Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 05 Juni 2011

Pisau

Pisau itu tersamar di senyummu
Memikat siapa saja yang memandangmu
Jleb! Jleb! Jleb!
Begitu bunyi pisaumu di setiap jantung itu saat ia menikamkan pesona dirimu
Tuntas, lugas, lembut, sekaligus menyesakkan

Aku pun tak kuasa menghindarinya
Saat malam itu kau menyapaku
Dengan jutaan pisau dibalik tubuhmu
Siap menguliti hatiku

Ah, aku akhirnya roboh
Pisaumu terlampau tajam dan menyilaukan mata
Aku pingsan!
Aku berada di pelukan jutaan pisaumu kini

Aku bingung, linglung
Haruskah aku sedih, atau suka?
Aku ini sedang terluka atau penuh suka cita?
Jelas terasa, bahwa kau adalah candu!
Aku, inginkan kau tak menguliti hatiku
Namun mengiris tipis-tipis rindu ini, yang kian hari kian menyesakkanku!

1 komentar:

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan... [Reply Comment]

jadi ingat puisi pisau-nya Sutardji CB :)
beda jauh sih :p

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]