Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 21 Januari 2011

Saat Daun Jatuh

Menekuri jalanan sepi
Aku terhenti sejenak
Menatap daun luruh di dekat kakiku
Menjejak bumi dengan santun

Kusentuh daun itu dan memungutnya
Seiring air mataku yang menitik, aku mengecupnya

Saat daun jatuh, aku teringat kehidupan setelah mati
Dan kepadanya, kutitipkan salam salam hormat,
dengan kerendahan hati pada sang kehidupan kekal...



#30harimenulispuisi-Vol.2 - #3 : Daun

8 komentar:

Noor's blog (inside of me ) mengatakan... [Reply Comment]

Yupz...siapapun di dunia ini tak dapat mengingkari kehendakNYA, kita akan mati...entah hari ini, entah besok...entah nanti...

Clara Canceriana mengatakan... [Reply Comment]

puisi sederhana yang mengingatkan tentang kehidupan ^^

Seiri Hanako mengatakan... [Reply Comment]

wah daku nggak ikutan yg volume 2.. takut tertelan kesibukan di UGD kak

kk yang semangat ya
semoga bisa jadi yg terbaik n masuk buku ^^

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

selamat PR dah 2 jeng..hueheueheue

Mood mengatakan... [Reply Comment]

Terimakasih telah mengingatkan.
Jadi mikir, punya bekal apa saya, saat nanti dipertanyakan pada masanya.

Salam.. .

aryadevi sudut kelas mengatakan... [Reply Comment]

jadi ingat puisi kala itu......seperti daun kering...satu satu jatuh....berserakan...
(ditulis saat lagi putus asa, sekitar tahun 1980-an)...singkat..padat ..bermakna..

Antonini Ramon mengatakan... [Reply Comment]

30 hari menulis puisi, flower?
kaya judul film...hehehehe...
kamu selalu bersedih atas sebuah kehilangan...

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

stelah tangkai-tangkai itu melepasnya,lalu kemna angin kan membawanya?

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]