Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 Juli 2010

GOD is a Director


Menyusuri pematang kehidupan ini yang penuh dengan kejutan-kejutan penuh makna; tak peduli pedih dan perih, senang dan bahagia.

Pagi telah merebak, seiring debur pantai dan angin yang tak henti memainkan rambutku. Udara pantai yang khas, kuhirup dengan sepenuh hati, di sedalam-dalamnya kuambil sari patinya untuk kusebar dalam paru-paruku dan ke seluruh tubuhku.

"Mba, Pak Ipong meninggal..." ujar Lia sambil menghampiriku dan tentu saja mengagetkan konsentrasiku yang sedang menikmati udara yang kuhirup dengan penuh syukur ini.

"Haaaaaaa? Apa Li? Aku ga salah dengar?" tanyaku kaget. Asli, aku kaget banget dengernya. Baru kemarin banget aku bertemu dengannya, dua hari sebelum kami ke pantai ini.

"Iya mba. Pak Ipong... Dia kena serangan jantung," kata Lia berusaha meyakinkanku.

"Mmhh...iya sih, aku sempat denger juga, kalo dulu Pak Ipong sempet dirawat. Tapi, sekarang jiwanya bener-bener ga ketolong ya..." kataku dengan tatapan yang menerawang jauh.

"Kamu tahu dari siapa, Li?"

"Lia tahu dari mama mba...barusan mama nelpon Lia," jelas Lia lagi, mencoba menjawab rasa penasaranku.

"Mama tadi sempet crita juga, kata suster temen mama, kalo diliat dari ciri-cirinya, bisa jadi Pak Ipong meninggalnya dari semaleman, mba...karena ga ketahuan sama siapapun..." papar Lia.

"Lah, isterinya emang ke mana, Li?"

"Katanya waktu itu, Pak Ipong sama isterinya lagi ada masalah...jadi mereka saling diam mba, ga saling tegur..."

"Waduh...pasti isterinya nyesel deh..."

"Iya mba...isterinya nyesel banget pasti. Pak Ipong meninggalnya dalam keadaan tangan yang menyilang dan ditaro di keningnya mba..."

Jujur, aku sedih bercampur merinding. Seorang Pak Ipong yang ramah dan baik hati itu ternyata begitu memendam berbagai kekesalan dan masalah di dalam hatinya, sampai dia tak kuat lagi menghadapi semua ini, dan meninggal dengan membawa kekesalan dan masalah yang teramat sangat. Pastilah penyesalan yang dialami oleh isterinya tak kan pernah pudar sampai kapanpun.

Pak Ipong, sosok sederhana yang bertugas sebagai salah satu pekarya (baca : OB) di sebuah fakultas ini berusia lima puluh lima tahun. Pak Ipong adalah tetangga dari Lia, temanku yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.

Pak Ipong merupakan pekarya favorit di fakultas itu. Menurut para mahasiswa, Pak Ipong selalu ramah menyapa mereka dan penuh senyum dalam menyambut pekerjaannya.

Meski berbeda unit denganku, tetapi kami saling kenal dengan akrab. Sampai aku tulis kisah ini, aku masih belum mempercayai bahwa Pak Ipong telah tiada.

Rest In Peace, Pak Ipong... Aku yakin, senyummu selalu tersungging indah menyambut surga yang telah dijanjikanNya... Amin...



Terima kasih, Tuhan, terima kasih Pak Ipong... Peristiwa ini telah membuatku mengerti tentang banyak hal :

* Belajar tanpa henti dari setiap peristiwa yang kita alami dan menyikapinya dengan bijak tanpa sedikitpun ada rasa-rasa yang negatif terhadap sesama kita, siapapun dia.

* Bagaimanakah caranya lagi jika kita hendak meminta maaf dengan orang yang telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya, terlebih orang itu adalah merupakan orang yang kita cintai? Sebisa mungkin menghindari konflik, meski terkadang dengan konflik juga dapat membuat suatu hubungan menjadi lebih indah.

* Mudah memaafkan kesalahan orang lain, terlebih dengan orang-orang terdekat kita, dengan rendah hati tanpa dendam, dan dengan penuh senyum menerima dengan legowo, apapun yang terjadi, agar tak akan pernah ada rasa sesal yang mendalam dan tak berujung.

16 komentar:

NENSA MOON mengatakan... [Reply Comment]

turut berduka cita ats kepergian Pa Ipong... semoga Allah menerima segala amal perbuatannya, dan yg ditinggalkan dpt diberi ketabahan..

satu lg pelajaran hidup yg mungkin bs dipetik bahkan dr perjalanan seseorang yg sdh pergi..
thx for sharing my dear fren!

ANDI WONG mengatakan... [Reply Comment]

sy trut berduka cita.. Rest in piece..aamiin..

Athifah Dahsyamar mengatakan... [Reply Comment]

Marii saling memaafkan :)

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

M'minta naaf dan memaafkan mank sulit ut dilakukan. Namun sekali kau melakukannya, selamanya kan kau layari lautan kbahagiaan yg tak bertepi. Trut b'duka cita...

WONG SIKAMPUH mengatakan... [Reply Comment]

turut bela sungkawa

Clara mengatakan... [Reply Comment]

turut berduka cita juga mbak

gaelby mengatakan... [Reply Comment]

Ikut belasungkawa atas Alm. Pak Ipong.

"Belajar tanpa henti dari setiap peristiwa yang kita alami dan menyikapinya dengan bijak tanpa sedikitpun ada rasa-rasa yang negatif terhadap sesama kita, siapapun dia" By : mewordls

Salam sobat :)

AzHis Jhie mengatakan... [Reply Comment]

Nyentuh....
turut berduka cita...
moga Pak Ipong diterima di sisiNya...
Aminn...

kikakirana mengatakan... [Reply Comment]

oh iya bisa :D
tadi gag bisa... gag mau muncul ;)
salam..

HIDUP!!! ^_^

seru blog nya kek nya.... mo muter" dulu lagi di blog ini hehe :mrgreen:

om rame mengatakan... [Reply Comment]

turut berduka cita, semoga beLiau diLapangkan kuburnya dan mendapat tempat terbaik di sisi-NYA. serta keLuarga yang ditinggaLkan diberikan ketabahan daLam menghadapi ini.

attayaya mengatakan... [Reply Comment]

innalillahi wainna ilaihi rojiun
semoga beliau tenang di alam sana

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

bwt temen2ku, khususnya kak nensa, lone fighter, wong sikampuh, clara, mas gaelby, mas azhis jhie, om rame, bang atta...makasi bwt doa-doanya...semoga kebaikan temen2 senantiasa dapat menjadi berkat...amin...
bwt athifah dan kika...makasi juga bwt kunjungannya...pls keep in touch..

chietra mengatakan... [Reply Comment]

turut berduka cita ya...

Yohan Wibisono mengatakan... [Reply Comment]

Turut berduka juga, semoga tuhan mengampuni segala dosanya dan dilapangkan jalannya. amin, saya tunggu kunjungan balik di blog saya thx. salam persahabatan

julianusginting mengatakan... [Reply Comment]

turut berduka cita buat pak ipong..rest in peace...RancanganNya rancangan damai sejahtera, Yer29:11

Cheqna mengatakan... [Reply Comment]

satu entry yg boleh dijadikan pedoman kepada kita semua.

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]