Hah..? Kau pergi lagi...?
Ada sebuah serat yang tak rela saat aku mendengar kau pergi
Namun aku tak ada daya untuk tidak merelakannya
Aku tak mau mengganggu apapun yang harus terjadi
Ingin kubiarkan ia seperti setulusnya bumi berputar, selain karena titahNYA
Dalam jeda, kau tahu isi mimpi-mimpiku
Dalam jingganya senja kau coba mewujudkannya
Lewati tabir yang tak berkesudahan
Tak resah akan hujan, badai, petir menyambar, bintang berkelip atau tidak...
Matahari tersenyum atau tidak...
Rembulan kan hadir dengan senyumnya yang biru atau tidak...
Angin kan membelai jarak atau tidak...
Semua kau coba tangkap satu sisi gundahku dan mengubahnya menjadi harapan inspirasi
Ruang kalbu ini... Sudut hati ini
Kan senantiasa menyembunyikan dirimu di sana
Kan kusimpan bersama bebungaan dengan daun-daun yang ceria
Membuatmu seperti tidur di atas awan-awan nan lembut
Menyingkap setiap helai rindu
Kau membuatku menjadi sebebas-bebasnya burung
Terbang dengan kedua sayapku yang rapuh
Rapuhnya rapuh... Tak kan pernah luruh saat kau mengecup luka dalamku; kecewa dan kelu
Kau buat aku mengerti diriku
Nyaman dalam pelukan langit biru
Dalam singgasanamu kau ayun aku dengan caramu
Tatapan teduhmu dan semburat senyuman tulusmu
Tak takut jatuh, tak takut terjerembab
Ritme hidupmu adalah setiap jengkalnya rejeki
Rejekimu adalah setiap doa sehari-harimu
Doa sehari-harimu adalah setiap nafas kesehatanmu
Kesehatanmu adalah aktivitasmu
Aktivitasmu adalah pilihanmu
Pilihanmu adalah energi, surga dam amalmu
Apapun yang menjadi pilihanmu jadikanlah ia sebagai energi segar, surga bagimu dan jadikanlah ia sebagai setulus-tulusnya amalmu
Yang kan terus menatangmu ke kehidupan selanjutnya




























