Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 24 Februari 2012

Kenyamanan Publik

Di parkiran

Sebuah Toyota Fortuner putih. Ada di depan antrianku saat itu. Cakep. Aku ga ngerti tentang kendaraan, terlebih lagi tentang mobil. Feelingku saja yang mengatakan kalo mobil yang ada di depanku itu bagus, cakep, enak dilihat. Masalah harga, aku ga tau. Gelap! Ga seputih warnanya.

Terlihat dari tempatku, pengendara mobil cakep itu adalah seorang ibu muda. Dengan leletnya, ia mencari kartu parkir. Lamaaaaaa banget. Sampai di belakangnya banyak kendaraan yang antri. Semakin gusar. Klakson pun berbunyi. Hadeeehhh... Itu mobil aja yang bagus, tapi sikap dari pengendaranya ga mencerminkan bagusnya mobil yang dikendarainya. *Ga nyambung ya... :P


Di angkot
 
Namanya juga angkot. Berbagai orang yang menumpang, pasti tujuannya berbeda. Turunnya ga bareng sama kita. Saat ada yang hendak turun duluan, kebetulan ia duduknya di pojok, pastilah memerlukan sedikit jalan di antara kaki-kaki penumpang itu. Ada seorang perempuan yang dengan dinginnya tanpa menggerakkan badannya, apalagi barang bawaannya di lantai angkot.  Ia tak memberikan jalan pada penumpang lainnya yang akan turun. Hadeeehhh... Aku hanya bisa menghela nafas dan terdengarlah seseorang di sebelahku berkata, "Mba, tolong barangnya digeser...." 
Ajaibnya, ia tak mendengarkan teguran itu. Ga peka atau gimana ya orang itu......? Sesaat aku takjub, heran, dan merasakan keanehan ada di dalam dirinya.

Di supermarket

Di kassir, ada seorang yang berbelanja, dan setelah menerima struk pembelanjaannya, ia dengan santai mengecek barangnya di situ sampai benar-benar habis dicek barangnya. Sementara, di belakangnya, pengunjung supermarket yang mau bayar di kasir itu kian bertambah banyak. Halaaahhh...

***

Sebenernya, masih banyak kejadian yang aku alami, aku lihat, dan aku dengarkan mengenai rasa tepo seliro ini. Banyak yang buang sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Tapi cukup tiga saja yang terpaparkan di sini, ga usah banyak-banyak... :D
 
Sederhana. Tak perlu banyak tuntutan dari sikap kita saat kita berada di arena publik. Minimal ga menghambat dan merugikan orang lain. Ga membuat orang lain kesal dengan sikap kita yang pastinya menyebalkan banyak orang. Siapakah diri kita, sehingga kita berbuat demikian? Membuat orang lain nyaman saat kita berada di tengah-tengah mereka, merupakan sesuatu yang bisa menunjukkan diri kita yang sebenarnya.


2 komentar:

Iskaruji dot com mengatakan... [Reply Comment]

dan seandainya kta sadar bahwa kita tidak ada bedanya dengan mereka ketika berada di area publik, pastinya ini tidak akan terjadi...nice share and happy blogging!

@yankmira mengatakan... [Reply Comment]

setujuuu...terkadang kita terlalu banyak menganalisa orang tanpa menganilisa diri kita sendiri yang masih banyak kurangnya juga. nicepost Jeng :)

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]