Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 03 September 2011

Daun itu (Mungkin) Telah Rapuh

Di ujung pematang yang aku pijak kini
Tanpa sengaja, telah mengantarku pada sebuah dimensi waktu
Kenangan saat aku bisa menyentuh kepalamu; mencerabuti uban-uban yang kian mewarnai rambutmu
Sepintas lalu, aku melihat senyummu di sana
Dibalik rerimbunan pohon jambu, depan rumah kita

Kenanganku bersamamu mungkin hanya sebatas uban-ubanmu
Kenanganku bersamamu mungkin sesederhana pagi sore yang mengalir terlalui
Kenanganku bersamamu mungkin hanya terlampaui saat aku masih kanak-kanak; saat aku tak mengerti tentang sebuah kepergian kekal

Memang hanya sebatas itulah kebersamaan kita
Namun dibalik keterbatasan kita, ada ikatan batin yang tak terbatas oleh apapun, dan siapa pun juga
Kau yang membuatku ada; dengan kelembutan dan kekerasan yang pernah ada
Bahwa Tuhan telah memilihmu untuk aku tercipta ke dunia ini

Berjuta doa mengalir untukmu
Berharap dapat menggenangimu selalu
Menghiasi pusaramu
Warna warninya menyentuh rohmu, mengusap lembut daun itu yang (mungkin) telah rapuh
Kupersembahkan rangkaian kembang-kembang termanis dariku
Terwangi dari segala yang pernah kau hirup di dunia ini
Semoga!

Inilah yang kusebut sebagai baktiku, Ayah...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]