Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 08 Agustus 2010

pucat pasi

Wajahmukah itu?

Yang mengendap di sela-sela daun jambu air cingcalo di seberang kamar ini?

Wajahmukah itu?

Yang semakin lama nampak semakin pucat pasi kadang menunduk, kadang tengadah penuh kepedihan...

Wajahmukah itu?

Yang semakin detik nampak semakin putih bagai kapas, mengisyaratkan kegelisahan yang teramat sangat...

Wajahmukah itu?

Yang masih pucat pasi dengan rambut tergerai, seolah hendak mengucapkan selamat malam pada anakmu?

Tersenyumlah...meski sesaat...
Pergilah menuju sekat hidupmu saat ini...
Anakmu kan damai di sini, jangan kuatirkan ia...
Ia akan menjadi pelipur lara bagimu, bagiku, dan bagi siapapun juga...



* aneh...koq ada ide nulis dengan rangkaian kata seperti ini ya? Hehehe..merinding juga..
...ada apa dengan imajinasiku..............

6 komentar:

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

kematian masih menjadi momok yang menakutkan ya?...apalagi bayangan kematian lewat sosok yang ga jelas....yaitu imajinasi...tentang gambaran kekosongan hati...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

yang bacapun ikutan merinding sambiL tengak-tengok nih, soaLnya baca di tengah maLam.

Mari Berbagi mengatakan... [Reply Comment]

bener banget om... takut nih....

Aan mengatakan... [Reply Comment]

yang TE"KUN" YA mba...
hehehe
seram...

Erianto Anas mengatakan... [Reply Comment]

ya memang
ini wajahku

ya memang
aku masih sinting

TAPI:

aku kan tetap tersenyum,
walau dunia kan menikamku....

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@ mas anas..ya..tersenyumlah selagi bisa tersenyum heheh..nikmati apa adanya tikaman2 yg diberikan oleh dunia itu..

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]