Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 17 September 2010

terbang...jauh...entah...

Aku dan keindahannya yang kian abadi
Mendecak kagum bagi semua yang memandangnya
Gerah tercabik sembilu rasa
Terkoyak oleh nista yang tak berkesudahan.........

Tak satupun asa yang tak tercapai
Semua berjalan seperti adanya; sebagaimana seharusnya
Senyum tertabur dari hari ke hari bagi setiap pasang mata
Yang tak pernah lepas dari rautmu  yang menawan

Suargaloka...
Akankah kau menerimanya....?
Sedang kelu dan terdiam ia kemudian pergi
Di bait-bait perjalanan hidupnya yang kian berwarna

Mengapa ia memutuskan untuk memilih mati...?
Dengan segurat kerinduan yang tak pernah pupus

Mengapa ia memutuskan untuk memilih mati...?
Sedang seharusnya bukan di tangannya sendiri ia harus mati
Suargaloka...
Di manakah kelak aku akan menemuinya lagi...?
Aku kini rindu senyumnya
Aku kini rindu keindahannya
Aku tak pernah menyangka
Di balik keceriaan dan kedewasaannya
Ia ternyata lebih memilih mati, 
dengan tak wajar....................................

Lalu.....
Milik siapakah jiwanya kini.......................??


* aku berdoa juga bagi jiwa-jiwa yang telah tiada, dengan cara yang tak wajar...


10 komentar:

"om rame" mengatakan... [Reply Comment]

nih dahi udah berkerut kembang-kempis tapi enggak mudeng juga Mbak.
kehidupan ini penuh dgn warna-warni oLeh mahLuk2 yg mengisi, sehinggga tidak semua orang bisa dgn mudah masuk ke taman tersebut?.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame..puisi ini dipersembahkan khusus bwt yang meninggal dengan cara tak wajar; bunuh diri...:)

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

berkunjung pagi dan salam pagi semoga sehat mba ^_^

inge / cyber dreamer mengatakan... [Reply Comment]

ah...
jiwa hanya milik ALLAH...
dan hanya Ia yang berhak untuk mengambilnya...
walau kadang kita ingin menyerahkan...
>,<

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

entahlah
kalo dibilang itu takdir, tapi dya telah mendahului takdirnya

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Menurutku, mereka yang memilih cara demikian adalah orang-orang yang berani tapi "bodoh".

Kalau mereka berani menghadapi kematian, seharusnya mereka jauh lebih berani menghadapi kehidupan.

Tak perlu memaksakan kematian itu datang, karena pada saatnya dia akan datang. Dan saat menunggunya, Tuhan pasti selalu ada untuk setiap jiwa. "Janganlah berputus asa dari rahmat - Nya "....

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@mas aryadevi...salam malam mas..semoga sehat juga..:)

@inge..ya, jiwa hanya milik Allah, jika kita membiarkan hanya Ia yang mengambilnya kembali..semoga...:)

@chikarei...ya bener chik..bingung hehe..

@nilla...yup bener de, mereka "bodoh" dlm menyikapi sebuah kehidupan..sangkanya kehidupan ini ga patut bwt disyukuri..:)

"om rame" mengatakan... [Reply Comment]

maknanya jadi horror yah Mbak, teringat tetangga sebeLah yg teLah meLakukan haL demikian. udah ah, enggak diLanjutin ceritanya.

Erianto Anas mengatakan... [Reply Comment]

Sebuah tragedi yang mengiris ...
Seuah keruntuhan bathin tragis...
Dan jejaknya,
Jadi misteri...

Gelap menusuk
Misteri!

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...haah..?ada tetangga sebelah yg 'melakukannya' juga..?wah..hati2 om..hehe...katanya suka gentayangan, dan meskipun kita udah mendoakan, tp alamnya dia ga pasti dan menggantung...ngeri bnget om ngebayanginnya...tp ga salah jg kl kita terus mendoakannya dan mendoakannya...:)

@mas anas...syairmu menambah kepekatan sebuah misteri...gelap yang merata dan sangat gelap..ya, gelapnya gelap, tanpa cahaya setitikpun...

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]