Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 03 Mei 2010

belajar dari hening


Hening, tak pernah banyak menuntut hal apapun juga dari kita, manusia tak berdaya ini. Dia tercipta dari sebuah kondisi yang sangat agung, dimana Sang Maha Pencipta memberikan insting yang kuat kepada seluruh makhluk ciptaanNya, untuk diam beberapa saat, kecuali laju dari sang waktu itu sendiri yang bertumpu pada poros bumi.

Hening, sanggup mengisi seberapapun banyaknya bejana yang ada di batin kita dengan kemurnian sempurna dan kejernihan indera kita yang utuh, dengan mata batin yang peka.

Hening, menempatkan kehadiran kita di atas segala-galanya. Karena lewat hening, kita sanggup mengenal diri kita sendiri. Bermaknakah kita, bagi hening itu sendiri?

Hening, sanggup memberikan sebuah rasa syukur yang mendalam atas segala yang telah kita raih dengan kerja keras dan segenap upaya kita di dalam menyambut kehidupan ini. Atas perjumpaan dan perpisahan, dan apapun yang sedang dihadapi.

Hening, mampu mengawali rasa kasih dan sayang, juga cinta yang tulus, hingga dapat menghadirkan air mata yang kian mengalun seiring irama keheningan yang ada. Dia identik dengan embun turun, yang menyegarkan jiwa, memberi inspirasi tentang hidup ini. (Duh, jd inget embun pagiku ni..)

Hening, sanggup menghadirkan ketentraman, kehangatan, dan kedamaian jika kita mau terbuka dengannya. Karena, keheningan adalah dialog yang paling komunikatif di dalam seluruh rangkaian hidup kita.

Belajar dari hening yang ada di muka bumi ini, yang tercipta pada ruang yang kosong. Akan membawa kita pada kesejatian dan keramahan hati yang murni dan rendah hati. Lihatlah, meski dia tercipta pada ruang kosong, namun hening tak berarti kosong. Melainkan dialah isi dari inti seluruh kehidupan ini.



Bandungku, tolong jadikan aku mampu bersahabat dengan hening. Karena hening mampu membawa setiap tutur kataku di dalam doa-doaku yang penuh senyum.....

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]