Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 27 April 2010

berdiri di puncak menara


Petir itu datang mengusir ketenangan seisi belantara... Pertanda apakah ini?
Kesunyian yang damai, yang dinikmati dengan beribu-ribu tawa diamini seisi jagad, akankah kembali gaduh??

Pertapa hina ini harus kembali beranjak ke kegelapan alam, tak ada satu cahaya pun yang dapat menembus pelukan lebatnya dahan, berpayung rimbun daun. Semak-semak yang terhampar menutup jejak sang pertapa.
Tolonglah, wahai alamku! Tenggelamkan aku dalam gelapmu, hapus bayangku dalam peluk ribuan pilar hidupmu.

Tidak bisakah sejenak aku berdialog dengan bahasa yang paling komunikatif...kesendirian...

Tuhanku, perjalanan ini cukup letih...haruskah kembali terusik??
Kepasrahan ini sebagai keyakinan bulatku tanpa sedikitpun keraguan atas naskah-naskah yang Engkau tulis buatku...


BUT, WHY NOW?

Kemanakah aku harus lari?
Kurang dalamkah belantara yang aku lalui? Atau...kurang terjalkah jalan ini?
Ribuan pertanyaan ini kembali menumpuk, membabi buta dalam seluruh tarikan nafasku.

Dalamnya lubang semut berselimut gelapnya malam...
Masih saja bagai berdiri di puncak menara.


Banggakah aku?
Sombongkah aku?
Lemahkah aku?
Kurang ajarkah aku?

Bodohnya aku, masih saja tidak mengerti arti kata sendiri...



Bandungku, aku ingin berbisik padaNya... Ampuni aku, Tuhanku...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]