Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 17 September 2010

teratai



Di ujungnya senja kau merekah...

Mekar, indah, ceria, dan anggun...

Cantik rupawan ditimpa sinar rembulan malam ini...

Tak pernah kau tampak bersedih...

Tak pernah pula kau tampak kusam...

Meski air di tempat kau hidup tak sebening dirimu

Kau sanggup senantiasa menjadi filter untuk lingkunganmu

Airmu...
adalah kehidupanmu, yang senantiasa berdebu, bahkan berlumpur

Namun, tak pernah menyurutkan langkahmu

Untuk tetap bertahan hidup di situ...

Karena engkaulah yang membuat bening air kehidupanmu...

Kau diciptakan Tuhan untuk tetap tegar di antara kekeruhan lingkunganmu, 
tetap dengan kelembutan dan kecantikanmu...

Sanggupkah aku sepertimu...???

13 komentar:

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

salam pagi mba, dipagi melihat, mendengar sesuatu tentang bunga atau yang tumbuh sangat menyegarkan ^_^

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

belajar dari teratai ya mba :)

julicavero mengatakan... [Reply Comment]

neng..neng..puisi wae..apaan artinya ya

Debby mengatakan... [Reply Comment]

aQ belum sanggup kayaknya Mba... T_T

Abdul Aziz mengatakan... [Reply Comment]

"Kau diciptakan Tuhan untuk tetap tegar di antara kekeruhan lingkunganmu,
tetap dengan kelembutan dan kecantikanmu...

Sanggupkah aku sepertimu...???"

Insya Allah sanggup.
Ibu Guru ?
Blognya menarik, saya senang puisi.
Hatur nuhun.

Salam dari urang Cianjur

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@mas aryadevi...iya ni mas..teratai emang menyegarkan...salam siang...:)

@chikarei...ya chika..pngen bnget kaya teratai..ia bs menjadikan dirinya tetap indah, meski tugasnya sangat berat..:)

@julicavero..hehehe..puisi ini artinya pngen jd orang yg bs membahagiakan siapapun dan memberi kedamaian..:)

@debby...yup..sama deb..aku jg gi belajar...:)

@bpk. abdul azis...waahh..syukurlah pak, kalo bisa...aku gi mo belajar ni pak...:)

hatur nuhun pisan pak..salam ti bandung...:)

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Ingin sekali menjadi teratai :)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla..iya de...aku juga..hehe..kita belajar sama2 yukk :)

"om rame" mengatakan... [Reply Comment]

mengenai persyairan ada yg kompLen tuh, biarpun udah saya juga mau nyampein kompLen yg serupa ah. hehehe... piss ah, kan abis Lebaran.

emang fiLosofi teratai itu seperti apa Mbak, saya enggak terLaLu mudeng. atau seperti pada bait- perbait disana?. yakni mencerminkan keindahan untuk kesejukan yg menikmatinya.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...hehe..boleh koq kl mau nyampein komplen, meski udah pernah nyampein..hihihi..

Ttg filosofinya, jujur, aku jg ga tau pasti, namun yg jelas, bagi saudara kita yang beragama Budha, bunga ini dianggap sbg bunga yang suci.

Secara fakta, bunga ini jg memiliki manfaat yg luar biasa untuk pengobatan, mulai dari akar, rimpang, batang, benang sari, bunga, dan daunnya...
Pokoke semua bagian dr teratai itu semuanya bermanfaat...

Selain itu, yg aku tahu, dia jg bs menetralisir air yg keruh...jd filter biar airnya tetep bening..
Nah, dlm kaitan filter inilah yg menjadi titik utama yg aku jadikan syair...begono om...hehe..

"om rame" mengatakan... [Reply Comment]

trims Mbak atas jawabannya, saya jadi Lebih memahami mengenai maksud dari teratai. waLaupun itu persepsi dari agama Lain, namun kiranya bermanfaat berarti patut untuk diketahui dan dimaknai Lebih jauh.

Erianto Anas mengatakan... [Reply Comment]

Sebuah idiom yg sangat mengena mbak

Dan saya?
Jadi cemburu pada sang teratai....

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...sama2 om..ya, ga tau jg ya..kebetulan aja terlintas di otakku untuk nulis ttg teratai hehehe..

@mas anas...thanks mas..
...dan aku pun tau pasti, bahwa kau cemburu padanya...karena aku pun demikian..hihihi..

*ingin berusaha dan berusaha terus untuk bs kaya teratai mas..

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]