Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 02 September 2010

Terbakar, Terkapar : saat hati semakin terhina, terpuruk, dan terluka

Wew... Judulnya ga banget ya... Tapi itulah kenyataannya. Aku jadi bingung ni. Sebenernya yang punya rasa nasionalis yang tinggi itu siapa sih?
Masa harus anaknya duluan yang nyebrang ke sana buat "nyerbu" (dalam arti positif) trus baru diikuti bapaknya...? Ga kebalik ya...? hihi

Saat malam yang mulai hening
Saat aku tunggu tutur kata yang akan disampaikan oleh pemimpin negeriku tercinta ini...
Aku sungguh telah menyimpan segenap kekuatan dan asaku di sana
Untuk mendengarkan (baca : bukan sekedar mendengar) kata demi kata dari Sang Jenderal yang memimpin sebuah Negara Besar ini...

Aku... Hanya bisa tercengang. Hah...? Cuma ini yang disampaikannya?

Betapa lembut dan menyejukkan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Membuat bangsa ini makin landing saja... Ke tempat yang paling rendah di mata Sang Arogan (baca : Malaysia) itu...

*tercengang lagi* Hah...? Inikah rangkaian kata yang telah tersusun itu...?
Yang aku harapkan bisa menjadi doa-doa buat seluruh rakyatnya, ternyata hanya membuat hati rakyat menjadi semakin lembek, rapuh, dan mulai terbakar melepuh, terhina, terluka, terpuruk, dan sebangsanya...

Mana ekspresinya.....Mana.....?!!!!!!! (*clingak clinguk* Bisa tolong cariin ga...?)

Menurutku juga ni.. Sepertinya presiden kita yang terhormat ini sedang menggadaikan harga diri bangsanya. Pidatonya ga ada gregetnya sama sekali. Demi neraca perekonomian, Indonesia kehilangan Giginya (*clingak clinguk lagi* tolong cariin lagi dong, please....)

Aku yakin, Sang Proklamator, Bapak Soekarno kita yang telah beristirahat dengan tenangpun, pasti menangis denger ini...

Ah, sudahlah... Toh aku yang masih lugu ini *halah lebay* ga ngerti tentang masalah-masalah yang beginian.
Tapi, boleh dong aku punya pendapat...

13 komentar:

inge / cyber dreamer mengatakan... [Reply Comment]

entah terlalu berhati-hati atau bagaimana yah mba'...
gemes juga denger pidatonya >.<

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

wah aku kira cuma aku yg kecewa ternyata ada lagi haha... bener bgt tuh pidatonya flat banget serasa TV LCD haha.....gak ada garang2nya gmn malaysia mau gentar... Cob JK masih ada kayanya pidatonya bisa lebih garang dikit..... tuh Wapres kita juga kmn ya?

Noor's blog (inside of me ) mengatakan... [Reply Comment]

Kalau saya sih sebenernya ingin semua masalah selesai dengan damai. Tapi semalam saya juga sempat menginginkan ada kalimat tegas yang keluar dari mulut Pak SBY..

Salam hangat & sehat selalu...

attayaya jadi anak smp mengatakan... [Reply Comment]

sby masih lembek
megal megol

Iskaruji mengatakan... [Reply Comment]

Inilah,...
Apa yang Sang Jendral ucapkan dengan retorika dan narasi yang khas, sesungguhnya benar2 pencerminan 50% lebih masyarakat Indonesia yang maha santun ini. Gak percaya? Tidakkah tindakan, pikiran, dan ucapan sang Jendral disetujui setengah masyarakat Indonesia saat pemilihan presiden tahun lalu. Dan inilah hasilnya.............teriris hati ini...hikkks

joe mengatakan... [Reply Comment]

coba dulu masih ada pak Harto, gak bakalan berani deh ...

johan mengatakan... [Reply Comment]

perang aja ko repot...

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

sering terjadi kesepakatan para atasan tidak nyambung dengan perilaku dan kebijakan para bawahan...seperti itu...jalur diplomasi,.. misal, sudah didapat tapi apakah akan terlaksana dengan baik ?...begitu terus berulang...sehingga membuat ...kaum akar rumput menjadi beringas...salah siapa ?

bluethunderheart mengatakan... [Reply Comment]

duh postingannya menarik jadinya bleu bingung comandnya gimana y..ehhehe
salam hangat dari blue

Elvindinata mengatakan... [Reply Comment]

ho o nih,,,pidato nya adem ayem gak ada semngat nya,,,,hiks hiks :(,, walau kita semua maunya damai,,,tapi ane berharap pak beye ,,,, bersemangt dan tegas,,,,:),,ternyata....

om rame mengatakan... [Reply Comment]

cuma beberapa kata: kayaknya baca pidatonya sambiL gemeteran (takut).

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@inge...hehe, yg pasti ga berani sih, bukan berhati-hati lagi...:)

@ferdinand...mending layar datar LCD : no yellow no glow...ini kliatan bnget 'ndronjong' hehe...

@bang pendi...iya, aku jg cinta damai...tp damai bukan berarti ga tegas kan...? :)

@bang atta...iya bang hehe..:)

@mas iskaruji...yup, tp jujur, wkt pemilihan kemarin aku ga milih beliau...jd, aku ga nyesel blas, minimal aku ga ikut salah milih hihi...

@joe...hehe...iya jg sih...

@johan...hihih kalo perang ya repot dong...:)

@aryadevi...iya bener mas...ga ngejamin jg dng diplomasi bs berhasil, jika dlm diplomasi itu ga ada tegas2nya...:)

@bluethunderheart...thanks...salam hangat kembali dariku :)

@elvindinata...iya vin...aku jg kecewa...

@om rame...yup, aku jg sempet ngeliat itu hehehe...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

secara kasat mata memang enggak terLihat yah Mbak, tapi kaLo mencermati bahasa tubuhnya tampak dgn jeLas rasa yg mucuL itu adaLah titik-titik, hehehe...

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]