Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 03 Mei 2010

satu lagi...tangisan baru terdengar...


Angin menerpa wajahnya yang sudah tidak muda lagi. Kegiatan yang seharusnya dia hentikan, tak bisa dihentikannya sama sekali. Dia, selalu berkata, "aku ingin melayani, aku masih bisa." Senyum yang sepertinya tulus itu mau tak mau akhirnya merekah di bibir kami, yang pada saat itu berkumpul.

Satu nyawa, ada di badannya. Satu roh sedang bertumbuh di sana, bersama organ-organ lainnya yang masih mungil dan tak berdaya, hangat diam di rahimnya. Namun satu yang disesalkan adalah, mengapa Ibu Nani harus mengalaminya lagi, setelah usianya menginjak 51 tahun. Dia sudah punya dua putera. Putera pertama usia 24, kedua 14, dan sekarang akan dilahirkan kembali satu kehidupan baru dari rahimnya.

Hari demi hari telah dilalui dengan penuh aktifitas, dan lahirlah seorang bayi laki-laki mungil putih bersih, dan wajah Mongol yang sepertinya pernah kami lihat. Dalam batinku, apakah bayi ini mengalami down syndrome? Karena ciri-ciri yang jelas terdapat di sana. Satu penyakit kelainan kromosom dan bisa terjadi jika usia seorang ibu mengandung di usia lebih dari 40 tahun. Orang-orang juga sering menyebutnya dengan penyakit seribu wajah, karena anak yang mempunyai penyakit ini biasanya wajahnya sama. Lahir cacat. Itulah yang kemudian menjadi buah bibir dari lingkungan sekitar. Surya akan menjadi seorang anak dengan titel di dirinya : keterbelakangan mental. Sedih sekali melihat ini semua. Tapi, kami tak bisa berbuat apa-apa. Kekuatan doapun, sepertinya tak sanggup lagi untuk mengubahkan semua ini.

Sebuah kenyataan akhirnya tak dapat ditolak. Selang sepuluh hari setelah lahir, bayi itu harus dirawat di rumah sakit. Dengan buih di mulutnya. Aku jadi berpikir, apakah mungkin anak ini akan kembali lagi ke hadirat Tuhan, karena setahuku, bayi yang terlahir dengan kelainan kromosom yang biasanya disebut
down syndrome, rata-rata usianya tak akan sampai menginjak pada usia remaja, karena penyakit infeksi yang sering menyerang tubuhnya. Bahkan sering pula terjadi, anak down syndrome bisa meninggal tak lama berselang setelah kelahirannya.

Tuhan, tak akan pernah bisa berhenti untuk menciptakan makhluk-makhlukNya, apapun itu. Tuhan juga tak akan pernah sanggup untuk berhenti mencintai kita, manusia-manusia ciptaanNya. Sepantasnyalah, bahwa kita harus senantiasa bersyukur dalam setiap keinginanNya.



Bandungku, hatiku biru...sebiru kesedihanku melihat anak mungil yang terbaring lemah...sangat lemah...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]