Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 03 November 2010

Negeri Tirai Gaib : Indonesia dan Sejarah Terbentuknya

Pada saat Indonesia masih belantara, gelap pekat dengan hutan-hutannya yang sangat lebat dan tanpa berpenghuni. Belum bisa untuk dilewati, apalagi untuk dapat dijadikan pemukiman yang bisa dihuni dan ditinggali, khususnya di Tanah Jawa.

Berawal dari sanalah sang pecinta kehidupan ini hadir untuk membangun sebuah kehidupan baru agar bisa dihuni oleh manusia. Dengan penuh kewaskitaan dan kharisma, mereka mendirikan perkampungan, ladang, kebun, sawah, bahkan kerajaan-kerajaan dengan candi-candinya sebagai saksi sejarah pada masa itu.

Bukan tanpa resiko mereka membangun semua itu, karena sang gaib yang tinggal di sana sangatlah sangar, banyak dan kuat. Sehingga untuk dapat menembus barisan sang gaib yang sangar dan kuat serta banyak tadi, diperlukan keseimbangan antara kekuatan otak, batin, dan lahirnya. Banyak para tokoh yang akhirnya bisa berkomunikasi dengan alam jin dan bangsa gaib lainnya untuk mewujudkan niat mulia itu. Bahwa Indonesia, harus bisa ditinggali dengan nyaman sehingga bisa tercipta kedamaian, adil, sentosa, dan makmur.

Berkomunikasi dengan para gaib di masa itu, bukan bermaksud untuk menyembah mereka. Tetapi hal itu dilakukan agar terbentuk rasa saling menghargai di antara dunia yang berlainan alam ini.
Untuk membentuk sebuah komunikasi dengan alam lain ini, tentu diperlukan suatu ilmu. Karena, ilmu tanpa keyakinan tidak akan bermakna. Demikian juga sebaliknya, keyakinan tanpa ilmu yang cukup tetap tidak akan berguna.

Menghargai alam semesta Indonesia yang tercakup di dalamnya adalah gunung-gunung dan lautan, serta tempat-tempat lainnya. Nenek moyang kita telah melakukan itu; bagaimana harus bersikap dengan mereka, sang alam.

Telah terbentuk sebuah komunikasi antarduadunia. Dunia nyata dan dunia gaib. Mereka ingin alamnya yang berlainan itu tetap terpelihara dengan maksud untuk saling meyelaraskan diri.

Mungkin jika digambarkan, tak jauh beda dengan dunia nyata dan dunia maya. Sebaiknya tetap saling menghargai. Karena di sana sama-sama terdapat jiwa yang bernafas, berilmu, berakal. Dengan cara berpikir masing-masing untuk tetap menghadirkan yang terbaik bagi sesamanya di manapun berada.

Dari sana para leluhur kita memulai kehidupan baru. Sebuah awal yang membuat negeri ini kaya dengan kebudayaan serta keberagamannya dengan berbagai makna pula yang tersirat, juga terdapat ilmu pengetahuan, dengan ilmu untuk batinnya pula.

Cara pandang bahwa kita memuja gunung atau laut adalah salah besar. Adalah sebuah bentuk syukur jika setiap tahun misalnya diadakan Pesta Syawalan di setiap laut yang merupakan pesta bagi para nelayan pula. Sekali lagi, BUKAN untuk menyembah mereka : sang gaib yang ada di sana. Tetapi menghargainya, seraya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kasih atas rejeki yang telah dilimpahkanNya. Hanya SANG MAHA GAIB saja yang kita sembah dan puja.

Karena, mau tidak mau, atau suka tidak suka, kita hidup berdampingan dengan dunia itu. Sebuah dunia yang telah diciptakan oleh Tuhan, yang menciptakan kita pula.

Jadi, menurutku seorang pemimpin di negeri ini, haruslah mempunyai ilmu tersendiri untuk menyimak dunia gaib itu. Sanggup memimpin bukan hanya bagi rakyatnya saja, tetapi sanggup meyelaraskan apapun yang telah diciptakan oleh Tuhan; manusia, alam, dan alam lainnya, dengan menghargai karena mereka memang ada.

Tengoklah misalnya pada masa pemerintahan Pak Karno dan Pak Harto, terlepas dari gaya kepemimpinannya. Jarang sekali ada bencana kan? Karena di dalam masa kepemimpinannya, mereka menghargai dunia gaib itu sehingga menjadi selaras dengan manusia untuk menghasilkan yang terbaik sebagai warisan leluhur bangsa ini.

Kekuatan otak, kekuatan lahir belumlah cukup untuk bisa memimpin Indonesia Raya ini. Ada tuntutan lain yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin sejati di negeri ini, adalah kemampuan batin yang mumpuni untuk mendukung keselarasan antara dua dunia, dan alam, demi rakyat dan negeri tercinta ini.

Sadar bahwa terbentuknya negeri ini berbeda dengan negeri lain. Tidak bisa disamakan dengan negeri lain yang hanya mengandalkan kemampuan logisnya saja.

Itulah warisan leluhur kita yang membuka Indonesia dengan segenap kemampuannya. Ada baiknya kita memeliharanya agar tercipta Indonesia Raya yang sesungguhnya, sehingga sanggup menjadi mercusuarnya dunia!

20 komentar:

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

Tp tjdix bncna bkan krna kmrhan mkhluk gaib ato krna kta tak mghrgai mrka kan??? smua dari yg di Atas, bgtu trtlis dlmbran firman Nya...

TriZ mengatakan... [Reply Comment]

Aku kurang begitu mengerti dengan dunia ghaib.. tapi harapanku juga sama sepertimu, yaitu adanya keselarasan antara manusia dengan alamnya

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@lone fighter...iya, bener..tp bisa diminimalisir dng keselarasan antara manusia dan alam lain itu..krn kl diliat sekarang pemimpin kita kurang bisa menyelaraskan itu..:)

@triz..iya mba..sama..aku juga ga ngerti ttg dunia gaib..tp setidaknya kita mengakui bahwa itu memang ada..dan sebaiknya sih bs selaras sm kita, makhluk hidup ciptaanNya juga..:)

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Ga bisa dipungkiri hal-hal semacam itu membentuk negeri kita ya kak. Secara hakikat pada dasarnya semua memiliki "nyawa". Maka seharusnya kita juga menghargai apapun itu. Apalagi adanya kehidupan di luar dimensi kita.

Tapi ga lupa juga kita tetap harus berpikir secara rasional.. :)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

mungkin karena dari bakatnya Lebih kepada mengamakan tradisi, bukan mentradisikan agama kaLi yah. sehingga pemahamannya kadang jadi terbaLik.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla...itulah asal muasalnya de..makanya aku bilang bhw utk menjadi seorang pemimpin di indonesia dlm hal ini presiden, ga cukup hny dng rasional saja..tp hrs bs menembus atau menyimak hal2 di luar kita..sekali lagi, karena terbentuknya dng cara spt itu..makanya ga bs disamain sm negeri lain...alam kita ni ekslusif de..alam juga mempengaruhi..jd, hrs pinter pula memimpin mereka..dlm arti, disukai sm alam...dan mereka selalu bikin tanda2, apakah mereka suka dengan pemimpin kita atau tidak...

@om rame...mmmhhh agama tetap teranut, terpeluk, dan terjalani dengan ibadahnya, sambil menghargai sisi lain dr dunia ini, juga alamnya..

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Bener kak. Kalau mengandalkan rasional aja kesannya kok sombong banget ya. Tanda2 alam itu juga salah satu bentuk cara Tuhan berkomunikasi dengan kita ya kak. Kita butuh pemimpin yang mampu "membaca". Iqra, bacalah. Bacalah alam semesta. Dan juga seharusnya bukan alam yang memahami kita, tapi kita yang memahami alam. Yuk saatnya kita hidup berdemokrasi dengan alam... :)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla...nilla sayang..aku terharu banget sm jawaban komen dari kakak..km sangat memahami apa yang kaka maksud...

bahwa kehidupan ini terlalu banyak dimensinya..salah satunya alam dan alam lain...

alam akan lebih memahami kita, jika kita memahami mereka...kitalah yang mengawali memahaminya, krn alam adalah cerminan sikap kita sendiri...jika kita masih menghargai alam, air pasti masih bening..pepohonan dengan sukarela akan berbunga dan berbuah manis dan lebat untuk kita...bunga2 akan semarak mewarnai negeri ini dengan keharumannya...indah bukan..?semua bisa digunakan oleh kita dengan bijak..demikianpun dengan gunung2, dan lautan...pasti akan memberi timbal balik yang tak kita duga sebelumnya...

nilla tau sendiri kan, kl presiden kita ini sangat rasional banget orangnya..dia ga akan bs memahami bahasa alam..dipikirnya, semua masalah bs dipecahkan dengan cara yang rasional...aku yakin, jika pemimpin kita bisa berdemokrasi sm alam, ga akan ada bnyk korban bencana alam...merapi lagi manja..merapi pengen diperhatiin lebih...dia yg selama ini terdiam..bahkan gunung2 lainpun ikut pngen diperhatiin..fenomena apa coba de...? aku sedih dan miris lho de...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

# Winflowers :
nyimak obroLan Kakak2 sama Adik2, Om2 jadi ngantuk. kaLo disambung2in bisa jadi bahan satu postingan nih. :D

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

ahaha..bs jadi ide kan...? hihi

Aku Ingin Pulang Di Kala Senja mengatakan... [Reply Comment]

Iya kak....miris banget :(

Begini salah satu cara Tuhan berkomunikasi lewat semesta. Tapi ada satu kalimat yang aku juga ga tau asalnya darimana, "Biarlah Merapi merenovasi alam, utk memberikan kesuburan lagi pada penduduk disekitarnya."

Selalu ada sisi positif dari setiap hal meskipun di balik sebuah bencana ya kak...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla..iya de..miris banget memang..bnyk hal yg hrs disimak..bukan hanya hal2 yg bs terlihat saja oleh mata fisik kita..tp jg secara mata batin kita..Tuhan berbicara lewat alam milikNya..

yup..merapi sedang memberikan kembali yg telah lama hilang..namun tentunya itu semua butuh waktu, butuh korban, dan butuh kesabaran..kadang aneh de..merapi kan udah ketauan periodenya saat ia meletus..tp kenapa penanganannya sangat minim banget...
belum lagi para penduduk di sekitar lereng yg susah diajak mengungsi, krn ia udah merasa akrab dng merapi..mosok manusia kalah ama binatang..yg dengan cepat ia berlari turun gunung, jika merapi akan meletus..bahkan ia bs dijadikan tanda bagi kita untuk lebih waspada jika udah melihat kera2 turun gunung...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

ouwww....
tanggapan si adik bijak sekaLi waLaupun asLinya suka bikin jeng-keLLin, tapi tetap di sambut dengan jawaban si Kakak yang penuh kharismatik.

jadi pingin copas nih, tinggaL ditambahin dan di edit sedikit kayaknya jadi postingan yang bagus.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...wew...iya dong..kan kita kaka beradik yg kompak ya de...hihih

@nilla..de..tuh ada yg mo copas pembicaraan kita...hihihi..

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Kak, aku difitnah tuh...
Masa imut gini dibilang jeng-kellin :D

*Kalau mau copas..BAYAR!!!!*

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla...iya..km imut de..jngn dngerin om dek mu itu..hihi

*copas harus seijin penulis ya de...hihihi

om rame mengatakan... [Reply Comment]

@ upiL :
imut?. jutek kaLee :P

*matre!!! :D

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

sekali2 matre om..hihihi

om rame mengatakan... [Reply Comment]

enggak apa2, asaL jangan prangko aja. soaLnya udah enggak musim. hahahaha.....

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

ahahahah...bener om..udah ga musim skrg prangko..udah ada internet dan sms...

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]