Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 26 Januari 2011

Dibalik Kesunyian

Selintas pesonamu kian lekat
Pada tubir jiwa yang bermahkotakan ketulusan

Senyummu tak lepas dari seri wajahmu
Menyertai keindahan bening matamu nan teduh

Sayang...
Menarilah terus dengan lekuk tubuhmu yang eksotis
Rabalah segenap kerinduanku di setiap relungnya
Tinggallah dalam kemah hatiku nan sederhana ini
Sebab, aku telah menantimu di rongganya kalbumu

Sayang...
Ijinkanlah aku untuk mengabdikan diri seutuhnya padamu
Ijinkanlah aku untuk menyatukan pesona kita
Dalam bait-bait sujud kita padaNya
Karena puncak di dalam seluruh hidupku adalah menyayangimu, menemanimu di sepanjang waktu kita; 
tak ada yang lain dan tak kan pernah tergantikan oleh apapun juga...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #4 : Puncak

17 komentar:

Bunda Shishil mengatakan... [Reply Comment]

tante diana darimana nih, baru nongol lagi, hehehe... kangen nih baca2 puisinya biarpun kadang terlampau tinggi bahasanya :)

Bunda Shishil mengatakan... [Reply Comment]

maksudnya aku ga begitu ngerti tante maknanya, hehehe... maklum gatek

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

Krinduan mang sring mnghdirkn isnpirasi yg tak disangka2...
dtunggu puisi2 brikutnya...

Iskaruji mengatakan... [Reply Comment]

Disini....melepas lesunyian..happy blogging!

julicavero mengatakan... [Reply Comment]

dibalik kesunyian terkadang ada ketakutan lho neng...

Winny Widyawati mengatakan... [Reply Comment]

Tubir itu apa mbak

Hmm puisi yg indah seperti biasanya :)

Zulfadhli's Family mengatakan... [Reply Comment]

Puisinya bagus Mba. tapi apa yah arti kata tubir??

Btw ada lomba Mba di blog keluaragzulfadhli. Sok monggo kalo mo ikutan. Gampang ko caranya. Ditunggu yah partisi-sapinya :-)

Thanks

Antonini Ramon mengatakan... [Reply Comment]

sebesar itukah pengorbananmu untuk cinta?
sesekali bacalah novel padang bulan andrea hirata:
cinta kadang tak boleh dituruti

tiwi mengatakan... [Reply Comment]

siang teh.....puisinya mkn mantep aja nih...sukses trs..!

aryadevi sudut kelas mengatakan... [Reply Comment]

sudah mendekati klimaks.....semoga akhirnya happy...

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

Kerenn..... :D

langsung speechless lah pokoknya hhe.... Oiya maaf banget baru nongol lagi, maklum liburnya kelamaan hhe... :P

Have a nice day :P

7 taman langit mengatakan... [Reply Comment]

puitis banget kata-katany
sudah lama tidak berkunjung ke mari
salam sejahtera

dee mengatakan... [Reply Comment]

dalam bait-bait sujud padaNya.. aku suka itu! Nice Mb"

jumialely mengatakan... [Reply Comment]

terhanyut dengan puisinya.. cinta:)

Noor's blog (inside of me ) mengatakan... [Reply Comment]

Semoga kesunyian dapat menyampaikan senandung rindu ini padanya...

aryadevi sudut kelas mengatakan... [Reply Comment]

saya senang dengan kesunyian, bisa lebih fokus dengan kerjaan....dan sebenarnya itu juga adalah keramaian dari yang kita buat....ditengah sunyi ada kesibukan kerja.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@ all.. terima kasih atas komentarnya ya..i love you all...

menjawab pertanyaan mba herien dan mba winny : tubir itu adalah tebing yang curam, atau di tepinya..

maaf telat jawabnya hehehe..maklum lah, sekrang jd kerja rodi..hihi..makasi atas pertanyaannya ya..:)

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]