Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 20 April 2010

pagiku, auraku...

ketika aku menyibak tirai jendela kamarku...segeralah udara pagi berhamburan menerpa wajahku, berlarian ke ruangan kamarku, dan menjadikannya sejuk segar, berikut embun pagi ini, dan aroma bunga di kebun kecilku.

mentari belum memperlihatkan serinya. langit masih kelam dan pekat, tanpa ada bintang satupun yang nampak...apalagi senyumnya bulan yang tadi sore terlihat sabit. langit begitu sepi...
yang terdengar hanya suara kokok ayam jantan milik tetangga yang bersahutan, dan lantunan azan di mesjid seberang rumah dan sebelah rumah, bersahutan pula.
sesekali terdengar suara burung yang kata orang, burung itu adalah sebagai penanda kematian. jika burung itu bernyanyi tak jauh dari rumah kita, maka konon, akan ada yang meninggal dunia di dekat dengan lingkungan kita. hiiiiiii suaranya lumayan bikin merinding.... tak ada suara lain yang hadir pagi itu, di saat itu...

aku segera bangkit dan duduk bersimpuh, sambil kuhela nafas panjang, dan membuangnya kembali dengan sangat perlahan, sambil aku pejamkan mataku....
sejenak, udara yang masuk ke paru-paruku membuatku sadar seutuhnya, mengalir hingga ke otakku, dan seluruh pembuluh darahku.
aku satukan hati dan pikiranku untuk diam sesaat, memaknai sebuah pagi yang sebentar lagi merekah. memaknai sepinya, heningnya, dan berharganya pagi ini. memaknai sebuah pagi sebagai anugerah terindah bagiku. new day, new start!!

pagi yang mengantarkan aku bangun dari mimpi-mimpiku... pagi yang mengantarkan aku untuk berdoa dan menghargai satu awal kehidupan baru dan mensyukurinya... pagi yang mengantarkan aku untuk merawat kebun mungilku... pagi yang mengantarkan aku prepare buat berkarya di sepanjang hari ini... pagi yang mengantarkan aku melihat cahaya agung yang berkuasa mengusir kegelapan di kelamnya malam.

satu yang membuatku sangat merasa istimewa di pagi ini, adalah.... bahwa.... aku boleh melihat dan berjumpa kembali dengan embun pagi yang sangat indah, dengan kilauannya yang bening dan murni menyejukkanku selalu di sepanjang waktuku.

tolong, jangan pernah berubah, wahai embun pagiku.... karena engkaulah auraku!
rasanya, sangatlah patut jika aku berterima kasih kepada pagiku yang telah berkenan memberi auramu untukku. meski hanya setitik, namun engkau sangat berharga bagiku, selamanya...


bandung, aku cinta pagi dan embunnya....selamanya....

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]