hari kita hirup udaranya, 2012.

Nama para pesertanya adalah :

1. Mas Aryadevi, dengan judul : Cinta Embun dan Tuhan
2. Mas Iskaruji, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang Pencipta
3. Dee, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan (KCEPDT) | Inspirasi Cinta Selaksa Makna
4. Nilla Gustian, dengan judul : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan
5. Abi Sabila, dengan judul : Ini Resolusiku, Mana Resolusimu? 
6.  Mba Ketty Husnia, dengan judul : Kisah Cinta Unik - Embun dan Tuhan
7. Puteri Amirillis, dengan judul : Resolusi yang Memacu Semangat
8. Yunda Hamasah, dengan judul : Embun, Berbagilah Selalu  

 

Minggu, 25 Desember 2011

Selamat Natal 2011

Pagi merebak penuh hikmat saat ini
Langit mulai biru; tidak gelap seperti saat lima belas menit yang lalu
Hujan gerimis kecil mengawali biru pagi
Syahdu menyiram bumi dengan santun dan penuh kasih

Masih diiringi pagi ini berikut seluruh fiturnya, aku ingin mengucapkan :

SELAMAT NATAL

Bagi sahabat-sahabatku yang merayakannya. Semoga keindahan sejati selalu dan selamanya menjadi milik kita; bersyukur dengan segala yang ada, dan dengan rendah hati menikmatinya hanya untuk hal-hal terbaik saja. Amin...

Kamis, 22 Desember 2011

Give Away Sederhana di Akhir Tahun



Sahabatku terkasih, 

Ehm... Sesuai janjiku dan aku ingin memenuhinya, bahwa aku akan mengadakan acara kecil-kecilan sehubungan dengan terbitnya KISAH CINTA EMBUN PAGI DAN TUHAN (KCEPDT) yang merupakan buku pertamaku, maka ijinkanlah aku untuk mengumumkan bagaimana cara mendapatkan buku pertamaku ini. Akan ada 5 orang yang memperolehnya.

Oke, kalo ga ada pertanyaan *emangnya udah ngasih kesempatan buat mau nanya apa? :D* langsung aja ya :

Aku ingin temen-temen menuliskan di blognya masing-masing tentang semacam renungan di tahun 2011 dan resolusi atau harapan di tahun 2012, juga jangan ketinggalan alasan mengapa ingin memperoleh buku pertamaku. Panjang tulisan tidak dibatasi, tapi maksimal 3 halaman A4 :D (ditulis dulu di word kali ya hehe).


Udah jelas kan? Kalo belum jelas, angkat tangannya ya, tapi yang kanan aja, jangan dua-duanya :D

Kalo ada yang nanya kriteria, maka kriterianya adalah tulisan yang paling menginspirasi untuk menghadapi hari-hari mendatang dengan penuh harapan.
Kalo tentang alasan ingin memperoleh buku, tolong tuliskan dengan sejujur-jujurnya. Ga ada kriteria lain. Mau berisi kritikan juga boleh. Tenang, dengan tangan terbuka aku akan terima itu :)
Di postingan yang temen-temen tulis, temen-temen boleh menyertakan gambar cover buku pertamaku. Gambar bisa dikopi dari blog ini :D
Oya, nulisnya jangan pake bahasa 4l4y l3b4y yaaa... Cukup menggunakan bahasa Indonesia, bahasa tercinta kita.

Jika temen-temen udah selesai menuliskan artikelnya, mohon meletakkan link postingan ini setelah akhir paragraf, daftarkan segera link tulisanmu di kotak komentar pada postingan ini.
Tulisan dimulai dari hari ini, tanggal 22 Desember 2011, dan paling lambat tanggal 9 Januari 2012 jam 23.59.
Pengumuman pemenang akan diposting di blog ini tanggal 16 Januari 2012.

Baik. Selamat menulis ya. Partisipasi dari temen-temen sungguh aku nantikan :)
Jika sampai sejauh ini masih ada yang belum jelas, mohon ditanyakan di kotak komentar postingan ini. Terima kasih :)

Selamat Hari Ibu, 
Untuk wanita-wanita Indonesia yang berhati mulia, bijak, penuh senyum, tabah, sabar, penuh kasih, tidak bergunjing, dan selalu berbakti sepenuh hati tanpa mengeluh bagi keluarganya. 
Dalam tatapan teduh dan senyum tulusmu, tersingkap tabir kekuatan dan akhlak bangsa ini.

Kamis, 15 Desember 2011

My First Book : "TAHUN INI TERBIT, ATAU TIDAK SAMA SEKALI!" | Behind the Scene of Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan



Kalimat sederhana yang menjadi kalimat sakti bagiku itu kian terngiang di dalam sanubariku. "Terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!" tak berhenti menggema di antara proses penyusunan puisi-puisiku menjadi sebuah buku. Tujuh kata saja, tetapi bisa memendarkan semangatku hingga ke seluruh elemen tubuhku, dan berhasil menguapkan rasa rendah diriku; tepatnya rasa tidak percaya diriku, juga segala bentuk keraguanku.

Aku cari huruf demi huruf agar terangkaikan menjadi sebuah kata yang sederhana. Kunikahkan mereka menjadi semacam alunan melodi yang lugas tapi lembut, mendayu-dayu namun tidaklah cengeng, penuh makna dan cinta. Sesuatu yang indah. Itulah suasana yang ingin aku hadirkan di sana, selain makna dan kenyamanan yang ingin aku tuangkan. Akhirnya, aku pun tenggelam di dalam suasana itu. Mempertemukan kata-kata yang menjadi rangkaian kalimat. Di sanalah aku bertepi, bahkan tinggal dengan segenap jiwaku menjadi nyawa bagi setiap rangkaian kata-katanya. Setidaknya itulah yang sangat aku harapkan. Inilah aku dan puisi-puisi yang tersurat dan tersirat lewat jemariku. Maukah kau menyambangiku untuk meresapinya?

Ya, inilah kisah dari proses pencarian huruf yang berakhir dengan kata yang berpadu menjadi kalimat-kalimat sederhana, yang semoga dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi para pembacanya, dan dari pernikahan kata-kata itu, lahirlah buku pertamaku : Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan yang memuat sekitar 70 judul puisi (puisi ada yang diambil dari blog juga), satu judul di antaranya memuat puisi-puisiku yang berbentuk quote. Ada sekitar 47 quotes yang mejeng di buku pertamaku itu.

Dalam proses penyusunan buku ini, terus terang ada semacam rasa ragu dan rendah diri – bukan rendah hati lho :D
Seperti yang sudah aku tulis di atas, bahwa rasa ragu dan rendah diri (baca : tidak percaya diri – red.) itu tiba-tiba menyerangku di tengah proses penyusunannya. Bagaimana tidak? Puisi-puisiku sungguh sangat sederhana. Layakkah jika dia disebut puisi? Yang lantas dijadikan sebuah buku? Banyak teman-teman dekatku bilang layak. Tetapi, pas di tengah perjuanganku, muncul lagi perasaan itu, hingga orang yang mencoba mengerti kegundahanku dan mengapa aku menjadi gundah ini berkata, “Saya usulkan; terbit tahun ini, atau tidak sama sekali!”

Mulai dari sinilah, adrenalinku untuk segera menyelesaikan penyusunan bukuku terpacu. Terima kasih... Mungkin, tanpa kalimat yang kau ucapkan itu, buku pertamaku ga akan pernah lahir sampai kapan pun. Meski ia lahir di penghujung tahun ini, tapi itulah efek dari kalimat yang terngiang terus di telingaku.

Jika teman-teman ingin mengetahui siapa yang memompa adrenalinku, dialah Mas Teguh, seorang dari Semarang. Dia instrukturku sewaktu aku berkelana mencari ilmu di Semarang, beberapa tahun silam, selain Mas FA. Wiranto sang juri yang telah berkenan membantuku di acara MTMers’ beberapa waktu lalu. Masih ingat kan?

Banyak profil orang Semarang yang aku kenal sungguh membuatku bangga, yang sampai sekarang hubungan silaturahim itu tak pernah terputus. Mereka, seolah sudah menjadi saudara-sarudaraku sendiri. Tak ada jarak, tak ada sungkan. Meski, tentu saja aku tetap menjaga etika dan tata krama (karena aku lebih muda dari mereka semua). Deket, tapi tidak kurang ajar. Demikianlah kira-kira hubungankku dengan orang-orang yang telah sekian lama ‘merawatku’ di kota yang belum pernah aku jelajahi sebelumnya ini.

Terima kasih juga untuk siapapun yang terlibat dalam terlahirnya buku pertamaku ini; menguatkanku mulai dari embrio hingga lahirnya. Dengan rendah hati dan penuh ketulusan, buku ini aku persembahkan untukmu, untuk kalian, dan untuk siapapun yang menghargai cinta dan kehidupan. Dan sebagai bentuk rasa syukurku, aku berencana mengadakan give away yang hadiahnya adalah buku pertamaku ini. Akan ada 5 orang yang akan memperoleh buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan. Bagi yang berminat, tunggu aja ya, pengumumannya... :D

Karya-karyaku di buku ini adalah hasil dari inspirasi yang tak pernah lepas dari Embun Pagiku dan Sang Penciptanya. Sebab, dialah rahimnya inspirasi bagiku. Kumpulan puisi yang sudah berbentuk buku ini hanyalah usahaku untuk merealisasikan keinginanku. Jika ada yang berminat memilikinya, itulah efek dari segala upayaku selama ini. Itulah apresiasi bagiku. Sungguh terima kasih aku ucapkan.

Buku ini berisi tentang cinta yang menghubungkan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, manusia dengan negaranya, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan cinta itu sendiri. Bahwa kebanyakan, manusia selalu mengkambinghitamkan cinta sebagai salah satu bentuk dari keterpurukannya sebagai manusia.
Nah, bagaimana kisahnya? Puisi-puisi ini menuturkannya untuk Anda sekalian. Semoga berkenan.

Informasi bagi yang berminat :
1. Buku hanya bisa diperoleh di toko online, yakni nulisbuku.com
2. Bisa memesannya ke nulisbuku.com  atau lewat inbox akun FB-ku : Adriana ‘Windflowers’ Diana, atau lewat akun twitterku : @adrianawardani, atau lewat email novelty7278@yahoo.co.id
3. Harga Rp.35.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Baik, itulah sekelumit kisah dibalik penyusunan buku pertamaku, sedikit review tentang buku pertamaku, dan rencana tentang give away yang berhadiah buku pertamaku. Semoga ini semua dapat memberi inspirasi bagi teman-teman sekalian. Semoga buku ini boleh menjadi cikal bakal terbitnya buku keduaku dan seterusnya, yang membawa kontribusi untuk banyak pihak, memberi makna bagi kita semua. Amin.

Senin, 12 Desember 2011

Kumpulan Tulisannya Nuel



Di bulan Desember ini, Blog Immanuel's Notes juga merayakan 2nd anniversary yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2011. Di dalam perayaannya, dia juga mengadakan give away tentang keberuntungan. Aku pun mengikuti acara give away itu. Sayang, aku ga dapet hadiahnya... ehehehe...  Tapi, aku seneng bisa berpartisipasi di acaranya Nuel :)

Dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati yang dimiliki oleh seorang Nuel, sang admin Immanuel's Notes, maka ia pun berniat membukukan semua tulisan para peserta yang ikut memeriahkan perayaan ulang tahun blognya itu. Wah, tentu saja aku seneng. Karena nanti, tulisan sederhanaku tentang sebuah keberuntungan bagiku, akan mejeng di buku itu. Buatku, ini merupakan penghargaan dari Nuel untuk tulisanku. Aku rela serela-relanya jika tulisanku diambil Nuel buat dibukuin... :D
Makasih banyak ya Nuel, untuk kumpulan tulisan itu, dan juga untuk awardnya buatku.

Meskipun terlambat, aku pengen ngucapin buat Blog Immanuel's Notes; Happy 2nd Anniversary ya.... Semoga dengan kehadiranmu, ranah blogsphere semakin ceria dengan gaya penulisan dan cerita-cerita seru yang kamu tuangkan di blogmu. 

Viva Immanuel'sNotes!

Sabtu, 10 Desember 2011

Tali Asih dan Penghargaan dari Iskaruji dot com



Berdiri di atas podium. Setengah berbisik. Test microfon... “Aku kangen kamu... Aku kangen kamu...” Halah... Bukannya kalo test microfon itu biasanya pake kata-kata “Test 1,2,3... Test 1,2,3...”
Ah, itu mah udah biasa banget! Aku nyari yang ga biasanya. Karena aku lagi kangen tingkat tinggi sama seseorang sampai-sampai dia berhasil membuatku demam dan ga masuk kantor. Persis seperti anak kecil yang lagi kangen *SIGH* *BLUSING*
Makanya, test microfonnya bunyinya jadi kayak gitu deh. Kangen aja sombong ya. Tampak norak? Mungkin iya. Tapi aku ga akan menjaga pencitraanku hanya gara-gara aku kangen dia, sang embun pagiku :D

Baik, daripada ngurusin kangen aku yang dimasukin ke microfon, yang mungkin pada akhirnya bisa bikin ada yang ngiri, *emang ada yang ngiri?* maka untuk bijaknya, mending aku mulai saja acara ini. Cukup segini aja selingannya.

Bahwa iskaruji dot com sebentar lagi mencapai usia 1 tahun. Nah, di acara peringatan 1st anniversary itu, Mas Iskandar Aruji, sang admin dari iskaruji dot com, mengadakan semacam perayaan di situsnya itu. Aku waktu itu ikutan nge-review situsnya. Dari review yang aku buat itu, ternyata aku mendapatkan  tali asih atau penghargaan khusus berupa iklan baris di situsnya, senilai Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk masa pajang 3 bulan.
Jadi, nama link blogku yakni meworldwords, mejeng di slot, di bawah setiap postingannya iskaruji dot com.

Dapet anugerah ketiga ini, pastinya aku seneng banget. Bikin aku jadi senyum-senyum ga jelas. Tapi aku beneran senyum-senyum sendiri lho. Artinya, pas senyum-senyum ga jelas itu aku emang lagi beneran sendiri. Jadi ga keliatan sama orang laen kalo aku lagi senyum-senyum ga jelas. Just me and God who knows it :D

Kenapa aku bisa sampe senyum-senyum ga jelas? Pasti ada alesannya dong. Sssttt... Ini aku buka satu rahasiaku ya... Bahwa aku bisa sampe kaya gitu itu, ya disebabkan karena dari sekian banyaknya kontes yang pernah aku ikuti, aku jarang sekali menjadi pemenang. Sekarang, di perayaan 1st anniversary-nya Mas Iskandar, akhirnya aku berhasil meraih penghargaan ketiga, sodara-sodara. Kesian ya... Kesian ga? :D

Belum selesai pemberian dari iskarujidotcom. Ada satu lagi penghargaan khusus dari iskaruji dot com, yaitu The Best Writing Blog 2011. Dia memberiku penghargaan itu karena menurut hasil pengamatannya, aku bukan blog copas. Mending ga posting selama berbulan-bulan, daripada aku disuruh copas. Begitu, kira-kira komentarnya.

Wah, aku terharu sekalli dengan penilaian ini. Jujur lho, aku terharu. Terharu karena dia bisa melihat bahwa apa yang aku sampaikan di blog itu memang bukan hasil copas. Gimana mo dibilang copas, wong blogku itu bernuansa puisi, pengalaman hidup, dan kadang curhat :D

Tapi bukan itu pokok persoalan yang membuatku terharu. Bahwa aku bisa melihat dan merasakan kalo iskaruji dot com sungguh menghargai hasil pemikiranku yang aku tuang di blogku. Sesederhana apapun ulasan tentang suatu hal yang sedang hangat terjadi yang pernah aku tuangkan di blogku, sekecil apapun sesuatu yang aku share di blogsphere, dia bisa mengamati dan menerjemahkannya dengan baik.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini, ijinkanlah aku dengan segenap ketulusan dan kerendahan hatiku untuk mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mas Iskaruji memberikan tali asih dan penghargaan khusus buatku. Bagiku, iskaruji dot com telah menjadi sahabat blogsphere yang terbaik, yang bisa memperhatikan hal-hal kecil, bahkan bisa dibilang remeh temeh yang ada di blog ini. Blog ini memang sederhana. Tagline-nya pun embun pagi, sebagai lambang dari kerendahan hati.

Happy 1st anniversary buat iskaruji dot com, yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2011. Semoga berkat ke-eksisanmu, bisa menghadirkan sesuatu yang berharga bagi blogsphere, sesederhana matahari yang selalu berkenan terbit dan tenggelam sesuai dengan kodratnya. Semoga iskaruji dot com semakin indah, seindah langit pagi dan senja. Menorehkan berjuta kenangan bagai bintang di langit, pasir di lautan. Bersinar teduh laksana rembulan utuh di malam kelam.

Maju terus iskaruji dot com!

Jumat, 19 Agustus 2011

Five Cm, Has Been Sent! | Nilla : "I'm Fine, Thanks"

Barusan, aku udah mengirimkan novel 5 Cm, bagi 5 orang yang beruntung mendapatkannya. Jujur, itu hasil dari juri berdua, aku hanya menyampaikan nama-nama itu, dan sekarang novelnya sudah sebagian besar aku kirimkan. Semoga dalam waktu dekat sudah ada di tangan temen-temen terkasihku.

Kemarin, aku sempat membaca salah satu komentar yang menanyakan tentang kabar Nilla, dan sekarang ijinkanlah aku untuk menyampaikan kabar seorang Nilla Gustian, bahwa keadaannya sehat-sehat saja. Alhamdulillah, ga kurang suatu apa pun juga. Kenapa aku sampaikan kabar tentang Nilla? Ya, ini semua semata untuk menjawab perhatian dari temen-temen. Meskipun untuk sementara waktu blognya di non aktifkan, bukan berarti apa-apa. Katanya sih cuma karena lagi males aja :D
Dia lagi pengen bertapa... 

Oke, semoga ini bisa menjawab pertanyaan dari temen-temen yang kebetulan membaca postingan ini; di blog ini yang ingin mengetahui kabar dari Nilla, meskipun tidak menanyakannya langsung lewat kotak komentar.
Thanks a lot ya.. :)

Kamis, 04 Agustus 2011

Ketika Perkataan dapat Menyelamatkan Seseorang

"Na, tolong aku dong.... Aku beneran bingung ni..." Ujar Cici tiba-tiba.

"Ada apa Ci..?"

"Kira-kira dua bulan lalu pas aku ke dokter langgananku, dia bilang mau ngenalin aku sama temennya, dan aku udah dua kali makan malem sama temennya itu. Dia seorang pengusaha sukses katanya, dan dia bilang kalo dia ga bakalan nuntut apa pun dariku. Dia bakal nerima aku apa adanya. Tapi dia udah tua Na... Jadinya, si papa ga setuju, juga ade dan kakak-kakakku," Papar Cici tanpa jeda. Wina hanya bisa mendengarkannya sampai Cici habis bercerita. Wina seperti sedang mencoba untuk mencerna setiap perkataan Cici dengan sebaik mungkin.

"Mmhh.. Pasti dia duda ya Ci..." Tebak Wina

"Iya Na... Dia udah punya anak tiga, dan sudah punya cucu pula. Dia duda ditinggal meninggal isterinya enam tahun yang lalu Na." Ujar Cici lagi.

"Trus, selama pertemuan itu, selama dua bulan itu, dengan udah dua kali makan malem, perasaan Cici gimana?" Tanya Wina pelan-pelan.

"Ga tau atuh Na.. Aku bingung. Aku juga kan belum tentu jadi isterinya dia."

"Tapi, kalo Cici emang udah ga suka sama dia, Cici bisa menentukannya dari sekarang. Kalo menurutku sih, mending dengerin kata-kata papa. Biasanya, orang tua suka punya feeling. Punya intuisi tajam buat anak-anaknya. Udah kerasa sama aku soalnya Ci, sama kejadianku yang udah-udah. Seleksi orang tua sangat berguna bagiku. Tapi aku ngomong kaya gini, bukannya untuk ngehalangin lho. Ga ada maksud sama sekali! Semua kembali lagi sama keputusan Cici, karena kan Cici yang bakal ngejalanin....." Ujar Wina panjang kali lebar. 

"Terima kasih ya Na.. Apa yang kamu bilang itu akan menjadi bahan pertimbangan untukku," Ujar Cici, dengan wajah yang masih bingung.

***

Senin pagi. Senin yang cerah dan segar, dengan langit biru terang. Cici berjalan ke meja Wina. Ia kembali bercerita bahwa ia sudah menemui seseorang yang dinilai mengerti tentang 'balonnya'. Dan dengan sumringah, Cici bercerita bahwa Ibu Sofi tidak pernah mengetahui hal-hal buruk tentang 'balon' Cici. Ibu Sofi dan suaminya juga mendukung Cici untuk berhubungan lebih lanjut dengan sang duda itu.

"Mmmhhh... Kalo gitu, aku bisa ambil kesimpulan sekarang. Bahwa Cici, ternyata sedikit banyak sudah ada minat sama dia. Bener kan Ci? Waktu itu aku ga tau kalo Cici suka. Karena Cici bilang Ga tau..hehehe" Wina berujar sambil menatap dalam ke mata Cici.

"Mungkin iya Na..." Jawab Cici pelan. Ia sepertinya malu pada Wina.

"Cieeeeeee...." Ledek Wina.

"Wina, ah..."

"Kalo memang Cici suka, ya ikuti kata hati Cici. Jangan pernah ragu lagi. Ga usah dengerin kata-kata orang lain. Jalani sepenuh hati," Kata Wina sok bijaksana. Cici hanya bisa terdiam.

***

Rabu sore sepulang kerja, hape Wina bergetar dan seketika lagu I Love The Way You Lie bergema di kamarnya. 

"Hallo..."

"Na, aku ngeganggu ga?"

"Ga.. Ada apa Ci, tumben telepon aku... Hehehe.."

"Terima kasih banget ya Na... Makasih bangettttt..... Pokoknya makasih banget...."

"Cici kenapa sih? Cerita dong. Makasih apaan?" Tanya Wina penasaran.

"Na, ternyata apa yang kamu bilang itu bener. Barusan Ibu Sofi nelepon aku, bahwa untuk sementara jangan mau diajak-ajak sama dia, Na. Bu Sofi juga minta aku ke rumahnya buat dengerin apa yang Bu Sofi tau tentang dia. Nah, setelah aku tau semuanya, baru terserah aku. Mau lanjut atau ga... Makasih ya Na..." Cerocos Cici.

"Oh, itu to....heheheh..."

"Feeling kamu bener Na. Pas Ibu Sofi nelepon aku tadi, aku langsung inget sama kamu. Sama kata-kata kamu. Kamu memang adikku tersayang. Sahabatku tercinta. Nanti mah, kalo aku ada apa-apa, aku mau lapor sama kamu dulu ah," Ujar Cici dengan antusias.

"Lapor? Emang aku komandan Cici? Hahahah... Ada-ada aja deh Cici...." Jawab Wina ringan. Padahal, Wina hanyalah seorang komandan kasur, karena sore-sore dia sering banget udah tertidur pulas.

"Sekali lagi, makasih banget ya Na. Aku sekarang plong. Ibu Sofi udah memperkuat apa yang udah kamu bilang. Jadi, aku ga ragu lagi sekarang,"

"Iya Ci... Sama-sama... Syukurlah kalo Cici udah plong dan ga ragu lagi. Aku ikut seneng...." Jawab Wina dengan senyum yang mengembang. Hanya tembok yang ngeliat manisnya senyum Wina.

***

Wina puas. Batin Wina bahagia. Bahwa apa yang dikatakannya memang murni demi persahabatan. Bukan bermaksud menghalangi sahabatnya untuk meraih keinginan dan mimpi-mimpinya. Sebisa mungkin Wina akan terus menjadi yang terbaik untuk siapa pun. Kalo bisa ia ingin dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya; selalu.

Kamis, 14 Juli 2011

Mencintai Tanpa Melukai

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Menghilangkan sejenak cinta diri yang kian lama membuatmu sekarat!

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Saat kau dapati dirimu dicintai oleh keping hati sederhana yang tak pernah lelah berdoa untukmu

Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?
Melupakan sejenak asal usul dirimu

Sebab, cinta adalah saat angin menggoda dedaun dan bebungaan; saat ia menerpa wajahmu dengan kelembutan
Ia tak kan pernah banyak kata dalam kehadirannya
Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun caranya ia kan menyentuhmu serupa cahaya; tak terlihat namun terekam indera lainnya

Mengatupkan awan saat panas menyengat menjelangmu
Memberikan pakaian saat kau kedinginan
Memberikan makanan minuman saat kau lapar haus
Memberikan sandaran saat kau terkulai
Memberikan analogi khusus saat kau bingung tak mengerti tentang sebuah ilmu
Membuatmu tersenyum bahkan terbahak saat kau sedih
Membiarkan dirimu hidup menjadi seutuhnya dirimu; apa adanya dalam lingkar lengannya

Sanggupkah kau mengakuinya?
Jika ya...
Maka sekali lagi aku bertanya :
Dapatkah kau mencintai tanpa melukai?



*Jawablah pertanyaanku dengan kejujuran hatimu. Jawab dengan kalimat semenarik mungkin minimal satu paragraf. Akan ada tiga buah buku novel berjudul 5 cm karya Donny Dhirgantoro sebagai kenang-kenangan dariku untuk tiga orang pemenang.

1. Membuat tulisan di blog masing-masing dengan judul : Mencintai Tanpa Melukai. Panjang tulisan minimal 1 (satu) paragraf. Tulis apa pun asal terkoneksi atau 'nyambung' dengan pertanyaanku di atas.
Postingan yang sahabat-sahabatku tulis bisa diperuntukkan bagi pasangannya masing-masing, anak kepada orang tuanya, kekasih, sahabat, saudara kandung, untuk alam, bahkan untuk Tuhan Yang Maha Kaya.

2. Mohon di akhir postingan menyertakan link dari postingan ini.

3. Batas 'pengumpulan' tulisan hingga 07 Agustus 2011 dan diumumkan 17 Agustus 2011.

Selamat menulis ya teman-teman
Salam Mencintai Tanpa Melukai :)

Update peserta Mencintai Tanpa Melukai bisa dilihat DI SINI

Rabu, 13 Juli 2011

5 cm : a Novel by Donny Dhirgantoro | Review

Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 2005, tapi baru aku baca di cetakan ke 17, tahun 2011 ini (telat kali aku bacanya) :D
Mungkin juga sahabat-sahabatku udah banyak yang tau. Tapi ga papa juga ya, aku telat baca...dari pada ga  sama sekali *ngeles*

Dengan bahasa dan dialog yang kocak, novel ini bercerita tentang persahabatan, harapan, cinta, cita-cita, dan mimpi. Ada nasionalisme di dana. Makna kehidupan juga sarat di sana.

Aku bisa bilang, novel ini bukan sekadar novel. Aku seperti melihat nuansa baru yang lain daripada biasanya yang bisa mengubah. Sebenernya sederhana, tapi petualangan lima sahabat menuju Puncak Mahameru ini dikemas menjadi luar biasa karena isinya yang bisa membuat kita menjadi luar biasa.

Terakhir, kesanku sehabis baca buku ini adalah betapa ia bisa menyentuh. Dibalik seru dan kocaknya dialog; bahkan bisa dibilang ancur dan gila-gilaan. Ya, aku setuju dengan kata ancur dan gila-gilaan :D
Ada haru menyelinap di sana, yang bisa membuatku nangis *aku emang gampang banget nangis -liat foto aja bisa nangis, karena bagiku, foto bisa menceritakan tentang banyak hal, tanpa kata #ehhh ngelantur :D

Oke, satu kata buat novel yang masuk dalam list Buku Indonesia Sepanjang Masa versi goodreads indonesia ini memang keren!
Daaannn... Tak lama lagi buku ini akan dipersembahkan sebagai kenang-kenangan dariku untuk sahabat-sahabatku yang (rencananya) dibagikan untuk tiga orang pemenang. Bagi yang berminat mengikutinya, tunggu postinganku sehabis ini yaaaa...

Sssssttttt... Paling akhir ni beneran... Jujur aja ya, aku jadi kepikiran untuk menyelenggarakan sesuatu yang meskipun kecil-kecilan ini, untuk sahabat-sahabat mayaku terkasih;
Inilah efek dari baca buku 5 cm! :D
Itulah 'keajaiban' yang aku rasakan. Emang aku udah berencana ngadain hal seperti ini, tapi untuk nanti-nanti (masih lama bangeeettt). Eh, sekarang jadi berubah *blushing*
Kalo ga percaya, tanya deh Ferdinand, sang admin dj-site :D

*Sori, kavernya lupa diphoto....

Minggu, 10 Juli 2011

Persahabatan, Pertengkaran, dan Kematian

Persahabatan selalu indah. Kalau tak indah, bukan persahabatan namanya. Tetapi sering kita lupa bahwa dalam persahabatan diperlukan pengertian dan kesabaran yang sungguh-sungguh dan mendalam. Karena jika tidak, akan menyebabkan pertengkaran yang berakibat sangat fatal dan menghadirkan penyesalan tiada akhir, seperti kisah nyata di bawah ini.

***

"Tania, kamu gimana sih? Koq ngerjain kayak gitu aja ga becus," Semprot Yuli sangat ketus.

"Maafin aku Li. Aku memang ceroboh. Gara-gara aku semua jadi berantakan," Ujar Tania memohon.

Mereka satu tim dalam sebuah bisnis EO. Tania yang menjadi penanggung jawabnya.

"Ah sudahlah. Kamu benar-benar membuatku malu, tauuu...!!" Teriak Yuli geram, yang membuat Tania mendadak turun dari mobil mereka.
Di sinilah awal mula kejadian yang menimpa Yuli. Tania tertabrak mobil sesaat setelah turun dari mobil Yuli. Tania meninggal di tempat!

***

Malam sepi telah merambat pelan tapi pasti, namun Yuli tidak bisa memejamkan matanya. Ia tampak gelisah. Sayup-sayup terdengar suara tangis di sudut kamarnya. Ia mendengarkan dengan seksama. Suara tangisan itu semakin jelas. Ia terkesiap manakala didapatinya Tania tiba-tiba muncul di kamarnya dengan wajah yang hancur. Yuli hanya bisa diam membisu. Gemetaran.

Tania mendekati Yuli dan berkata, "Jika kau tak mau melihatku lagi, minta maaflah kepada keluargaku. Maka aku tak akan mengganggumu lagi," Tania membuat bulu kuduk Yuli merinding dan hampir saja membuat Yuli pingsan.

Setelah kejadian itu, keesokan harinya Yuli mengirimkan SMS pada keluarga Tania. Yuli tidak bisa ke rumah Tania karena kesibukannya. Ia kini sedang menunggu SMS balasan dari keluarga Tania. Ia kaget saat membaca SMS masuk dari Tania. Ternyata itu SMS dari ibunya Tania, yang menggunakan sim card Tania. Isi SMSnya adalah : Keluarga Tania memaafkan Yuli.

Yuli memang menyesali dirinya yang marah-marah di luar kendalinya pada Tania. Seandainya ia tenang sedikit saja menghadapi masalah itu, mungkin Tania masih hidup hingga sekarang.

Yuli yang lega setelah mendapat maaf, namun ternyata pada malam-malam tertentu suara tangisan itu masih saja terdengar di sudut kamar Yuli.



* Inspirasi kisah : Ardan FM.

Sabtu, 25 Juni 2011

Sahabat : Sharing dan Empati

Pagi itu aku melihat jelas kegundahan di garis wajah Viona. Tapi aku tak berusaha untuk menanyakan apa pun padanya.
Sepintas lalu, aku mendengar ia mengeluh pendek tak jelas di telingaku dan berkata lirih, "Sebuah ujian,"
Mendengar ucapannya, aku hanya tersenyum untuk merespon perkataan singkatnya.

Aku bukannya tak peduli dengan keadaannya. Sungguh pun aku telah mengetahui sesuatu hal tentang kegundahannya. Justeru, aku sedang mencoba membantunya dengan sedikit memberi rasa nyaman dan aman baginya.

Tak berapa lama setelah aku tersenyum padanya, aku kembali menekuni pekerjaanku. Berkas-berkas yang harus aku filing ke ordner yang sudah aku entri datanya ke beberapa data base di komputerku. Sedang asik-asiknya aku mengerjakan tugasku, tiba-tiba aku mendengar isak tangis. Mmhhhh.. Viona menangis! Aku kemudian menyodorkan beberapa helai tissue kepadanya. Ia menerima helai-helai tissue dariku sambil berlinangan air mata.

Aku mengela nafas melihat ia sedih lagi. Lagi-lagi aku berusaha memberi ruang yang nyaman dan aman baginya. Aku lanjut berkutat dengan pekerjaanku lagi.

***

Sahabat adalah gudangnya berbagai arsip yang disimpan dengan rapi dan terkunci rapat. Sahabat adalah tempat bersandarnya sebuah hati. Hanya dengan diam ia telah banyak membantu. Mendengarkan tanpa menyela sudah merupakan bentuk empati dari seorang sahabat. Seorang sahabat memang seolah-olah tidak melakukan sesuatu apa pun juga, saat temannya curhat tentang persoalannya. Namun ternyata, sahabat seperti inilah yang dibutuhkan. Selalu ada di samping sang teman saat susah. Jika keadaan hatinya sudah kembali sedikit normal, baru kemudian sahabat memberikan pendapatnya, yang diharapkan bahwa apa yang dikatakannya itu merupakan sebuah solusi bagi temannya. Itu pun, jika ia dimintai pendapat.

Senin, 20 Juni 2011

Sebuah Awal Mula Kisah

Bahwa alam semesta tercipta, sebelum manusia dijadikan

Dialah awal mula kisah dari warna-warni bumi

Dalam kesederhanaan musim-musimnya, alam selalu memberi dan memberi dalam bentuk yang luar biasa

Sangatlah wajar jika kita menghargai alam sebagai sebuah awal mula; yang mengantar kita pada kesejahteraan hidup

***

Hahaaaayyyy..aku dapet tag dari Mba Tiwi ni critanya..
Bagai sebuah alam semesta, blogging juga sebagai sebuah awal mula mengenal sahabat-sahabat baru bagiku. Sekali pun belum pernah ketemu, namun sahabat-sahabat baru ini demikian memberi warna tersendiri untukku.

Baiklah ini dia si Windflowers yang sesungguhnya...

1. Aku lahir di Jogja Istimewa, di sebuah rumah sakit yang namanya Jebukan. Ga tau juga tuh, sekarang masih ada ga rumah sakitnya. Karena aku di sana cuma nunut nangis  untuk pertama kalinya doang.

2. Selanjutnya, aku dibesarkan dan sekolah di Bandung. Udah keliatan banget seperti orang sunda sampe ke logat-logatnya, kaya yang ga mau dituduh bukan Orang Bandung. Udah ga pantes blas deh kalo aku ngomong pake bahasa jawa. Itu yang membuatku cuma bisa bahasa jawa pasif.

3. Akibat dari itu semua, aku seneng banget kalo aku dipanggil "Teteh" (Mbak dalam bahasa jawa). Ga tau kenapa. Seolah-olah panggilan itu jadi seperti panggilan sayang buatku. *Makasih bwt Mba Tiwi yang udah manggil aku teteh hihi..

4. Meski demikian, aku jelas sayang banget sama kota yang udah merekam kelahiranku itu. Aku selalu kangen sama dia. Mungkin juga karena leluhurku berasal dari sana. Tapi karena semua udah ga ada, aku jadi jarang ke Jogja. Banyak juga sodara yang meninggal karena tsunami beberapa waktu lalu.. Hikkss sedih..
Kalo sama Kota Bandung, aku juga sayang banget. Karena di Parahyangan ini, aku menemukan segalanya. Intinya, Bandung bagiku adalah kehidupanku. Ga rela juga sih kalo seandainya Bandung ada yang ngacak-acak. Meski aku juga ga bisa ngapa-ngapain.

5. Aku pake nama samaran Windflowers di dunia blogging. Terus terang, aku punya harapan dengan nama yang satu ini. Aku ingin setiap huruf yang aku rangkaikan dapat menjadi bunga-bunga yang indah bagi para pembacanya, meski hanya lewat angin yang menyampaikannya, dan monitor sebagai medianya. Berharap bunga-bunga yang kurangkai dapat menyenangkan, dapat memberi warna, dan terlebih dapat memberi kesan yang mendalam dengan 'wewangiannya', menyebarkan aura positif bagi siapa pun. Ya, itu harapanku. Semoga..

6. Aku suka nulis puisi sejak di bangku SMP. Tapi disimpen aja, ga pernah dikirim atau dilombain. Selain itu, aku juga suka baca buku karyanya Kahlil Gibran, terutama "Sang Nabi".

7. Aku sama seperti Mba Tiwi, ga bisa berenang. Tapi sekarang ini, aku lagi belajar berenang, dan baru bisa meluncur jarak pendek hihihih.. Tapi aku ga bisa mengendarai motor kaya Mba Tiwi yang suka ngebut. Aku bisanya cuma nyetir sepeda doang ehehhehe..

8. Nah, sekarang aku sama seperti Mas Pakies, aku suka ikan asin. Apalagi kalo pake sambel dan lalapan. Wah..asik deh.. Etapi sambelnya ga terlalu pedes, karena aku ga suka pedes hihih.. *wew mana ada sambel yang ga pedes* Sambel buatku hanya sebagai penambah selera saja. Cocol sekali, untuk beberapa suap nasi :D
Oya, aku juga suka yang namanya telur. Telur rebus, telur dadar, telur asin, atau telur ceplok. Pokoknya asal dia telur, aku suka. Kalo udah kaya gini, daging ayam, daging sapi: lewaaattt... 

9.  Aku ga suka sama yang namanya kekerasan, termasuk kekerasan terhadap satwa. Pernah ada salah satu stasiun televisi yang nayangin kekerasan terhadap monyet. Langsung aku pindahin, karena ga tega.

10. Pengen nerbitin buku kumpulan puisi. Harapannya, tahun ini bisa terbit. Semoga...

Itulah aku yang apa adanya ini, dan dengan demikian tugas dari Mba Tiwi sudah aku kerjain... :D :D

Rabu, 15 Juni 2011

Tuhan, Tak Bolehkah Aku Melupakannya?

Jika waktu diputar ke belakang
Aku, memang telah berkali-kali terluka oleh dirimu
Jujur aku berkata padamu, bahwa kamu sudah memarut hatiku oleh sikap dan perkataanmu
Hingga sari patinya harus kuminum sendiri

Aku hanya bisa terdiam dan tersenyum mereguk sari pati hasil parutanmu atas hatiku
Luruh dalam sayatan demi sayatan yang kau buat
Sementara, kau berlenggang penuh kemenangan; telak!
Aku pun bangkit dari tempat dudukku, meninggalkan setiap dimensi yang beraurakan dirimu

Sampai suatu saat, kau terjatuh
Aku menolong dirimu dengan penuh ketulusanku
Aku carikan balsem dan mengoleskannya ke lututmu
Aku tak ingat lagi apa yang pernah kau buat padaku!

Namun, di sisi lainnya sahabat-sahabatku menegurku
"Kamu tidak lebih daripada sekedar seorang jongos!"
"Kamu munafik! Bukankah kamu telah berkali-kali disakiti olehnya? Mengapa kamu harus merendahkan harga dirimu di depannya? Dia, akan semakin menginjak-injak kamu selamanya! Sah-sah saja kamu membantu dia, tapi jangan berlebihan!"
"Aku tadi tidak tega melihatmu. Dia cengengesan, sementara kamu berlutut mengobatinya!"

Semua menyergahku. Lagi-lagi, aku hanya bisa tersenyum.

Tiba di rumah.
Aku larut dalam sebuah kontemplasi dan aku hanya bisa membiarkan air mata ini mengalir menyerukan haruku atas diriku sendiri.
Aku membiarkan kontemplasi ini mengurungku, mengalirkannya menjadi banyak pertanyaan dengan tidak sepatah kata pun aku berusaha mencari jawabnya

Tuhanku satu-satunya,
Tak bolehkah jika aku melupakannya?
Melupakan segala penat dan sakit hatiku terhadapnya?
Menepikan sejenak segenap rasa yang pernah ada demi menolongnya?

Aku sudah menerima hujan berkat yang pilar-pilarnya tak dapat aku hitung dariMu
Tak bolehkah jika aku melupakannya?
Melupakan segala sari pati hasil parutan hatiku sendiri
Yang rasanya kian menambah kepedihanku padanya?

Tuhan, tak bolehkah aku melupakannya?

Dan, aku pun tertidur dalam deraian air mata yang belum sempat mengering...





* Untukmu yang masih berkontemplasi, jangan pernah kau meragukan lagi atas apa yang telah kau lakukan. Jadilah dirimu sendiri dengan keyakinanmu...

Selasa, 14 Juni 2011

iskaruji(dot)com : Mencoba Eksis dengan Keberagaman

Mengetuk pintu iskaruji(dot)com, tidaklah susah. Di sana ada seorang admin yang selalu siap sedia memberikan informasi apa pun juga. Selain tentang blogging dan tutorialnya, ia juga mempercantik rumahnya dengan berbagai berita. Membuat betah dan nyaman dengan gaya yang sederhana.

Pojok cinta, menjadi persinggahan yang sayang jika dilewatkan. Di sana dibahas tentang berbagai suasana di dalam hubungan dua insan yang merajut kasih.

Ada yang membuatku salut dengan blog ini. Bahwa meski usianya belum genap satu tahun, alias baru berusia 6 bulan, tetapi nilai alexanya sungguh ramping. Itu tandanya, pengunjungnya buanyaaakkkk... Tidak seperti blog ini... *jadi ngiriiii hihihi*

Rasanya, pas jika blog ini memiliki motto : Personal | Blogging | Share | Opini, yang mengedepankan keberagaman untuk dinikmati oleh sang tamu yang hadir di sana. Berbagai suguhan membuat betah dan nyaman dengan One Stop Reading-nya, setidaknya buatku :D

Selamat menjelang The First Anniversary buat blog iskaruji(dot)com. Semoga semakin langgeng dengan ke-eksisannya, dan semakin mampu memberi warna lain di dunia perbloggingan.


* Tulisan ini dipersembahkan dariku, untuk berpartisipasi dalam memperingati The 1st Anniversary yang diselenggarakan oleh Iskaruji (dot) Com.

Selasa, 22 Februari 2011

myworldwords : Tempatku Bereksplorasi

Saat terlintas di dalam benakku untuk berbagi dalam bentuk tulisan, aku kemudian mewujudkannya dengan membuat blog untuk menampungnya.

Kemudian lahirlah sebuah blog sederhana yang kontennya berasal dari kejadian sehari-hari yang real dan sangat sederhana, buah dari kontemplasiku yang senantiasa mengajarkan sesuatu bagiku tentang cinta secara horisontal maupun vertikal yang aku susun tentunya sesuai dengan gaya bahasaku ke dalam bentuk puisi dan cerita pendek.

Saat aku merasa jengah dengan kondisi sosial yang aku ketahui, aku juga menuliskannya di tempat ini. Misalnya saat anggota DPR kita yang terhormat itu melakukan perjalanan ke Yunani untuk studi banding, atau tentang keberadaan gengster di kotaku yang sangat meresahkan ketentraman masyarakat, dan lain sebagainya.

Aku senang dengan lahirnya blogku ini. Selain bisa berbagi melalui tulisanku, ternyata aku juga banyak mendapat teman dari sini. Sahabat-sahabat yang tulus dan peduli satu sama lain, berkenan menjaga tali silaturahim dengan manis dan mengharukan.

Dari tempat ini pula aku bisa mengikuti berbagai kesempatan dalam dunia menulis. Kalah atau menang tak menjadi soal bagiku. Hal yang sangat penting untukku adalah bisa ikut berpartisipasi, dan mendapat kesempatan untuk terus belajar di dunia menulis khususnya menulis puisi. Dari sini pula aku belajar menulis cerita pendek, flash fiction, dan fiksi mini *tapi ampe sekarang belum bisa-bisa :P*

Inilah tempat bereksplorasi bagiku yang aku harapkan dapat semakin berkembang, bukan hanya dari segi kuantitas, namun dari segi kualitas yang mampu memberi makna yang sangat berarti bagi pembaca dan sahabat-sahabatku terkasih.

Tak selamanya seneng terus di dunia blogging ini. Saat sedihku - dan inilah saat yang paling sedih bagiku - adalah saat aku tak bisa menulis lebih banyak lagi seperti saat pertama aku mengisi blog ini. Karena tugas dan kewajiban di dunia off-ku, aku harus kehilangan moment ini, khususnya bersilaturahmi dengan sahabat-sahabatku terkasih.

Aku tak akan pernah bisa melupakan kesan dari persahabatan ini. Dunia blogging telah memberiku arti tersendiri bagiku. Aku sangat berterima kasih buat sahabat-sahabat terkasih yang telah memberikan masukan yang berarti buatku. Semoga di waktu mendatang aku punya waktu yang lapang lagi seperti hari-hari kemarin. Karena aku mencintai blogging sejak hari kemarin, hari ini, dan hari esok.




Tulisan ini diikutsertakan dalam Chika Rei's Give Away yang diselenggarakan oleh Chika dalam rangka 1 tahun blog simple-rei.