Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 25 Juni 2010

lentera di hatiku


Malam mulai menyapaku ramah, sesaat sebelum aku merebahkan diriku, dengan penuh syukur setelah seharian kukemas hari dengan karya-karya dan masalah-masalah yang mengikutinya.

Sejenak kupejamkan mataku, seiring dengan kesegaran tubuhku yang sengaja kusiram dengan curahan air-air bening yang sejuk, menantang adrenalinku; melawan dinginnya yang dibawa sang rembulan, meski belum utuh menyinari bumi Parahyangan.

Kunyalakan lentera sebagai dian yang menyinari seluruh sudut-sudut rumahku yang rata dengan kegelapan. Sebuah malam yang sarat dengan kesyahduan, di sela-sela angin yang mendesir manja, merasuk ke pori-poriku seakan berbisik pula, "aku mencintaimu," dan di antara sayupnya lagu Waka-waka : This Time For Africa...

Kupasang lentera itu di pusat ruangan agar terangnya sungguh benar adil. Satu lentera dengan keheningannya mencoba menerangi setiap ruang hatiku dengan tulus geriap sederhana, namun tegas dan lugas. Kutahu pasti niatnya baik; ingin selalu menerangiku apapun kondisinya, dan bagaimanapun keadaannya diriku; dalam susah dan senang, tangis dan tawa, malang dan untung, sakit dan sehat, serta saat aku malu dan saat aku penuh nyali...

Kupasang lentera itu sebagai pandu bagi jiwaku disaat gelap ataupun terang. Terangnya yang menyinari dengan halus, rendah hati, dan penuh kasih.

Teruslah kau menyala hingga pagi menjelang, wahai lenteraku.
Janganlah kau pudar, tetaplah dengan keceriaanmu menerangiku di setiap kegelapan yang datang...

Agar aku dapat menghadapi pernak perniknya kehidupanku dengan penuh semangat, mewarnainya dengan warna warni alami, penuh kebebasan yang bertanggung jawab. Dengan doa, usaha, dan totalitas kepasrahan yang sangat tinggi.
Mempersembahkan keindahan bagi dunia dan alam sekitarnya sementara ada sesungging senyuman yang termanis, dan sepasang mata yang menatapku penuh keteduhan...

Akupun, tersenyum penuh keindahan, pada sang pemilik mata teduh dengan sesungging senyumnya yang hanya untukku.
Aku, merindukannya selalu, seiring debar jantungku dan lentera yang selalu bersinar untukku...


Terima kasih, Tuhan...

bandung, 24062010 20:48

5 komentar:

attayaya mengatakan... [Reply Comment]

maaf mba
jadi teringat masang lampu teplok kalo lagi mati lampu pln
huaaaa

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

Hehe..ga usah minta maaf, bang..itu emang imajinasiku saat itu, yg lg inget suasana kampung sblm ada pln..hihi

gaelby mengatakan... [Reply Comment]

Lenteramu memijari cakrawala. Pilihan syairnya indah. Salam hangat :)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

kaLo saya justru Lebih terimaginasi pada "habis geLap terbitLah terang".

terima kasih sudah bersedia menjadi foLLower di bLog saya. seLamat istirahat aja.

attayaya mengatakan... [Reply Comment]

jiahahahaha...
dulu rumahku juga pake teplok dan lampu strongkeng (strong king) dengan minyak tanah. letakan di tengah ruangan, agar penyebaran cahayanya merata ----> adil
hehehehe

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]