Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 24 September 2010

Jemputlah Aku Di Padang Ilalang


 

Letihku...
Rasaku...
Rinduku...
Cintaku...
Asaku...

Kecewaku...
Syukurku...
Dukaku...
Laraku...
Senyumku...

Bahagiaku...
Air mataku...
Jejak-jejak lukaku...
Bilur-bilur deritaku...
Kerendah hatianku...

Ketulusanku...
Egoku...
Kelembutanku...
Kesetiaanku...
Kebijaksanaanku...

Pengertianku...
Kebaikanku...
Keindahanku...
Keramahanku...
Ketegasanku...

Keberanianku...
Kerapuhanku...
Keteguhanku...
Kepasrahanku...
Upaya dan doa-doaku...

Itulah isi dari ragaku
Itulah isi dari segenap bejana di jiwaku

Itulah yang telah melahirkan diriku seutuhnya
Itulah yang menuntunku
untuk mengenalmu dan mencintaimu selalu

Jemputlah aku di padang ilalang ini
Di ambang petang aku kan menunggumu

Jemputlah aku di padang ilalang ini
Yang kian menjadi saksi kepasrahanku

Pilihlah bejana yang kau suka
Peluklah bejana yang kau kehendaki dariku

Apapun yang kau pilih, itulah diriku apa adanya
Ambillah dia, dan bawalah pergi...

10 komentar:

tiwi mengatakan... [Reply Comment]

Hmm spt biasa..aku cm manusia biasa yg ora ngerti bahasa seni sista...he3..., terlalu tinggi bahasanya bagi daku...yg ak bs ak baca adlh...sebuah karya seni puisi yg indah...wowww sambil melongo.com teruslah berkarya sista!..tq..

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

datang menyambangi...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@mba tiwi...waduh...bisa terbang melayang ni aku, kl mba tiwi melongo.com terus hehehe..pasti mba...aku akan selalu berusaha bikin mba tiwi melongo terus deh..dan ntar bisa bikin nangis..kaya wkt mba tiwi cerita itu, bs bikin aku mbrebes mili...:) sukses terus bwt mba tiwi..thanks juga...:)

@mas aryadevi..silakan..:)

julicavero mengatakan... [Reply Comment]

wew..mantafff

deasy mengatakan... [Reply Comment]

saya selalu mengagumi puisimu Mb".. Sukses sll windflowers

NURA mengatakan... [Reply Comment]

salam sobat
puisinya bisa dirasakan ngga cuma dibaca saja mba,kujemput kau dipadang ilalang ya,,lewat silaturahmi ini.
walau telat minal aidin walfaidzin mba.

Mood mengatakan... [Reply Comment]

Woow.. Puisinya mantap Mbak.
Eh, memang lagi menunggu siapa Mbak ? Sampai menunggu dipadang ilalang.

NENSA MOON mengatakan... [Reply Comment]

Dia pasti akan menjemputmu di padang ilalang, adinda Wind...hehe..
karena jika tidak, dia pasti akan menyesal..

Kangen nih sama puisi2mu Wind, lama ga kesini...


nensa

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

aku kan mencari tetesan yg tersisa di bejana itu. lalu izinkan aku menggenggamnya hingga kemarau ini berakhir...
pa kabar?

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@julicavero, deasy...thanks a lot...:)

@nura...thanks ya mba...selamat idul fitri jg mba..maaf lahir batin..:)

@mood...thanks mas...hehehe..iya ni menunggu di padang ilalang biar romantis..

@mba nensa...thanks ya mba..hehe..sama mba, aku jg kangen sm mba nensa...:)

@lone fighter...bawalah tetesan itu..dan genggamlah dia..semoga dia bs selalu menyejukkan musim kemaraumu...

*kabar baek mas...:)

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]