Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 09 April 2010

arisan

Mengintip pembicaraan ibu-ibu yang ada di lingkunganku..
Mereka mengadakan arisan, dengan konsep membangun kekeluargaan dan persaudaraan agar lebih terjalin dengan indah dan berkesinambungan.
Arisan dikocok setiap satu bulan sekali, dan jika salah satu nama dari peserta itu keluar, maka dialah yang jadi pemenangnya.
Sang pemenangpun biasanya kebagian jatah untuk menjadi base camp di acara arisan pada bulan berikutnya dan menyediakan konsumsi untuk para peserta arisan.

Ada yang menggelitik di balik cerita yang tanpa sengaja masuk di pendengaranku. Karena sistemnya dikocok tiap ngumpul sebulan sekali, maka peserta yang tidak bisa hadir biasanya menitipkan uang pada tetangga terdekat untuk diserahkan pada pengurus arisan.
Ada juga yang tidak bisa hadir tapi dia ga nitipin uang arisannya. Dan biasanya jika seperti ini, selalu ditalangi terlebih dahulu oleh uang kas yang ada di organisasi ibu-ibu itu.

Mmhhh hebat ya, uang kas yang relatif kecil itu bisa dipakai menalangi dulu satu atau dua orang yang blom bayar.
Tetapi ceritanya menjadi lain, ketika banyak yang blom bayar, seperti arisan di bulan ini. Dari mana uang untuk menalangi sebagian besar para peserta, karena uang kas sudah tidak memungkinkan lagi.

Bahkan, ada lho yang ikut arisan, tetapi dia ga mau bayar. Sudah 3 bulan menunggak, dan selalu dicover dulu oleh uang kas seadanya.

Jika demikian, pihak yang dirugikan adalah peserta yang namanya keluar, menjadi pemenangnya, karena uangnya blom terkumpul. Kadang, aneh juga sih jika ngebahas masalah ini. Dari peserta yang jelas-jelas nunggak saja, para ibu pengurus ini enggan mengeluarkan dia sebagai peserta. Belum lagi, jika banyak yang ga hadir, seperti bulan ini karena sudah banyak yang menang.

Kendala yang sejak semula diabaikan, makin lama menjadi seperti bumerang bagi pengurusnya. Yang nunggak didiemin.. Bahkan ada salah satu peserta yang mengaku sudah membayar arisan, tetapi ternyata dia blom bayar. Aku sih nyantai aja..soalnya aku ga ikutan..

Konsep arisan yang semula dimaksudkan untuk saling membangun persaudaraan, memelihara silaturahmi, malah berisi kekecewaan, kemarahan, rasa jengkel kepada peserta arisan itu sendiri.
Belum lagi selingan gosip yang mewarnainya, tak akan pernah bisa ada ujungnya.

Sepertinya, aku baru mendapati arisan yang bersistem seperti ini. Ga bakal ada duanya deh...hehehe


Bandungku, arisannya koq gitu sih....

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]