Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 13 April 2010

pelajaran di suatu pagi

perjalananku di suatu pagi, ketika semuanya hendak pergi memenuhi panggilan hidupnya, kecintaan yang mengejawantah, dan dengan suka cita menyambut pekerjaan yang hendak dilakukannya dengan semangat di suatu pagi yang cerah, dengan sinar matahari yang menyelusup di sela-sela dedaunan rimbun di jalan yang kulalui.

tampak seorang lelaki dengan berkendara sepeda motor jenis bebek, dengan berbagai macam makanan di belakangnya...ada kerupuk aci berwarna kuning, yang biasanya ditaburkan di santapan bubur atau nasi kuning, atau nasi uduk, dan beberapa kantong hitam yang tak bisa kutebak isinya.
tapi jika diamati, mungkin lelaki ini hendak berjualan di sebuah tempat yang harus dituju dengan sepeda motornya.

sepintas lalu, tak ada yang istimewa dengan apa yang aku lihat. namun setelah aku amati dengan jelas, aku melihat seperti ada kuk yang dibawa serta juga oleh lelaki ini...(aku ga tau dia bapak-bapak atau masih muda...soalnya aku ngeliatnya dari belakang hehehe).
dia menidurkan kuk nya memanjang di sebelah kiri, sama dengan letak untuk memindahkan gigi sepeda motornya. aku mengernyit demi memperhatikan apa yang aku lihat ini. setelah aku amati dengan seksama, aku baru sadar ternyata lelaki ini punya satu kekurangan di kaki sebelah kanannya. alangkah terpananya aku melihat pemandangan ini. betapa untuk mencari rejeki harus benar-benar butuh perjuangan dengan kerasnya. aku jadi malu dan lalu introspeksi dengan diriku sendiri. aku yang terlahir sempurna, tak ada kekurangan apa-apa, malah sering malas dengan apa yang ada di depan mataku. bahkan kadang, aku lupa buat bersyukur untuk satu hari saja yang telah aku jalani sepanjang hari tanpa ada gangguan apapun juga.

mungkin apa yang aku lihat tadi pagi, ga ada yang aneh...ga ada yang istimewa...sangat sederhana...
tetapi buat aku..makna dari penglihatanku pagi itu sungguh memberikan sebuah cermin yang amat berharga. sebuah cermin yang mahal banget...
aku ga sempet mengabadikan salah satu bentuk perjuangan yang aku lihat ini, karena saking terpananya...tertegun, hingga dia berlalu di balik kendaraan-kendaraan lain yang ada di depanku.


bandungku, hikmahmu begitu indah buatku...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]