Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label unpar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unpar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Efek dari Wabah itu.....

Efek dari wabah hepatitis A yang paling signifikan adalah menurunnya omset yang diperoleh warung nasi yang tersedia di sekitaran UNPAR. Para mahasiswa sekarang memilih memesan menu dari catering yang dipesan jauh dari UNPAR. Pasar yang tadinya sepi dari anak-anak muda, kini jadi penuh dengan para mahasiswa yang memilih untuk memasak sendiri.

Entahlah, fenomena apa lagi yang kini sedang terjadi. Banyak juga anak rumahan, yang makanan dan minumannya bawa dari rumah, tapi tetap saja terjangkit penyakit yang satu ini. Sekarang, vaksin dan test darah dilakukan oleh pihak universitas bekerja sama dengan Balai Pengobatan dari RS. Borromeaus, yang diadakan mulai 8 November hingga 12 November 2011. Singkat banget ya... :D

Semoga anak-anak bangsa ini cepat sembuh.... Amin....

Rabu, 09 November 2011

HEPATITIS A DAN UNPAR

Waduh... Hepatitis A sedang menyerang UNPAR tersayang. Mmmmhhh... Semacam epidemi. Diduga dari makanan yang dijajakan di warung nasi sekitar UNPAR. Tapi masa iya warung nasi dan kantin yang sudah lama melayani para mahasiswa dan karyawan UNPAR itu bisa menyebabkan penyakit itu sekarang, ga dari dulu-dulu?

Data yang diperoleh dari acara talk show yang diselenggarakan di Gedung FISIP, setidaknya ada 39 orang positif mengidap hepatitis A, yang sudah dirawat dan boleh keluar dari rumah sakit. 48 orang positif hepatitis A masih dirawat, dan yang rawat jalan masih cukup banyak (maaf, aku ga punya data untuk yang rawat jalan).

Itulah keadaan para mahasiswa UNPAR, setidaknya sekitar dua minggu terakhir yang aku tau. Mungkin saat ini sudah bertambah lagi. Silih berganti. Satu sembuh, satu masuk rumah sakit.

Penyakit yang banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca yang sedang mengalami pancaroba dan daya tahan tubuh yang ngedrop. Sekarang di kampus setiap hari diadakan vaksin untuk pencegahan penyakit ini.

Aku hanya bisa berdoa, semoga wabah ini cepat berlalu. Semoga, semua yang sakit diberikan kekuatan. Jangan sampai putus asa (aral dalam bahasa Sunda) sehingga bisa menghadapi semuanya dengan hati yang ikhlas, dan hati yang bening, menjadikannya efek positif agar bisa cepet sembuh dari penyakitnya. Amin.

Sabtu, 27 Agustus 2011

ISSEMU Bandung : Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR

Kenapa ya aku koq berasa terharu dengan petualangan empat anak muda ini. Mereka adalah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) - Bandung yang tergabung dalam Mahitala (Mahasiswa Pencinta Alam).

Ada rasa bangga yang sungguh menyelinap saat aku melihat mereka di acara Kick Andy hari Jumat malam kemarin. Kesederhanaan masih terpancar di wajah mereka. Bersahaja.

Adalah sang ketua kelompok : Sofyan Arief Fesa (Ian-28th), tapi aku pengen panggil dia Fesa :D
Fesa adalah mahasiswa Magister Management Unpar, 2009.
Ada juga Broery Andrew Sihombing (mahasiswa Jurusan Fisika 2006, 22th), Xaverius Frans (mahasiswa Jurusan Akuntansi 2005, 24th), Janatan Ginting (mahasiswa Jurusan Akuntansi 2007, 22th).

Ada beberapa hal yang menarik bagiku ketika Fesa, Broery, Frans, dan Atan berkisah tentang pengalaman mereka saat mendaki tujuh gunung tertinggi dunia. Tujuh atap dunia. Tujuh tiang dunia.

Puncak Carztensz Pyramid - Indonesia

Dia merupakan jenis gunung kapur dan curam. Mendakinya harus pake teknik climbing dengan menggunakan fixed rope, semacam tali.
Ada empat puncak yang belum dikasih nama, yang akhirnya puncak-puncak itu diberi nama oleh mereka, karena merekalah yang pertama kali menggapai puncak-puncaknya. Nama-nama puncaknya yaitu : Puncak Merah Putih, Puncak Garuda, Puncak Mahitala, dan Puncak Unpar.

Saat di Aconcagua - Argentina

Mereka harus menghadapi Badai El-Viento Blanco, badai putih semacam badai jet strim. Pada saat tiba di gunung ini, ada semacam kengerian, namanya juga Aconcagua, yang artinya devil. Gunung setan yang mencekam. Norman Edwin dan Didik, para pendaki legendaris itu harus menghembuskan nafasnya di sini; di sebuah pendakian yang dijalaninya.

Kemudian saat di Elbrus - Rusia

Pertama mendarat, di sana ga ada yang bisa berbahasa inggris. Beruntung wkatu itu ketemu sama warga negara Indonesia, sehingga bisa banyak bertanya dan memperoleh informasi tentang Elbrus.
Mereka berhasil membuka jalur pendakian baru lewat utara, dan jalur itu dinamakan Indonesian Route.

Saat di Vinson Massif - Antartika
.
Ke camp pertama menggunakan pesawat, dan harganya mencapai 250 juta untuk per orangnya. Gile mahal sangat :D
Ga sembarang pendaki yang bisa mendaki ke gunung yang satu ini. Selain karena tempat ini terisolir, Vinson Massif hanya membatasi 200 pendaki saja per tahunnya. Tujuannya adalah agar kondisi pegunungan tetap lestari dan tetap terjaga.

Saat buang air besar ga boleh di tempat sembarangan *bukan cuma di Antartika saja yang ga boleh sembarangan :D
Artinya, kalo di tempat lain kan bisa pup di balik batu. Nah, di Antartika, kalo mau pup, pupnya itu harus ditempatin di kantong plastik (kantong plastiknya sudah disediain di sana), dan ga boleh ditinggal di sana. Harus dibawa pulang! Kata Atan, yang pasti, bawaan makin berat. Tapi ga bau koq :D
Kalo pipis, itu harus ditampung dulu di botol, kemudian harus nyari semacam lubang di sana, dan baru deh kalo udah nemu lubangnya, isi dari botol itu ditumpahin.

Di Antartika matahari bersinar 24 jam. Mereka pake jam waktu Chile. Jadi kalo pas jam sebelas malem, ya mereka bobo meski matahari bersinar dengan terang. Suhu bisa nyampe minus 30 derajat (dua kali suhu freezer di kulkas kita).

Saat di Everest - Nepal

Ada beberapa bahaya jika mendaki ke Gunung Everest ini.
Yang pertama itu adalah bahaya ice fall, akan banyaknya rekahan batu, jurang salju, frossbite, trus penyakit yang disingkat AMS yang bisa nyerang ke paru-paru : bisa kerendem air (hace), dan menyerang ke otak, karena ada semacam cairan masuk ke otak (hape).

Frossbite biasanya menyerang ujung jari tangan, ujung hidung, ujung telinga. Gejala awalnya ujung-ujung jari terasa dingin banget yang menyebabkan pembuluh darah menyempit ga bisa mengalirkan darahnya ke ujung-ujung jari-jari tersebut, sehingga membusuk dan harus diamputasi. Tidak ada pengobatan lain!
Pencegahannya dengan aklimatisasi atau penyesuaian terhadap udara dan lingkungannya. Dengan naik ke gunung itu, kemudian turun lagi, dan besoknya naik lagi hingga ke puncaknya.

Denali - Alaska

Di sini, para pendaki harus membawa beban masing-masing seberat 50kg. Saat landai, beban bisa ditarik dengan tali, sedangkan saat curam, beban harus dibawa di pundak.


Kendala lain saat mendaki Puncak Denali, dimana kakinya beneran setengah napak saat mendakinya. Bayangin, 70 derajat! Belum lagi white out *ga tau nulisnya bener apa ga :D
White out itu, ga bisa ngebedain antara salju atau awan. Fatal banget kan kalo salah satu dari mereka ada yang nginjek awan? Jadi beneran harus extra super hati-hati deh pokoknya.



***

Kira-kira seperti itulah, yang bisa aku tangkap dari kisah mereka di acara Kick Andy.
Mmhhh... Setelah menyimak kisah di atas, aku seperti mendapatkan sebuah wawasan tentang sebuah petualangan yang mempertaruhkan nyawa. Sebuah petualangan yang berawal dari mimpi -bahkan untuk bermimpi pun tak berani- karena tak ada duit :D

Kini, berkat para sponsor yang peduli, mereka telah berhasil mengibarkan bendera merah putih di atap-atapnya dunia. Biaya pendakian yang menghabiskan sekitar 7M itu tidak sia-sia. Mereka telah kembali pulang dengan selamat dan sehat sentosa. Kembali ke kampus dengan membawa pengalaman yang sangat berharga. Mereka tetap rendah hati, seperti yang pernah aku lihat, Fesa dan Frans ngobrol dengan ramahnya bersama seorang pekarya di salah satu koridor fakultas di kampus.

Teruslah berjuang pahlawanku, dan tetaplah rendah hati. Mendakilah ke gunung-gunung dengan cinta dan kerendahan hatimu. Bukan dengan kata-kata menaklukan alam, tetapi dengan kesungguhanmu bahwa kau berani mencintainya dengan sepenuh hati, agar kau dapat lebih santun dalam segala hal, dan terutama lebih dekat lagi dengan Tuhan Sang Empunya Alam Raya ini.
Sekali lagi, jejakkanlah kaki-kakimu demi cinta dan pengetahuan. Gaungkanlah Indonesia Raya dimana-mana :)

Salam Lestari!
I'm very proud of you, and I love you very much...



* Buku petualangan mereka yang pertama adalah Sudirman Range Trail - 99rb.
Buku kedua mereka : Pucuk Es di Ujung Dunia - 125rb.
Moga aku bisa beli bukunya :D

Kamis, 23 September 2010

Pancaran Sukacita : Sebuah Renungan Halal Bihalal


Pancaran sukacita... Itulah tema dalam acara silaturahmi di Keluarga Besar Unpar, 22 September 2010 dengan penceramah Bapak Dr. H. Achmad Suherman, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bandung, dan dihadiri pula oleh Bapak H. Dada Rosada, sebagai Walikota Bandung.

Di dalam sambutannya, Bapak Dada mengemukakan beberapa program yang sedang dilakukan oleh Kota Bandung, diantaranya Program Sejuta Pohon, Program Sejuta Bunga, Program Kali Cikapundung, akan dibuat juga jalan tol yang menghubungkan antara daerah Ujungberung dan Majalaya, dll.
Pak Dada menyebutkan betapa pentingnya peduli lingkungan. Nabi Muhammad sendiri mengajarkan kepada umatnya, "Menanamlah dengan benih pohon di tanganmu, walau esok kiamat" Ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya merawat dan memelihara lingkungan serta mencintainya. Kemudian, jika berperang Nabi tidak menganjurkan untuk merusak pohon.

Walikota juga menambahkan bahwa Kota Bandung adalah Kota Agamis, bukan Kota Islami, karena menyadari akan keberagaman yang ada di Kota Bandung. Di Kota Bandung sendiri, pemeluk yang beragama Islam 89% sedangkan sisanya yang 11% terdiri dari Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu.

Dalam kesempatan ini juga, Pak Walikota menyampaikan bahwa ternyata, silaturahmi ini yang seolah hanya terkesan milik orang muslim saja, namun ternyata di Keluarga Besar Unpar pun, ia dapat menemukannya, dan inilah yang menurutnya adalah sesuatu yang sangat luar biasa, sampai-sampai ia membatalkan acara peresmian mesjid di sebuah daerah.

Walikota Bandung




Di akhir sambutannya Pak Dada menghimbau agar setiap warga mau menanam pohon barang satu pohonpun. Meski di Bandung ini banyak terdapat suku-suku lain yang ada di Indonesia ini, namun hendaknya mencintai juga Bandung, sebagai tempatnya berusaha dan tinggal.

Bapak Achmad, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bandung


Di dalam renungannya Bapak Achmad, menyampaikan beberapa hal yang baru aku dengar. Gaya dakwahnya lucu, bikin segar, dengan banyolan-banyolannya yang khas. Dia menyampaikan bahwa arti sebenarnya shaum sama dengan puasa. Puasa diambil dari Bahasa Jawa : Ngeposake Rasa (baca : ngeposake roso). Dan di dalam Alquran sama dengan puasa berbicara. Dalam renungannya juga beliau memaparkan bahwa ada kesamaan antara Alquran dan Injil. Salah satunya tentang hari kiamat. Bahwa tak seorangpun yang tahu kapan itu terjadi. Baik Nabi Isa atau Nabi Muhammad, atau para malaikatpun. Jadi yang mengetahui akan hari kiamat itu hanyalah Tuhan semata.

Adapun filosofi ketupat. Kenapa ketupat tidak dibuat dari daun pisang, tapi daun kelapa. Karena secara keseluruhan pohon kelapa sangat berguna bagi manusia. Dibuat dari janur, yang saling mengikat dan menguatkan. Di dalamnya ada beras sebagai lambang kemakmuran. Pada masanya, ketupat juga dipercaya sebagai penolak bala.
Ceritanya waktu jaman wali, bahwa ada satu wali yang bikin ketupat, dan wali yang diberi ketupat itu kemudian memberi lagi ketupat pada wali yang telah memberi ketupat, disajikan dengan santan yang diartikan sebagai pangapunten. Jadi ketupat dan santan itu diintisarikan sebagai saling memohon maaf atas segala kalepatan, nyuhunkeun pangapunten (baca : meminta maaf).

Dalam ceramahnya juga, Pak Achmad merasa heran dengan tradisi mudik. Mengapa setiap lebaran harus mudik, sementara kita mencari nafkah di Bandung, tinggal di Bandung. Tapi kenapa pada saat lebaran malah merayakan di kampung halaman, dan membayar jakat juga di lembur? (lembur : kampung, desa).

Lagi, soal lingkungan menjadi titik utama dalam ceramahnya. Bahwa di dalam kehidupan ini ada dua hubungan yang harus dilestarikan, dan memaparkan hadits Nabi yang sempat disinggung oleh Pak Walikota. 
Adalah Habluminallah dan Habluminnanas. Hubungan manusia dengan Tuhan, dan hubungan dengan makhlukNya. Di dalam hubungan yang kedua ini, terbagi lagi menjadi dua, yaitu hubungan antara biotik dan abiotik. Bahwa selain kita berhubungan dengan sesama kita,  juga hewan, tumbuhan, dst (biotik),  kita juga berhubungan dengan abiotik, seperti udara, air. 

Tentang udara......
Berapa banyakkah kita menghirup udara dari kita lahir sampai sekarang. Hehehe..beliau juga menghitung 'subsidi' yang diberikan oleh Tuhan dalam satu bulan. Ternyata, Tuhan telah memberi 'subsidi' sebanyak 11.400.000 perak...!! Itu kalo oksigen dihitung pertabungnya 40.000 perak... (Sebenernya beliau ngasih perinciannya sih... Tapi ga keburu dicatet, keasyikan ngedengerin hehehe...)

Tentang air......
Ada penelitian di Jepang tentang air, ternyata air itu bisa mendengar dan memiliki perasaan. Saat kita menghaturkan terima kasih padanya, kemudian secara mencengangkan kristal-kristal air itu membentuk dirinya menjadi sesuatu yang indah. Dan jika diperdengarkan musik Mozart, ia pun bisa membentuk dirinya menjadi seperti bunga.  Berbeda saat air mendengar musik yang keras, brang breng brong...hihi.. Air akan membentuk kristal yang ga bagus. hehe.. air aja udah kaya gitu, apalagi orang ya...hihi...Eh, tapi orang mah malah ada yang bisa menikmati itu...hihihi.. Ah..Betapa Tuhan itu selalu memberi keajaiban bagi umatNya...

Kaitannya dengan udara dan air... Bagaimana kita memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya. Menanam pohon dan menghemat air... Menggunakan mereka dengan bijak dan penuh cinta. Agar alampun menyayangi kita pula. Tak seperti di Brasil, bahwa angin tornado pun, yang biasanya berupa angin, kini sudah berubah bentuk menjadi angin tornado yang membawa api, yang jika ditelisik lagi, ternyata pohon-pohon sudah tak ada lagi di sana. Itulah kekuasaan Tuhan, selain memperlihatkan matahari yang menjadi empat di China, pasir yang menyembul terus menerus di Saudi Arabia, dan fenomena-fenomena lainnya.

Akhirnya... aku bisa menyimpulkan, bahwa di atas segalanya... Kebersamaan itu indah.  Kerukunan itu cantik, dan perbedaan itu bagai pelangi yang memancarkan keindahannya tersendiri, unik, dan mengagumkan. Silaturahmi itu mulia dan menyenangkan. Dan... kapan lagi aku bisa bersalaman dengan Bapak Dada Rosada heheheh...


* mohon maaf jika terdapat kesalahan, mohon koreksinya yaaa...:)

Selasa, 31 Agustus 2010

Profile Summiteer : Indonesia Seven Summits Expedition

Sekian waktu berlalu, tatkala perjalanan para pahlawan masa kini-ku, aku mencoba menampilkan profil dari para climbing yang tergabung dalam tim ekspedisi Indonesia Seven Summits Expedition : Mahitala Unpar 2009 - 2012.


Budi Hartono Purnomo (51), Alumni S1 Teknik Jurusan Teknik Sipil Unpar.



Sofyan Arief Fesa (27), Mahasiswa Magister Manajemen Unpar
Alumni S1 FISIP Jurusan Administrasi Negara Unpar.



Frans Tumakaka (23), Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unpar.



Janatan Ginting (21), Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unpar.



Broery Andrew (21), Mahasiswa S1 Fakultas Teknologi dan Ilmu Sains Jurusan Fisika Unpar.


Expedisi yang sudah dan akan dijalani :
1.  Puncak Carstensz, Papua - Januari 2009
2.  Puncak Kilimanjaro, Tanzania - Agustus 2010
3.  Puncak Elbrus, Rusia - Agustus 2010
4.  Puncak Vinson Massif, Antartika - Januari 2011
5.  Puncak Aconcagua, Argentina - Februari 2011
6.  Puncak Everest, Nepal - Maret-Mei 2011
7.  Puncak Denali, Alaska - Mei 2011

Itulah profil pahlawan-pahlawan masa kini yang sedang berjuang menaklukkan tujuh puncak dunia. Semoga mereka selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin...

Selasa, 17 Agustus 2010

Pahlawan Masa Kini


Informasi pahlawan-pahlawan masa kini yang kuperoleh dari Harian Pikiran Rakyat, edisi 12 Agustus 2010, menyebutkan bahwa mereka yang pergi dalam  Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR (ISSEMU) 2009 - 2012, antara lain Frans Tumakaka (Jurusan Akuntansi FE Unpar), Sofyan Arief Fesa (Program Magister Manajemen Unpar), Broery Andrew (Jurusan Fisika FTIS Unpar), dan Janatan Ginting (Jurusan Akuntansi FE Unpar).

Anak bangsa ini telah berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di 2 dari 7 puncak tertinggi di dunia, yaitu Puncak Carstensz Pyramid di Papua Indonesia pada bulan Januari 2009 dan yang terkini adalah Puncak Kilimanjaro (Puncak Uhuru) di Tanzania Afrika pada tanggal 10 Agustus 2010 pukul 10.20 waktu setempat melalui Western Breach. Menurut rencana, mereka akan melakukan pendakian pada pukul 03.00 dini hari, dan diperkirakan tiba di Puncak Elbrus, Rusia pukul 10 pagi waktu setempat.

Keberhasilan anak bangsa yang berformasikan minimalis ini, tentu sangat membanggakan mereka. Pada tanggal 9 Agustus 2010 mereka bertemu dengan tim dari USA dengan formasi 17 orang anggota tim ekspedisi dengan dukungan penuh 83 orang porter. Sementara mereka berangkat hanya 4 orang saja ditemani 5 porter dan 2 guide.

Sesuai namanya, seven summits merupakan tujuh puncak tertinggi dunia di tujuh benua. Istilah tersebut pertama kali dikenalkan oleh Richard (Dick) Daniel Bass, seorang Amerika Serikat, sekitar tahun 1980, meski selanjutnya terdapat revisi-revisi terkait dengan puncak-puncak tersebut.

Tujuh puncak tertinggi yang tersebar di tujuh benua itu adalah :
- Puncak Carstensz (Papua / 4.884 mdpl)
- Kilimanjaro (Tanzania Afrika / 5.895 mdpl)
- Elbrus (Rusia / 5.642 mdpl)
- Aconcagua (Argentina / 6.962 mdpl)
- Denali / McKinley (Alaska / 6.194 mdpl)
- Vinson Massif (Antartika / 4.897 mdpl)
- Sagarmatha / Everest (Nepal / 8.850 mdpl)

Wahai pahlawan-pahlawan sejatiku, kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di setiap puncak-puncak dunia, sebagai bentuk perjuanganmu dalam mengharumkan nama Indonesia, sebagai kado termanis di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65 ini. Aku yakin para pahlawan kemerdekaan yang telah mendahului kita akan tersenyum penuh haru melihat perjuanganmu di kehidupan kekalnya. Doa kami selalu menyertaimu...


* Aku akan mengikuti selalu jejak langkahmu di setiap gerak yang membawa diri dan jiwamu.

Rabu, 11 Agustus 2010

INDONESIA seven summits expedition



Ada rasa haru yang menyelinap kuat, ketika aku tak sengaja melihat satu kegiatan di sebuah pelataran
Ada rasa bangga yang begitu mendalam, ketika aku tahu kegiatan itu



Demi mencatatkan nama bangsa, kamu pergi...
Demi keharuman bangsa, kamu ada untuk ekspedisi yang bertaraf internasional ini
Berbaur dengan bangsa-bangsa lainnya...

Kibarkanlah Sang Saka Merah Putih tercinta kita
Di puncak-puncaknya dunia, dengan gagah berani...!

Aku, hanya sanggup temangu dan berdoa
Untuk ekspedisi mulia ini


jawara-jawara yang berangkat

Tentunya, kau akan....

Lebih mendekatkan diri pada alam dan Sang Penciptanya
Lebih merendahkan hati, sikap, dan ego dengan mampu mencapai puncak-puncaknya dunia
Lebih sanggup merasakan betapa Tuhan itu Maha Segalanya
Hingga kita tak sanggup lagi untuk memungkirinya
Bahwa...
Tanpa DIA kita bukan apa-apa...!!



Selamat mendaki... 
Perjalananmu amatlah panjang, dan pasti sangat melelahkan bagimu
Tolong tanamkanlah cintamu pada mereka
Tolong sebarkanlah senyum tulusmu di sana
Ukirlah segala rindumu di sana
Dengan rendah hati dan penuh kasih sayang dan niat yang jujur
Kontemplasimu di sana akan membangun kehidupan jiwa dan ragamu sampai selamanya...

Titip salam hangat dan cintaku pada alam yang menaungimu di sepanjang perjalananmu
Aku harap, kamu dapat kembali pulang dengan selamat
Dengan senyum yang tulus menggugah jiwa
Dengan cintamu pada Tuhan, alam, dan sesamamu

Kabarkanlah tentang berjuta keindahan yang telah kau hampiri
Ceritakanlah saat-saat kau mendekat dan sanggup menyentuh awan itu
Ceritakanlah saat-saat kau mendekati bintang gemintang dan rembulan
Seolah kau sanggup menyentuh mereka dengan seluruh kasih sayangmu


SEMANGAT...!!




* pelepasan team ekspedisi mahitala (mahasiswa pencinta alam) UNPAR, 30 Juli 2010
waktu itu, kebetulan aku lewat ke arah-arah tempat ini, dan...akhirnya aku beraniin diri untuk minta ijin fotoin hihi...
aku postingin ini karena aku merasa bahwa ini adalah event yang baru aku temui, entah kapan lagi aku bisa melihat acara seperti ini...jadi, kupikir ga ada salahnya juga aku memberi support lewat doaku dan menulis tentang mereka, meski aku ga tau banyak kegiatan mereka seperti apa..hehehe.. piss ah...:)