Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 29 November 2010

cinta tak berbalas

Menatap di sebuah ketinggian ini

Daun-daun jatuh berguguran, tanpa ampun

Melayang tak tentu arah tertiup angin yang mengajaknya bercanda; sesaat sebelum dia benar-benar jatuh

Dia bagai helai-helai perak karena tertimpa sinar bulan saat itu

Luruh ke bumi diiringi riuh rendahnya suasana yang seperti berdebam

Di ketinggian ini pula, aku sanggup melihat bayanganku

Terbentuk karena rembulan yang teduh

Menekuri keadaan sendiri; hanya sendiri dengan desahan nafas yang memburu diiringi degup jantung yang kian tak beraturan

Sinar rembulan itu bagai menyayat hati dan perasaanku; jantung dan nadi-nadiku

Aku tuliskan sesuatu di tanah dengan jariku

Ingin aku kubur seluruh air mata ini ke dalamnya segenap rongga bumi yang kupijak kini

Syahdu dan teduh malam ini tak terasakan indah; semua terasa pilu

Meski nyanyian malam berikut kidung kemuliaan alam bersenandung

Meski bintang gemintang itu berkedip indah

Seolah memanggilku untuk pergi ke singgasananya...

Namun kali ini mereka tak sanggup menghiburku

Penat, pening, dan dingin...
Seolah ingin menyiksaku

Adakah aku layak bagai daun-daun yang berguguran itu, jika merasakan cinta tak berbalas...?

Jatuh, sakit, tersungkur, dan tak dianggap...!

11 komentar:

Wawank mengatakan... [Reply Comment]

Meski daun-daun berguguran, angin tak akan membiarkannya gugur tanpa makna.

jika sang angin telah menyentuh helai demi helai, maka cinta pun akan terurai dalam kesetiannya menghembus kedamaian di batinmu saat kau merasa lemah saat ini.

Justmeilani mengatakan... [Reply Comment]

Adakah aku layak bagai daun-daun yang berguguran itu, jika merasakan cinta tak berbalas...?

Jatuh, sakit, tersungkur, dan tak dianggap...!

cinta yg tak berbalas bn segala gagal satu cinta lari ke cnta yg lain,...gak prlu apatis

Mood mengatakan... [Reply Comment]

Ahk.. Sedihnya jika cinta tak berbalas.
Puisinya bagus, saya suka mbak.
Salam.. .

LFH mengatakan... [Reply Comment]

Mencintai lebih mulia daripada dicintai. Dan tuhan lebih mengetahui.

LFH mengatakan... [Reply Comment]

Tuhan. Ya Tuhan

Bunda Shishil mengatakan... [Reply Comment]

emang merana ya kalo cinta tak terbalas, btw cinta siapa ini mba yg tidak dibalas?? sini aku yg balas aja, hehe

penghuni60 mengatakan... [Reply Comment]

usah kau merasa sedih...
msh ada kita2 disini

mungkin ada cinta lain yg menunggumu di lain wkt dan tempat.

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

Hem.. susah emank klo udah urusan hati... smoga gugurannya gak segera layu yach.... :P

Semangat :P

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@wawank..angin memang tak kan pernah melepaskan daun2 itu tanpa makna..
setidaknya, ia selalu dapat menghibur dedaunan itu, meski hanya sesaat

maknanya adalah..di saat daun2 itu jatuh..ia akan menjadi kompos bagi induknya..membuat ceria dan subur di sekitarnya..maka disanalah dedaunan itu bermakna, dan tak kan pernah terlupakan bagi siapapun yang lewat...!

@justmeilani..apatis atau tidak apatis, rasa sakit itu telah tumbuh dengan sendirinya..

@mood..hehe..tentu saja sedih..wkwkw..
thanks ya..:)

@LFH..tetap mencintai meski selalu sakit dan terluka..krn itulah hakikat dari cinta..

@bunda shishil..hihi..boleh2..ahahah..

@penghuni60..hehe..mungkin..

@ferdinand..layu..? ga lah..:p

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

inget jaman SMP...hahahahhaa...tak berbalas, nilai anjlok...asem

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@belantara indonesia...halah..jd bernostalgi ya..hihi

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]