Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 25 Mei 2010

bingung : harus sedih atau bahagia...



Kemarin, Riska teman kantorku menerima tagihan kartu kredit. Seperti biasanya dia hanya mengeceknya selintas lalu saja, karena dia sudah bisa memperkirakan berapa yang harus dibayar.

Hari ini, Riska baru sadar karena dikejutkan dengan jumlah tagihan yang menjadi sedikit dari jumlah yang seharusnya dia punya.

Ternyata dong, sudah ada pembayaran sebanyak dua kali, dengan jumlah yang berbeda, tetapi tanggal pembayarannya sama. Jika ditotalkan, ada satu juta rupiah lebih. Nah, sekarang yang jadi pertanyaan, siapakah yang membayarkan sejumlah uang tersebut untuk tagihan kartu kreditnya?

Sepintas, ada seulas senyum penuh heran sekaligus senang di bibirnya.
Akupun spontan berteriak, "Traktir ya mba...hehehhe..."

Akhirnya, aku dengan serius berkata padanya, "Mba, mending diurusin aja sekarang... kasihan orang yang membayarkan kartu kredit mba,"
"Kalo bisa, tolong dilacak siapa yang bayar...daripada ntar mba ada masalah," sambungku lagi, setelah dia mengeluh dan bilang bahwa dia bingung dengan kejadian yang dialaminya. Aku hanya berusaha untuk memberikan pemikiranku, karena siapa tahu itu semua karena salah bayar, hanya karena salah input satu dijit. Dan, jika aku ada di pihak yang salah membayar, maka bisa dibayangkanlah akibatnya. Uang dengan nominal segitu, bukan jumlah yang sedikit buatku. Mmmhhh, bisa-bisa semuanya jadi kacau, karena cash flow yang terjadi, sangatlah tidak wajar.

Beberapa saatnya dia diam tak banyak berbicara. Mungkin dia sedang memikirkan apa yang aku katakan tadi.

Selang beberapa menit setelah dia terdiam, di siang ini, aku mendengar Mba Riska menelepon sebuah bank, yang bekerja sama dengan kantor kami. Bank itu menyarankan agar Mba Riska menghubungi bank penerbit dari kartu kredit yang dia pegang.

"Ga bisa dilacak, Win... Karena dia bayarnya melalui ATM, yang ada hanya data kliring di tanggal tersebut. Tetapi jika yang membayar itu komplain ke bank, maka secara otomatis akan terdebet," begitu suara Mba Riska di balik ruangannya, setelah dia mencari tahu ke bank penerbit kartu kreditnya.
"Ya, ga papa mba... yang penting, kita udah punya niat baik. Kalo ntar yang salah ngebayar itu ga komplain ke bank penerbit kartu kredit, ya berarti orang itu malaikat tanpa sayap buat Mba Ris, karena dia udah ngasih uang sama Mba..." kataku sambil tersenyum.
"Huuuuu...kamu bisa aja...malaikat tanpa sayap hahahah,"
"Lha iya dong mba... Itu artinya, Mba Ris juga harus jadi malaikat tanpa sayap buat kami, dengan beli bika ambon dan bolu meranti buat kami, kalo pas Mba Ris ke Medan...hahaha," guyonku sama Mba Riska, yang memang sebentar lagi dia akan bertandang ke Medan.
Kami yang ada di ruangan itu pun saling memperdengarkan tawa kami. Ada yang nyekikik, ada yang melengking, sambil bilang like this lima jempol, dan lain sebagainya... hehehe...

Itulah, sekelumit peristiwa yang terjadi di siang ini. Satu peristiwa yang penuh arti dan makna. Satu peristiwa yang boleh dibilang jarang terjadi pada kami. Satu peristiwa yang menuntut satu sikap yang bijak, agar kita ga sampai merugikan orang lain, siapapun dia, yang kita kenal atau yang tak kita kenal.
Semua sudah ada yang mengatur. Di tempat tersembunyi, tapi tak jauh dari hati kita masing-masing. Semoga Dia tersenyum melihat kami di siang hari ini...



Bandungku, siang ini ada hikmah buat kami...

3 komentar:

Aan mengatakan... [Reply Comment]

malaikat tanpa sayap????????????
HAhaahahahahahhahaahaahhaahhaah

boleh2 tuch oleh2 nya...hehehehe
lia mau....

anda jadi pendengar yg baek tuk Mba Ris......
hohohohohohohohohohohoohhoohoho

fanny mengatakan... [Reply Comment]

bika ambon? mauuuu

inge / cyber dreamer mengatakan... [Reply Comment]

memang harus bijak ya ^^

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]