Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 Mei 2011

Baiklah

Dalam sembab kelopak mata ini
Aku berkaca dalam cerminnya hening
Kurasa, malam ini adalah malam yang tak ramah
Namun ia telah memberiku sebuah kejujuran

Separuh nafasku tersengal
Demi menyapamu
Menuliskan beberapa bait penggalan hati di atas awan
Menafsirkan mimpi-mimpi yang sebentar pergi

Kecewa, pilu, dan teriris perih
Menikam dinding hatiku dengan sempurna
Sayatannya murni dan bening
Menyeruakkan getah rindu yang kosong; terpaksa ruangnya kukosongkan

Berlapis-lapis senyum pembungkus parasku
Perlahan tersingkap lembar demi lembarnya
Semakin lama semakin pucat pasi
Lemah dalam daya yang kian sekarat

Aku, ingin taat pada kepasrahanku
Serupa dedaunan yang harus luruh meski dihempas angin sepoi saja
Kepasrahan dalam tempurung ketegaran
Yang di dalamnya terdapat pula mata air kasih yang tak berbatas

Semoga!

3 komentar:

Djangan Pakies mengatakan... [Reply Comment]

wah kangen Mbak ndak main ke Bandung nih, semoga Mbak Diana selalu sehat dan tetap bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya.
---
seperti biasa puisi Mbak Diana penuh dengan makna sehinggga seringkali saya terjerembab dalam perenungan untuk memahaminya. simpanan Air mata tak terbatas ... waow sungguh ketegaran yang indah

Senja Di Batas Cakrawala mengatakan... [Reply Comment]

sekali lg terkesima dgn tulisan mu mbak...

Pkbr, lama tak kelihatan.

NURA mengatakan... [Reply Comment]

salam sobat
puisi indah bermakna syukur ,
diakhir puisi "terdapat mata air kasih yg tak terbatas"

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]