Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 03 Mei 2010

Radikal


Ingin rasanya aku berhenti di sini.
Di simpang jalan yang mengguratkan kepedihan, yang menelurkan buih fatamorgana.
Segala bayang-bayang diri telah kulupakan, demi mencarimu.
Kucoba tuk menemuimu di balik tirai-tirai hujan yang rapat memaksaku kembali jengah, pasrah, dan mundur beberapa langkah.
Kucoba tuk menemuimu di balik awan yang kelam., di balik mega yang diwarnai lembayung, menemuimu di balik gunung, hutan belantara, lautan luas, padang pasir, sungai-sungai dan tebing...
Hingga ragaku letih, dan kakiku terseok-seok, penat dan perih...penuh darah dan luka.

Namun tak juga mampu kutemukan dirimu.
Ingin aku berhenti di titik ini, yang sering menamaiku putus asa...
Pengorbanan yang sia-sia...di bawah titik nadir. Bahkan di bawahnya aku nyaman berlindung. Inikah aku? Yang bangga bisa menemukan diriku di satu titik yang paling rendah...

Air mata sudah tak berarti lagi. Jeritan pilu sudah mengubahkan lukaku. Jiwa yang kini pasrah dipeluk ketidakpastian, yang sebentar lagi pergi bersama luruhnya kelam dalam sekujur tubuhku.
Aku, dan debaran jantungku yang tak beraturan, akan selalu terkulai dengan ribuan senyum perihku.



Bandungku, ini rasaku saat ini...

0 komentar:

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]