Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 17 Desember 2010

Perih : Dalam Diam Nol Derajat Celcius

Hati yang terkelupas lembut
Namun sangat dalam esensinya
Perih tak terlukiskan dengan kata-kata
Meski berjuta penyair memaparkan tentang perih itu
Namun, itu semua tak cukup untuk mewakilkan rasa perih di dadaku...

Ternyata, inilah arti sebuah kejujuran yang paling jujur
Kau ucapkan dengan lembut
Tapi tak selembut pengertiannya
Akupun, harus dengan jujur mengakui sirat makna dari ucapanmu

Senyum bibirku, tetap ingin kupersembahkan padamu
Aku, ingin senantiasa menghargai hati nuranimu...
Tunggu...!!
Benarkah ini bagian dari suara hatimu padaku...?
Benarkah kau telah berucap atas nama hati nuranimu...?
Bernarkah kau telah bersaksi rasa atas nama kejujuran...?

Dalam kalut berbalut remangnya batinku
Aku tak peduli lagi dengan segenap tanya untukmu
Aku sangat mencintai kejujuranmu...
Namun, aku juga tak pernah mau untuk kehilanganmu...
Sungguh...!!

Perihku masih terasakan hingga lintasan masa
Perih dalam diam nol derajat celcius; kini kuberada
Jika kau masih ingin mencariku...
Temukan aku di sudut nol derajat pula...
Sebelum titik nadir, aku akan diam dalam setiap perihku...




#30haripuisi  #Day14 : Jujur

9 komentar:

irmasenja mengatakan... [Reply Comment]

kejujuran yg mneyakitkan sekalipun itu mngkn lebih baik dari pd kebenaran disembunyikan....

sarat makna...^^

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

perasaan artikel puisimu dari dulu hingga kini berlabel tersakiti atau terl;ukai deh jeng...xixiixxiixx...coba buat yang pas masa senang..biar ga gelap duniamu...kwkkwkkkw

dee mengatakan... [Reply Comment]

ya.. sarat makna!

Senja Di Batas Cakrawala mengatakan... [Reply Comment]

pahit memang, tp seperti apapun itu aku lebih menghargai sebuah kejujuran.

Ada sesuatu yg kusuka dari karyamu ini mbak

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@mba irma..lebih berharga daripada segalanya..:)

Thx

@belantara indonesia..ahahaha..ga jg ah..mgkn km bacanya pas yg sedih2 kali hihi

@dee..thx..

@mba widi..yup, kejujuran ga selamanya menyenangkan ehehe..

Wah, thx ya mba..:)

inge / cyber dreamer mengatakan... [Reply Comment]

tentang sebuah kejujuran yang menyakitkan...
tentang suguhan senyum diantara perih luka...
tentang menunggu tanpa ada kepastian nyata...

hu hu hu, kenapa ada sedih ketika aku baca ini >.<

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@inge..iya non..kejujuran itu memang lambang dari kebenaran, yg terkadang sulit untuk dihindarkan; sepahit apapun itu..krn tak sebuah kenyataan yg tak sesuai dng harapan..:)

hehe..ada sedih, krn non menghayati tulisan ini..:)

winny mengatakan... [Reply Comment]

Menanti kejujuran yang tak kunjung datang membuat perih tersendiri ya mbak :)

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

itulah sebuah hakikat kejujuran
perih tapi itulah yang terbaik^^

jadi inget lagunya kerispatih,, tertatih :D

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]