Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 30 April 2010

cerita dari sisi

kini sisi sudah beranjak dewasa. dia kelas satu SMA dan sudah mulai mengenal yang namanya cinta. setiap permasalahan yang ada pada dirinya, selalu diceritakannya kepadaku. sebisa mungkin, aku menjadi pendengar yang baik, dan bila perlu, aku menghajarnya dengan keras demi kebaikannya.

sisi, yang beranjak dewasa, dengan dunia yang baru dikenalnya, kini telah benar-benar dewasa dengan pemikirannya. humanismenya cukup bagus, dan tak heran jika ia dengan cepat punya temen spesial. berawal dari satu kesalahan nomor ponsel, dia berkenalan dengan seorang lelaki yang bernama sandi. biasanya ni, sisi selalu gengsi jika temen spesialnya tidak memiliki motor yang bisa mengajaknya berjalan-jalan. tetapi entah mengapa, sepertinya sisi sudah kepincut sama yang namanya sandi. walau sandi sangat sederhana dengan penampilannya, juga dengan pendidikannya, tetapi sisi tetap menyukainya. dia juga heran dengan sikapnya ini. mungkin, karena sandi memiliki satu power dari dalam dirinya, yang bisa menyenangkan dan mampu membuat nyaman bagi sisi.

hampir dua minggu, dia sudah menjadi kekasih sandi. cerita demi cerita mengalir dengan spontan, bagai air sungai yang tak berdaya menghentikan laju airnya sendiri. hingga suatu saat, di satu percakapan yang hangat, di balik ponsel mereka masing-masing.
"udah shalat, san?" tanya sisi
"belum yank.." jawab sandi
"kenapa? udah mau abis lho waktunya..." lanjut sisi lagi
"duh, gimana ya..."
"gimana apanya?"
"mmmhhh..gimana ya yank...aku belum bisa shalat..." jawab sandi malu-malu
"haaa?" begitu ekspresi sisi waktu itu
"iya...mau ga kamu ngajari aku?"
"hehehehe..." sejenak sisi hanya tertawa pelan, terlihat agak heran dengan pernyataan sandi.
"ok, boleh...kapan kamu mau mulainya...kamu punya iqra ga?
"ga punya..."
"tp kamu punya Al-Qur'an kan?" tanya sisi lagi, sambil berkata dalam hatinya, wah..kebangetan deh kalo sandi sampai ga punya Al-Qur'an.
"punya yank.." jawab sandi. alhamdulillah...batin sisi sambil tersenyum.
"ok deh ntar aku ajarin kamu." sambut sisi menenangkan hati sandi.
"ok, thanks ya yank..sekarang, aku mau mandi dulu ya..." lanjut sandi.

satu percakapan yang menarik untuk disimak bahwa, untuk menjadi sosok di dalam diri orang yang kita kasihi, sangatlah diperlukan adanya kejujuran. satu syarat ke arah kebaikan, yang ditampilkan sisi kepada kekasihnya, sudah berhasil membuka mata hati sandi untuk menjadi insan yang lebih baik lagi dari pada hari kemarin.

sisi, yang beranjak dewasa. dia mampu memahami kondisi dari satu pribadi yang jujur dan mengatakan apa adanya. dia lebih menghormati kejujuran itu sendiri di atas segala-galanya. sisi tidak menertawakan kekasihnya, meski di usia yang hampir dua puluh tahun itu, belum mengenal sembahyang lima waktu. dengan senyum bersahabat, dan santun, sisi berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi orang terdekatnya, selain keluarganya. mungkin dia belum tentu akan bersama selamanya dengan sandi, tetapi niat dari sebuah kemanuasiaan menuntutnya untuk melakukannya. satu hal yang aku suka dari sisi adalah bahwa, sisi tidak serta merta menghakimi sandi dengan semena-mena dengan merasa dirinya benar. sisi kini telah mampu menjadi dirinya sendiri, memiliki pribadi yang kuat dan rendah hati.




bandungku, ternyata sisi memang sudah beranjak dewasa...