Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 26 Oktober 2011

Sebuah Perjalanan dari Ring 3 Hingga ke Ring 1 : pada suatu masa

“Ah, Indonesiaku tersayang ini rupanya sedang merayakan sebuah perhelatan yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Maka wajar saja jika aku melewati para paspampres, pejabat, dan bahkan orang No.1 di negeriku ini. Etapi, sebentar. Jika aku baru mengetahuinya sekarang. Maafkan aku, paspampres, yang akhirnya aku tahu saat mereka sepertinya dipersalahkan oleh banyak pihak, karena aku bisa lolos melewati penjagaan ketatnya, dan melewati para petinggi negeriku ini dari ring 3 hingga tiba di ring 1 dengan lugu dan elegan. Sekali lagi, maafkan aku. Sungguh, aku tak tahu dan aku tak bermaksud jahat. Aku hanya rakyat jelata yang tahunya mencari nafkah sesuai dengan kemampuanku.”

Itu kira-kira yang terbersit di dalam pikiranku jika aku ada di posisi I Nyoman Minta. Insiden I Nyoman Minta memang telah menggegerkan banyak kalangan. Ada yang tertawa sambil geleng-geleng kepala. Ada yang tersenyum, ada yang menyalahkan para petugas kenegaraan itu. Ada yang tidak peduli. Dan aku, termasuk dalam golongan orang yang tersenyum saja. 

Itu, jika aku sedang menempatkan diri menjadi seorang I Nyoman Minta.

Sekarang, aku hendak menempatkan diriku sebagai Presiden RI. Aku tak akan segan memanggil bapak yang lugu ini, mengajaknya tersenyum dan jika bisa, aku ingin banyak berbagi dengannya. Aku akan melupakan sejenak acara kenegaraan itu. Jika bisa, saat itu juga akan aku lakukan. Tetapi jika saat itu aku tidak bisa melakukannya, aku ingin suatu saat berkunjung ke kediamannya, setidaknya setelah acara ini selesai. Aku ingin banyak berbincang dengannya. Aku ingin membebaskan waktuku sejenak demi bapak yang lugu ini dan mendengarkannya. Mungkin, hanya ini yang diketahuinya : bekerja untuk hidup.

1 komentar:

Iskandar Aruji mengatakan... [Reply Comment]

Bener Mbak..kalo saya jadi presiden juga akan berbuat demikian jika memang sudah dipastikan aman bahwa sang bapak memang lugu. Trus saya kasih pekerjaan tuk jadi tukang rumput istana.

Tapi kalo saya sebagai Danjen Paspampres, saya akan kumpulkan petugas dilapangan trus saya suruh si bapak sepeda ontel untuk memerintahkan mereka push up dan keliling lapangan monas 10 kali..haha..nice post and happy blogging Mbak

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]