Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 05 Agustus 2010

Air Susu Yang Terakhir

Kisah seorang pemburu yang telah fasih menembus hutan belantara yang kemudian dia melihat seekor kera di atas pohon. Segera saja dia membidik kera itu, dan sang kera yang malang ini tak lama kemudian jatuh mengikuti gaya gravitasi bumi.

Sambil setengah berlari, dengan hati yang penuh rasa riang dan puas, pemburu itu menghampiri kera yang jatuh. Ternyata, didapatinya bahwa kera itu sedang menyusui anaknya.

Sebuah pemandangan yang membuat hati pemburu ini sangat teriris... Di antara luka yang mengucurkan darah akibat tembakan jitu dari dirinya, dengan sisa-sisa dayanya,  kera itu mengambil selembar daun jati yang telah jatuh ke tanah. Dengan susah payah, kera itu memeras air susunya dan kemudian dipindahkannya ke dalam daun jati yang terlebih dahulu dibentuk contong olehnya.

Di detik-detik terakhirnya, yang merupakan saat sakratul maut bagi sang induk kera, maka saat-saat itu pula lah dia memberikan air susunya yang terakhir bagi anaknya sampai habis. Bagai telah menunaikan tugas terakhirnya, akhirnya induk kera itupun mati...

 Itulah naluri kasih sayang yang diberikan oleh Tuhan untuk makhluk ciptaanNya, meski dalam bahasa manusia dia hanyalah seekor kera, seekor binatang, yang tingkatannya lebih rendah dari pada manusia. Namun Tuhan masih memberikan cinta yang hakiki baginya.

Sang pemburu yang telah tega itu tersungkur dengan menjatuhkan kedua lututnya ke tanah... Sujud bersimpuh dan memohon ampun pada Tuhan dengan air mata yang tak terasakan olehnya mengalir dengan derasnya. Dia kini sadar dengan sepenuh hati, bahwa dia telah berdosa karena sudah menghilangkan satu nyawa, yang dengan penuh kasih sedang memberikan bagian dari tubuhnya untuk kelangsungan hidup anaknya.

Semenjak kejadian itu, sang pemburu ini bersumpah untuk tidak berburu lagi, apapun alasannya. Dia telah memperoleh satu pelajaran yang sangat bermakna dari seluruh kehidupannya. Dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri apa itu arti kasih sayang yang sebenarnya, melalui seekor kera...

20 komentar:

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

ADuh sedih banget Ceritanya hiks.. hiks......

bener tuh biarpunkita sering ga ngerasa dan lebih banyak ngeluh... tapi tanpa disadari atau nggak ya Tuhan emank selalu menunjukkan Kasih-Nya....

Semangat n met aktivitas...

tito Heyziputra mengatakan... [Reply Comment]

Mau hewan atau Manusia kita tidak boleh menghilangkan nyawa se'enaknya. Kita di ajarkan untuk saling mengasihi dan juga menjaga semua yang ada di Bumi ini. Apa lagi hewan, yang sering membantu dan menjadi teman manusia.

Mbak kisahnya menyentuh bnget, coba kisah ini dibaca sama par pemburu liar di hutan - hutan tropis kita. Semoga mereka cepat sadar.

arief hidayat mengatakan... [Reply Comment]

terharu saya membacanya, emank bener binatang aja memiliki kasih sayang, masa kita yang derajatnya lebih tinggi tidak bisa saling berkasih sayang,

nice artikel

thya mengatakan... [Reply Comment]

kadang, kita juga bisa banyak belajar dari seekor binatang :)

Halaman Samping-nya Inung Gunarba mengatakan... [Reply Comment]

saya pun nggak tega menembak hewan meski cuma burung gereja. Juga jengkel ama penembak burung dengan senapan angin. Lha wong nggak dimakan dan cuma dapat bangga buat diceritain trus dilupain :(

Mending tembak sasaran kaleng bekas Coca Cola :)

attayaya mengatakan... [Reply Comment]

pemburu hanya dibutuhkan untuk pengendalian jumlah hewan, bukan untuk menghancurkan hewan
save our forest
save our animal

Hendriawanz mengatakan... [Reply Comment]

ahh..sangt mengharukan..
bener2 terasa..
Sungguh Allah Maha Besar

Bunda Shishil mengatakan... [Reply Comment]

Sedih banget ceritanya mba diana. Aku jg pernah liat video seekor harimau yg membunuh induk kera tp akhirnya menggantikan tugas sang induk kera menjaga anaknya yg masih bayi utk menebus dosanya menghilangkan nyawa induk kera tersebut... ^_^

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

belajar dari diri sendiri, dari perilaku yang pernah diperbuat, menjadi hikmah dan pelajaran yang berharga, thanks mba ^_^ menjadi sangat berarti

septian angga mengatakan... [Reply Comment]

Subhanallah, sungguh ceritanya benar-benar menyentuh. . .
nice post :)
aku follow ya

ariefborneo mengatakan... [Reply Comment]

Apa pun wujudnya hendaknya sesama mahkluk hidup dan ciptaan allah jgn lah saling menyakiti apa lg smpai sling membunuh...di blik critra ini hendaknya kita dapat mengambil hikmah nya..met siang n met beraktifitas

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Bahkan seekor kera pun mampu memberikan pembelajaran untuk manusia. Salah satu bukti betapa kasih sayang Allah itu ada dimanapun...

Manajemen Emosi mengatakan... [Reply Comment]

inspiratif mbak...

Winny Widyawati mengatakan... [Reply Comment]

Duh mbak bikin saya jadi sedih, terbayang kl itu menimpa kita ya, na'udzu billah

johan mengatakan... [Reply Comment]

ceritanya lebih bagus kalau di buat film......

johan mengatakan... [Reply Comment]

kasihan banget ...tuh kera

johan mengatakan... [Reply Comment]

untuk sementara ...ga bisa coment di blog jo...maaf ya

tiwi mengatakan... [Reply Comment]

luar biasa...itulah naluri ibu, meski hewan pst mempunyai.., miris rasanya, skrg bnyk berita di tv yg memuat kejahatan ibu terhadap anaknya sendiri...berarti dia lbh rendah dr seekor kera!...smg sy bs menjaga amanh Allh u memberikan yg terbaik pd buah hati sy...Amin.tnx dah share. success 4 u..!

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@ sahabat2ku yg baik...kisah ini memang menyentuh..aku juga sambil nangis nulisnya..

dan semoga kita semua dijauhkan dari hal2 yang sifatnya merusak, bahkan menghilangkan nyawa yang bukan merupakan hak kita.. amin ..

Erianto Anas mengatakan... [Reply Comment]

Ada yg kurang di tulisan ini mbak. Mestinya di bagian akhir disediakan sapu tangan...

Lihat mbak, air mataku....
Luar bisa cintamu sang kera.
Aku malu..
Darimu aku tahu,
Betapa kotor hati seorang blogger spt saya..

ya Tuhan, cambuklah hambaMu ini!

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]