Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 15 April 2010

saling mengasihani

di manapun kita berada, dan siapapun diri kita, kita pasti pernah mengalami sebuah rasa belas kasihan yang muncul dari dalam hati kita terhadap teman atau siapapun dia, karena kita melihat kondisinya. entah itu karena kondisi ekonominya, atau kondisi dirinya sendiri, atau faktor lainnya yang melekat pada diri seseorang.

ini terjadi ketika para wanita khususnya, melihat penawaran tas yang bisa dicicil dengan beberapa kali angsuran. harganya sih lumayan mahal, karena barang ini import dari luar negeri. tak banyak yang mengambil barang ini, karena dirasa cukup mahal. aku aja, kalo ga ada yang ngasih, rasanya sayang, untuk mengeluarkan uang yang bagiku cukup besar, hanya untuk sekedar tas, meski aku tau, kualitasnya pasti bagus.

satu hari, akhirnya ada satu ibu yang mengambil tas itu. kita hanya saling pandang. kita, melihat dia membeli barang itu, bukan karena ga boleh. tapi kita tau kondisi keuangannya, yang pas-pasan. aku juga heran, kenapa dia sampai berani ngambil barang itu, padahal kalo diliat, tasnya belum rusak, bahkan cenderung masih bagus dan kuat. ya sudahlah, ga usah dibahas lagi tentang itu. mungkin memang dia sangat membutuhkan barang itu.

hingga sampailah pada suatu hari, aku mengetahui alasan yang sebenernya, mengapa dia mengambil tas tersebut. dari cerita yang didapat, ibu itu mencicil tas hanya karena rasa iba kepada penjualnya. dia merasa kasihan, karena teman-teman yang lain ga beli barang yang ditawarkan oleh orang itu.

tawa dari bibirku yang melebar, setelah mendengar alasan dari ibu itu. karena aku juga mengetahui, bahwa si penjualnya juga merasa kasihan kepada ibu itu, karena dia tau kondisinya. lebih tepatnya, si penjualnya merasa ikut berempati dengan keadaan ibu itu, dan dia malah merasa keberatan, koq malah ibu itu yang mengambil barang dagangannya. kami tak bisa menahan tawa manakala mengetahui bahwa hal ini benar-benar terungkap, karena selama ini ibu itu meminta kepada teman yang menceritakan itu, untuk tidak memberitahukannya kepada penjualnya. tetapi teman itu yang juga adalah teman ibu itu dan si penjual, tetap menceritakan apa yang diucapkan oleh ibu itu, setelah teman itu mendengar keluhan dari si penjual, karena sampai hari ini, ibu itu belum membayar cicilannya.

peristiwa yang boleh dibilang unik dan lucu. bahwa niat suci tak selamanya ada pada tempatnya. seperti ibu itu. sebenernya niatnya yang ingin membantu, tetapi dia melupakan kondisinya sendiri yang tak mampu untuk memenuhi cicilannya kelak. dan itu telah terbukti.
sementara si penjualnya juga dengan niat yang suci mau melepas barang dagangannya kepada ibu itu, karena merasa kasihan, tetapi sekaligus merasa tak berdaya dengan dugaannya sendiri. apakah ini bisa juga disebut dengan kasih yang salah? hehehe

sejatinya, rasa belas kasihan dari dalam hati kita hendaknya proporsional, tak berlebihan, dan mampu menjadikan sebuah amal bakti yang tulus buat sesama kita, tanpa harus merugikan diri kita sendiri, terlebih merugikan orang lain.


bandungku, kasihanilah daku....hehehehe....

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]