Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 30 September 2010

Test Keperawanan

Haha... Aku baru tahu (telat kali yeeee *halah*) kalo anggota DPRD Jambi meluncurkan idenya mengenai test keperawanan bagi calon pelajar SMU dan Perguruan Tinggi.

Mmhhh..kalo buat aku pribadi ni, kayanya wacana di atas ga adil deh.

Ga adilnya yang pertama... Masa cuma kaum cewek aja yang ditest, yang diperiksa...?
Terus, apa kabar dengan kaum cowok?

Ga adilnya yang kedua...
Kalo ternyata banyak kaum cewek yang udah ga perawan lagi, masa ga boleh sekolah...?
Apa kabar dengan UU yang mengatur hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi warga negara Indonesia.
Apa kabar dengan perjuangan RA. Kartini yang menggaungkan emansipasi wanita dalam karyanya Habis Gelap Terbitlah Terang...?

Kebayang, kebodohan lantas menjadi sebuah trend mark buat negeri ini.
Udah gitu, pasti sekolah-sekolah ga laku. Terus tar guru-guru, dosen-dosen, dan para pegawai tata usahanya pada nganggur... Sementara ni, ga bisa dipungkiri lagi bahwa kaum cewek lebih dominan daripada kaum cowok. Apa ga nambah rumit lagi tuh, kalo makin banyak pengangguran...?

Ga adilnya yang ketiga...
Faktor hilangnya keperawanan itu beraneka macam. Ga melulu karena faktor suka sama suka. Gimana kalo hilangnya keperawanan itu disebabkan oleh kecelakaan, karena olah raga, dan disebabkan oleh pemerkosaan...?
Apakah ga bakal jadi beban psikis buat mereka...?

Meski baru wacana, tetapi keliatannya wacana ini sudah menimbulkan kontra.

Lagi-lagi, peran orang tua yang harus mempertanggungjawabkan setiap kondisi anak-anaknya. Ga peduli anaknya cewek atau cowok. Hajaran pendidikan tentang agama dan moral yang bermula dari keluarga sebagai basis mungil ini, memang harus kuat, harus tangguh, harus perkasa, harus menjadi pedoman yang sangat berpengaruh bagi alam sadar maupun alam bawah sadar mereka.



* Adik-adikku sayang, tetep keep fight ya buat masa depan kalian sendiri...
Kalian mungkin udah bisa menilai kinerja dari generasi sekarang yang jadi pemimpin. Masa kalian nanti akan ga lebih baik daripada mereka...?

33 komentar:

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

Hho.. masa sih ada Peraturan kaya gtu wkwkw.... kasian juga ya klo udah gak perawan gak boleh sekolah ... harusnya test keperawanan itu bukan untuk calon siswi SMA tapi buat Calon PNS gimana sih tuh yg bikin aturan.. untuk yg laki gmn ng'testnya atuh??? haha....

Semangat N happy blogging.. tumbenan nie aku bisa ikutan baca pagi2 gini hhe....

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

setelah test..hasilnya apa jeng Diana?...hikhikhik

Lofe of My Life mengatakan... [Reply Comment]

aneh2 aja ya kelakuan para anggota DPRD
kaya kurang gawean urusin hal yang ga masuk diakal
"mau dia peraan atau ga kan bukan urausan anggota DPRD"
bener2 terlalu
lebih baik urusin diri mereka aja sendiri apa mereka korupsi atau ga atau malah korupsi buat membiayai "simpanan" yang lain
ya namanya negara Demokrasi bebas aja^O^

Djangan Pakies mengatakan... [Reply Comment]

ane setuju kalimat yang terakhir mbak, bahwa keluarga adalah faktor penentu hitam putih merah hijau si anak. Anak berada pada pergaulan positip atau terjerembab pada kebebasan yang kebablasan sangat tergantung bagaimana tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Sekolah hanyalah membantu mengembangkan kepribadian anak, sedangkan hampir 90% perilaku anak tergantung dari keluarganya.

dee mengatakan... [Reply Comment]

test kegadisan lebih tepatnya:) disitu akan diberikan konseling untuk pelajar setingkat smu dan perguruan tinggi.. masalah perawan gak perawan seharusnya tidak menghalangi seseorang unt sekolah, melanggar ham dong hehe.. Nice post mb"

Aan mengatakan... [Reply Comment]

Ngga da kerjaan tuch DPRDnya...
ga study banding x jadi bikin aturan yang seenak jidatnya....
PRO Rakyat dunk...

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

tidak pas pada moment-nya...DPR..oh DPR...

Anonim mengatakan... [Reply Comment]

sy siap jd testernyo.....http://www.tropisliving.blogspot.com/

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Ferdinand hehehe..justru itu...
pokoke ga adil deh...wkwkwk..idemu ngeluarin aturan itu bagus juga fer..haha..

wah..iya ya..br nyadar kl km bs baca pagi2..hihihi..yg sering aja atuh fer...


@Belantara Indonesia waduh...aku bukan testernya je...hihihi..jd ga tau hasile piye dan hrs diapain..hehe


@Lofe of My Life emang aneh koq...kl ga aneh mah bukan DPR namanya atuh...hehe..


@Djangan Pakies iya memang mas..dari lingkungan terkecillah mereka terbentuk..kita selalu berharap bhw mereka selalu punya sikap untuk menentukan yg terbaik bwt diri mereka..:)


@dee yup..bener banget mba..hehe...


@Aan hehehe..studi banding ya..brarti ketauan..studi banding selama ini, apa kabar...? ehhehehe


@aryadevi yup mas...balada DPR kita ni..hehe...


@Anonim wew...but, anyway terima kasih atas kesediaannya...wkwkwk...

inge / cyber dreamer mengatakan... [Reply Comment]

pergaulan bebas yang semakin merajalela dan harusnya bisa sedikit diredam dengan pemberian pendidikan lah kalo malah ndak boleh sekolah gimana mau mengatasinya>,<

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

148.26 kb abot nian mbakyu....ckikikiki

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@inge / cyber dreamer iya non..mungkin jg dng pendidikan seks bs diredam? ato malah jd pngen nyoba...hehe..susah jg sih..beneran hrs berawal dari pendidikan di keluarga...:)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Belantara Indonesia waahh..isih abot ya...hehe...thanks infonya ya...

Iskaruji mengatakan... [Reply Comment]

Memang suatu kebijakan terkadang selalu mengenyampingkan efek yang ditimbulkan. Belum selalu tidak sinkron dengan kebijakan yang telah lebih dulu ada...anyway, I love Indonesia!

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

Mank ada yg keq gt? hm... bsa jdi clah bwt KKN n PUNGLI lgi tuh. Dmokrasi di negri ini mank sampah... (ups,, sory lgi esmosi)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@mas iskaruji...yup mas..hehe..kaya yg ga dipikir dulu...'seolah' asal2an aja...:)

@lone fighter...haha..emang bs bikin emosi sih...gpp koq, dimaafin...
wah...analisamu keren tuh...:) jd menciptakan aji mumpung tarnya...

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Kakaaak..aku dapat informasi bahwa tes keperawanan yang dimaksud hanya tes wawancara ( pendekatan psikologi ). Inipun berlaku bagi siswa laki-laki ( namanya tes keperjakaan kali ya kak..hehe ). Siswa diharapkan untuk menjawab secara jujur ( nah, tau darimana coba ). Menurut si pembuat peraturan, jujur atau tidak itu akan menjadi tanggung jawab dari masing2 anaknya pada Tuhan.

Walaupun nanti kedapatan ada yang sudah tidak perawan ? tidak perjaka, bukan berarti mereka tidak boleh sekolah. Mereka akan dibimbing secara emosional untuk tidak melanjutkan kesalahannya. Sementara untuk yang masih perawan / perjaka, mereka akan dibimbing pula agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. ^_^

om rame mengatakan... [Reply Comment]

ah itu sih usuLan yang aya-aya wae, kayak enggak ada kerjaan yang Laennya aja.
sebaiknya jangan bukan terfokus ke arah saya, tetapi menerapkan pendidikan untuk mencegah agar tindakan2 yang mengarah kepada perzinahan di tingkatkan. begitupun dengan penerapan hukumnya, harus diLakukan dengan tegas agar memiLiki efek jera bagi para peLakunya dan bagi yang beLum meLakukan menjadi peringatan berharga.

Anonim mengatakan... [Reply Comment]

wotswrong wit testing prawan?????... ada yg keberatan????malu ya kalo nggak parawan?atao sebaliknya????cuma mau di bikinin aturan ttg tes prawan aja kok repot. lagian itu kan usulan dari anggota dewan kita yang terhormat,secara DPR itu jg kan yang milih kita2 juga sebagai rakyat. coba kita pikir lg dengan arif dan bijaksini, kalo kita udah nggak percaya dengan apa yang diusulken atau ide2 briillian wakil2 kita sendiri,gayus bisa bilang..." apa kata dunia!!" yusril juga pasti gerah liat yang kayak gini, wong kita sendiri yang milih, kita yang teriak2 waktu kampanye, kita yang bangga pake jaket kebesarannya..eh..waktu keluar ide dan pemikirannya kok malah pada sewot. jangan2 benar kata orang, bangsa ini warganya udah kena penyakit lupa kronis!!! logikanya, orang yang kita perjuangkan untuk jadi wakil kita2 sebagai rakyat ini harusnya bangga dengan semua pemikiranya, bahkan dengan sikap dan perilakunya.

meski enggak semua orang milih dia jadi anggota dewan, bukan berarti ide dan pemikirannya bisa disalahakn. sekali lagi,coba kita renungkan lagi..yuk yak yuukkk...
anggota DPR yang terhormat juga manusia, yang ide dan pikirannnya bis bermacam2 bahkan bisa jadi aneh. maklum kan namanya juga manusia men..bukan dewa, apalagi malaikat...dia juga punya kesibukan selain rapat2, dia juga bisa capek, dia juga ingin santai dirumah, nonton tv bareng keluarganya, dia mungkin juga paling demen sinetron indonesa men...mungkin juga dia nggak mau ketinggalan satu episodepun cerita bayi yang tertukar...cinta fitri episode 100..buruk rupa yang baik hati...si jahat yang masuk neraka..atau silemah yang teraniaya...mungkin juga lagi dengan seksama berusaha memahami salah satu novel prawan yang teranaiaya si majikan..bahkan bisa jadi lagi baca cerpen yang judulnya janda kampung yang jadi rebutan ustad dan preman..nah..dari semua tontonananya itu,muncullah inpsirasi dia buat ngetes prawan2 abg yang mau sekolah. kan banyak tuh, sinetron yang abg judes2,mgkn dia dah enek bgt liatnya. makanya dia mo keluarin aturan: yang nggak prawan dilarang masuk! nyang ni dah sesuai dengan kewenangan dia sebagai anggota dewan yang terhormat, sebagai wakil rakyat men.bikin aturan bin undang-undang.

sebenarnya , kasihan juga dia. sudah bersuara mengeluarkan ide kok malah di hujat. padahal,kalo kita renungi lagi, dia jadi seperti itu juga karena lingkungannya, ato katakanlah tontonannya yang menjejali pikirannya tiap hari. karena saya yakin, enggak mungkin beliau sempet baca buku kepribadian, buku pengembangan diri..enggak sempet bro..dia kan sibuk.dia hanya sempet nonton sinetron di tv,padahal tv nayangin sinetron dgn crita kayak gitu juga karena duitnya banyak, karena tahu ratingnya tinggi,iklannya juga byk, iklan byk karena perusahaan bisa pasang iklan meski biayanya mahal,karena produknya laku, karena kita yang beli..coba sapa dr kita yang nggak pake sampo,enggak pake sabun,enggak pake semua barang yg di iklan itu..jadi...kesimpulannya, kalo dipikir dengan jernih,kita juga yang salah kan....
kalo sebagian dari kita menganggap idenya buat ngetes misih prawan apa kagak, misik jaka apa ndak,sebagai ide yang kurang normal, pikiran yang bulshit, bahkan dianggap ide yang melengkapi dan membuktikan kebodohannya selama ini, apa salah jadi orang bodoh??apa tidak boleh anggota DPR tolol???kalo memang tidak boleh, kalo memang tidak layak anggota DPR seperti itu hanya satu caranya kok fren. enggak usah dipilh. titik!

salam
flo
tropisliving

Anonim mengatakan... [Reply Comment]

hhh

Sukadi Brotoadmojo mengatakan... [Reply Comment]

Semangat Mbak, ada mas/mbak anonim tuh... :D
Masalah test ini saya pikir baru sebatas wacana. Kalau mau di tes mau pakai alat apa? kalau hanya lewat wawancara memangnya bisa untuk mendeteksi masih perawan atau tidak. Dibuat santai saja buat kaum perempuan, namanya juga wacana, berita sesaat...he.he.
Harusnya diwacanakan ada test kejujuran saja, korupsi atau tidak, itu baru cocok he.he

Dunia Anak Kita mengatakan... [Reply Comment]

padahal masih banyak pr anggota DPRD yg harus dikerjakan seperti solusi harga kebutuhan yg melambung, biaya sekolah yg wah ... Memprihatinkan memang, kalau kita punya wakil seperti itu, hehehe :)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla...wah, thanks a lot bwt infonya..tp mnrtku sih itu tetep ga akan efektif, jika memang semuanya diserahkan lg pd Tuhan, ketika mereka melakukan kebohongan dlm wawancara tsb. Intinya adalah, spt yg mas pakies bilang, bhw pendidikan, atau sekolah hny berperan sebagai 'pembantu' anak2 kita untuk mengembangkan dirinya sendiri, yg kelak diharapkan bs berguna bagi lingkungannya; khususnya keluarga, dan dimanapun ia tinggal, dng bekal ilmu yg didapet dr 'masa pengembangan' itu...

@om rame..yup, aya-aya wae memang...:) mnrtku, masih bnyk hal yg lbh penting lg, kl memang niatnya untuk mensejahterakan rakyat dng tulus...:)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

dear flo...semua yg terjadi di bumi ini ada hubungan sebab dan akibatnya...seperti anggota dewan kita yg terhormat itu..bs jd apa yg flo omongin itu bener adanya, bhw ia sampai bs menyimpulkan utk menyampaikan wacana tsb, krn lingkungan yg mempengaruhinya, spt nonton sinetron, ato mempelajari sebuah novel yg ga kelar2 dibacanya..

tp di dlm setiap aksi, pasti ada reaksi..wacana tsb bikin gerah, bukan krn takut ketauan masih perawan ato ga. tp mnrtku, itu sebuah wacana yg akan sia2 aja gt..

kl pd akhirnya dewan kita memilih utk bodoh pun, itu hak mereka..yg pasti pd akhirnya, rakyat hny menjadi akar rumput yg layu dan kering. milih salah, tp ga milihpun salah jg... bagi yg memilih..mgkn pd saat kampanye, mereka berkata2 yg mendukung rakyat dan sebangsanya...
menjadi rakyat yg berkualitas memang gampang2 susah..tp kl dewannya tetep memilih untuk bodoh, bukan berarti jg kl rakyatnya bodoh, meskipun 'selera' rakyat masih terbatas pada kisah2 yg flo sebutin td di televisi..itulah supply and demand...:)

aku pribadi, ga milih SBY..trus apa pengaruhnya? kecuali hny pny rasa ga berdosa aja, bhw pilihanku bukan pd beliau yg ternyata mengecewakan rakyatnya...kl memang harus jadi, ya jadi, apapun dan gimanapun caranya..itulah salah satu 'keunggulan' dari politik yg aku sndr bingung ngadepinnya..begitupun dng anggota dewan kita..:)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Sukadi Brotoadmojo hehe..iya mas..gpp..dia ga anonim koq..:) yup..ini baru wacana yg mencuatkan kontra...
lwt wawancara, kl orangnya jujur sih mungkin jg jd ketauan..hehe..

wow..test kejujuran bagi calon anggota dewan ya mas...heheh...itu jg susah..kl ada KKN...:)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Dunia Anak Kita bener sekali mba..masih bnyk yg lebih urgent untuk dibahas dan disoroti, yg sudah menjadi 'penderitaan' bwt rakyat...:)

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

wekekee baru tau ada tes gituan sebalum masuk sekolah
hayahh >.<
eh mba email chika (chika_rein2000@yahoo.com)

Fir'aun NgebLoG mengatakan... [Reply Comment]

klo 'test perjaka' gimana caranya yach?..
yg jelas aku pasti lolos test dech :p hehehe

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@chikarei hehehe..makanya..aku kasi tau..haha...

thanks bwt alamat imelnya...:)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Fir'aun NgebLoG hehehe..tar kan diwawancarai...:)

Seiri Hanako mengatakan... [Reply Comment]

diskriminassi selalu punya alasan...
lagi-lagi...

eh kak
aku suka lho kalo kolom komentnya di semat di bawah entri gini
nggak mo double click soalnya
(^__^)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@Seiri Hanako ya..begitulah, ri...hihihi...

btw, thanks ya.. :)

julicavero mengatakan... [Reply Comment]

kalo ternyata co juga harus ditest saya berani deh.. :)...tp kan ga ketahuan weks...hhihihi

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]