Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 21 Desember 2010

Untuk Kali Ini Saja

Letih langkah tertatih
Di antara jalanan yang berliku dan berbatu
Melewati tebing, ngarai, dan lembah
Pedih oleh kerikil di bebatuannya

Sekian waktu perjalanan
Telah membuatku bagai musafir jalanan
Tak pernah sedetikpun aku berhenti
Untuk sejenak saja menepi di padang ilalang ini, di dekat tepiannya sungai bening

Sedangkan...
Untuk kali ini, aku benar-benar letih
Tak terbayangkan pula olehku
Betapa telah pupusnya semangat ini

Tersadar oleh hempasan demi hempasan hidup
Membawa kapalku karam di tengah gelombang samudera
Memaksaku untuk terdiam sesaat
Dalam rapuhnya segenap jiwaku

Untuk kali ini saja...
Ijinkan aku menangis
Ijinkan aku menikmati selaksa kerapuhanku
Karena aku hanyalah insan lemah dan tak berdaya

Entah sampai kapan aku menikmati semua ini
Kepedihan di dalam rasa pupus asaku ditelan senja biru
Biarkan pula aku menyelami pupus dan pudarnya rinduku
Pupus pucat pasi dan dingin

Untuk kali ini saja...
Bolehkah, aku pinjam punggungmu...?



#30haripuisi #Day18 - Pupus

12 komentar:

Richa Rie mengatakan... [Reply Comment]

pinjem punggung? gak boleeeeee...pinjem duit aja yaa *peace* i love your poem..very touching=)

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

boleh mba dengan senang hati :D

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@richa rie..hehe..tp aku gi butuh punggung ni..hehe

thanks ya rie..:)

@chikarei..waahh..makasih banget chika..:)

NURA mengatakan... [Reply Comment]

salam sobat
setuju ,untuk kali ini saja
saya ijinkan untuk menangis mba,lain kali jangan ya!

Noor's blog (inside of me ) mengatakan... [Reply Comment]

kita memang makhluk yg lemah namun hempasan2 hidup akan membuat kita semakin kuat. Ah..ternyata TIDAK UNTUK KALI INI SAJA saya membaca puisi yang mantap disini...

Salam hangat & sehat selalu.

Celotehan mengatakan... [Reply Comment]

Jangan pupus donk mba semangat'a,
Nih dengan senang hati ku pinjamkan pundakku untuk mba :)

TriZ mengatakan... [Reply Comment]

dengan setulus hati kupinjamkan bahuku untukmu bersandar dan menangislah..

Rawins mengatakan... [Reply Comment]

waduh angkat tangan deh bu kalo dah urusan puisi...

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

Seperi yang tlah kukatakan padamu,
Mendekatlah...
Sandarkanlah semua letihmu di punggungku
Dan temani aku menunggu hujan ini reda...

kesehaRian Ra-koen mengatakan... [Reply Comment]

puisi yangmenrik :0

saya mau deh minjemin pungggung :p

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

Pagi... :P

wah ternyata puisinya malah terbalikan postinganku smalem yach hhe...

tapi aku mau nie ngasih punggungku, asal jgn bahu ya soalnya khusus buat tuan putri wkwkw...

hem... btw, tuh yg puisi kpn berakhirnya???

Semangat n have a nice day :P

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@all..thanks ya tmen2 terkasih yg udah dng setulus hati minjemin punggungnya bwt aku..dan pundaknya jg..

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]