Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 April 2010

rapuh

Ketika satu niatku lahir dari hati nuraniku terdalam
Ketika aku ingin memuliakan sesamaku dengan apa adaku
Ketika aku ingin me-real-kan kasihNYA di muka bumi yang kupijak
Ketika aku ingin melakukan semua itu dengan setulusnya

Hatiku sempat bertanya
Mengapa harus aku yang bertanggung jawab atas kehidupan utama dari sesamaku??
Mengapa tiba-tiba harus aku yang mengerti akan kesusahannya??
Mengapa harus aku yang mendengar segala keluh kesah tentang segala bebannya??
Memangnya.........Aku siapa??
Berhargakah aku??
Muliakah aku??
Lalu........jika demikian, berharga dan muliaku untuk siapa??
Aku bukan seorang public figure
Aku bukan seorang pejabat sebuah dinas
Aku juga bukan orang yang berpengaruh
Aku benar-benar seorang awam, seawam-awamnya.....

Aku tak ingin disebut sebagai orang yang mulia dan berharga di mata sesamaku
Jika ternyata langkah yang kuambil dapat merugikan orang lain

Ketika akhirnya tangan ini telah terulur dengan ikhlas dan penuh senyum
Matakupun semakin terlihat menyipit karena tawa lepasku
Aku bahagia dengan apa yang sudah aku perbuat
Ternyata aku berhasil menepiskan pertanyaan-pertanyaan itu!!

Ketika sang waktu kembali berkisah tentang seluruh kejadian di alam ini
Ketika waktu yang tersisa telah habis
Ketika aku butuh bantuan
Ketika aku dihadapkan pada kesusahan dan segala keletihanku
Ketika air mataku dengan begitu saja mengalir dengan derasnya

TERNYATA......

Aku mendapati diriku seorang diri
Tak ada yang peduli, bahkan menoleh padakupun tidak!
Apalagi ada yang menolongku dengan tulus dan riang, seperti saat aku dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaanku, aku memberi nafas bagi sesamaku
Teriakankupun seolah terbang terbawa angin yang lalu
Padahal, hari tenang dan teduh saat aku meneriakannya
Lalu...teriakan macam apa lagi yang harus aku buat, sedangkan kerongkongankupun telah kering......???

Ternyata.......
Aku kini benar-benar sendiri
Terasa sepi di tengah keramaian....
Lalu..............aku tanggung jawab siapa, TUHAN???

Kembali pertanyaan-pertanyaan itu muncul
Seolah terngiang di dalam gendang telingaku
Menggema dalam palung hatiku
Dibarengi feed back yang sangat menyayat dan demikian kuatnya!!!
Seolah menyalahkan padaku atas apa yang telah aku buat

Ketulusan di jaman ini, seakan tak bermakna
Wahai ketulusanku..........apa kabar dirimu.....???

Setanpun menari-nari dalam otak dan hatiku
Menyeringai di pelupuk mataku

Pamrih apa gerangan yang ada di lubuk hatiku....??
Wajarkah itu??
Ini bukan masalah pamrih atau bukan
Ini hakikat hidupku!
Entahlah....aku sendiri bingung...

Yang jelas..........

Aku rapuh....Aku jatuh....Aku terkapar....!!
Dalam nuansa ketidak adilan !

Sayang, Guardian Angelmu ternyata telah remuk redam
Guardian Angelmu ternyata lemah
Guardian Angelmu ternyata terluka
Sayap yang telah tercipta dengan susah payah, kini telah patah
Di telan ketulusan yang sia-sia....sangat sia-sia.....
Aku ingin menjaga ketulusanku....
Tapi hanya penderitaan sajalah yang aku rasakan

Sayang, kau pernah berharap agar sayapku jangan sampai patah, apalagi terluka
Kini....masih pantaskah aku....kau sebut sebagai Guardian Angelmu??

Dengar isak tangisku.....
Maafkan aku....
Aku tak bisa menjaga harapmu yang mulia dan tulus
Sehingga, itu semua membuat sayapku sendiri patah dan terluka

Maukah kau membalut lukaku??
Bila masih boleh, aku masih ingin tetap menjadi Guardian Angelmu
Sekarang sampai selama-lamanya

Dalam kehampaan dan kesendirianku ini
Semoga kau berkenan hadir untukku
Dengan membawa senyum terindahmu......




Bandung, semoga aku tidak akan pernah rapuh lagi...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]