Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 22 Desember 2010

Lihat dan Kecaplah

Sayang,
Lihat padu padan dari langit dan laut itu
Mereka sungguh sangat serasi
Sama-sama memiliki keluasan yang tak terhingga
Sama-sama berwarna biru
Lihat pantulan lautan di langit biru itu
Lihat pantulan langit di air laut itu

Sayang,
Lihat dedaunan yang bergoyang mesra itu
Lincah dan santun mengiringi setiap gerak sang angin
Kecaplah kesegaran angin yang menerpa ragamu
Ia kan selalu menjadi udara segar bagimu
Ia kan selalu menjadi nafas bagimu

Sayang,
Lihat bintang-bintang yang bersinar di malam ini
Semarak seindah geriap surgawi
Bersama rembulan ia kan menemani
Dalam malam-malam di antara mimpi-mimpimu

Sayang,
Lihat matahari yang bersinar di setiap pagi yang kau selami
Ia selalu memberi kehangatannya
Sesaat setelah sang embun berlalu kembali ke langit
Sudah berapa juta ton buah dihasilkan karena sinarnya
Dan berapa jenis tumbuhan dan hewan yang tumbuh sempurna karenanya

Sayang,
Tak terhitung semua hutang kita pada alam semesta raya ini
Segala pepohonan telah menghasilkan pakaian bagi kita
Segala sinar telah menentramkan hidup kita
Segala air telah menghidupi; menjawab segala kebutuhan kita
Segala udara telah terhirup hingga kita kembali padaNya

Berapakah hutang kita pada alam semesta ciptaanNya ini...?
Tak kan pernah terhitung sudah...
Bagai hutang kita pada air susu yang telah ibu keluarkan
Tak kan pernah sanggup kita membalasnya

Maka
Kecaplah itu sebagai sebuah anugerah yang tiada bandingnya...
Karena tanpa kita minta mereka telah memberikan bagi kita
Karena kita tak kan pernah bisa melunaskannya sampai kapanpun
Hanya dengan santun dan rendah hati
Kita rawat apa yang telah kita kecap
Sebagai sebuah lestari yang abadi...


* Inilah bait-bait tulusku bagi bumi dan seluruh alam yang telah memberi dan memberi bagi penyelenggaraan kehidupan ini


#30haripuisi #Day19 : Hutang

10 komentar:

Richa Rie mengatakan... [Reply Comment]

wajib merawat apa yg sudah kita miliki <3 poem

penghuni60 mengatakan... [Reply Comment]

abadi untuk selamanya...
^_^
met hari ibu ya...

sda mengatakan... [Reply Comment]

iya ya mba...bagaimana kalau udara yg kita hirup selama ini harus bayar?

narti mengatakan... [Reply Comment]

kita wajib menjaga alam sekitar kita ya mba...

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

... maka bersyukurlah...

Noor's blog (inside of me ) mengatakan... [Reply Comment]

Memandang bintang2 dan merasakan hembusan semilir...rasanya sebuah anugerah yang tak terhingga...

Salam hangat & sehat selalu....

Fajar mengatakan... [Reply Comment]

bersyukurlah bahwa kita masih...memijakkan kaki..diatas bumi ini..

choirul mengatakan... [Reply Comment]

bagus banget... gimana caranya to buat tulisan bagus kayak gini


salamkenal dari choirul huda

Ra mengatakan... [Reply Comment]

selamat hari ibu :)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@richa rie..iya cha, wajib bnget merawat alam ini..:)

@penghuni60..amin..
Thx ya..:)

@sda..wah, kl pake bayar mah abis kita..ehehe..

@mba narti..yup, bener mba..:)

@lone fighter..bersyukur dan bersyukur adlh wajib hukumnya..ehehe..

@bang pendi..anugerah yg ga bs digantiin dng apapun jg..yaitu menikmati apapun yg ada dng indah..:)

@fajar..seandainya kita ga dibolehin memijakkan kaki kita di bumi, kita jd apa ya..ehehe..

@choirul..terima kasih banyak..salam kenal kembali..:)

@ra..met hari ibu jg..:)

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]