Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 12 April 2010

pelangi


sore itu di antara kepenatan otak dan raga setelah seharian menyelesaikan tanggung jawab dengan sepenuh cintaku.
setelah sekian jam berkutat dengan segala permasalahan yang ada, tak ada sesuatu yang terkecilpun yang dapat aku lupakan.
aku ingin menyelesaikan segalanya dengan sempurna, atau setidaknya tidak ada yang tercecer...semua bisa terselesaikan saat itu juga.

kemacetan kota yang lumayan padat, karena saat sore itu adalah saat-saat di kebanyakan instansi juga memberlakukan jam yang sama
dengan saat aku pulang.
letih dan lelah masih harus aku jalani...sepanjang jalan pulang, aku selalu menggenggam hp, hanya untuk sekedar mengisi kepenatanku, aku biasanya browsing, atau mendengarkan musik dari mp3-nya.

mendung yang mengiringiku ketika itu...aku rasakan cukup lumrah untuk kotaku tercinta ini..
kondisi cuacanya yang susah ditebak, dengan bahasaku, cuaca yang manja, karena semuanya ga bisa diprediksi. sebentar panas, tapi sebentar langsung mendung, dan tak lama kemudian hujan...
mendung sehabis hujan yang tak terlalu deras...masih di jalan yang aku lalui.....

ternyata aku mendapatimu di sana, dari arah timur seolah kau tengah memperlihatkan semyummu padaku...aku tak menyangka...
rasa penat dan letih tiba-tiba hilang, setelah melihat larik-larik cahaya di atas langit kotaku tersayang ini...
lima larik warna warni cahayamu yang terpancar, meski tak utuh. dengan lengkunganmu..telah membuatku benar-benar bahagia.
bahagianya seperti bertemu orang yang paling terkasih yang sudah sekian lama tidak berjumpa....

senyumku mengiringi keindahanmu, meski aku melihatmu di tengah kota yang padat, saat orang-orang juga bermaksud sama denganku, pulang ke rumah dengan selamat..
kepadatan di jalan itu beserta hiruk pikuknya, tak mengurangi keindahanmu barang setitikpun
engkau tetap menyimpan keabadian indahmu, terangmu, agungmu, dan tulusmu.

aku menyadari, bahwa hadirmu hanya sesaat, bahkan hanya sangat sesaat lalu, karena setelah aku sampai di pintu rumah, kau telah melebur kembali bersama duniamu di atas sana.

dengan sederhana aku abadikan moment ini sebisa mungkin, agar terbentuk satu kenangan dan ikatan batin antara kau dan aku...
aku menganggapmu sebagai anugerah, karena aku dapat melihatmu dengan salah satu inderaku, dan terlebih lagi karena engkau salah satu tanda kekuasaanNya, yang turun dari langit, meski secara ilmiah, engkau hanyalah titik-titik air yang tersinari oleh matahari..
engkaulah tanda bagiku bahwa DIA masih mencintaiku dengan apa adanya diriku dan mengampuniku, juga seluruh umat manusia di bumi ini...


Bandungku, hatiku damai dan tenteram setelah melihat pelangimu, dan aku akan terus merindukannya...teruslah kau mewarnai bumimu, laksana pelangi yang sudah menentramkan hatiku...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]