Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 24 Oktober 2010

Egois

Aku kadang berpikir, mengapa di dalam diri manusia diselipin sifat egois oleh Tuhan? Tapi sampai detik ini, aku ga tau musti jawab apa. Yang jelas, egois itu sifat yang bener-bener bikin senep. Apalagi kalo udah pada peringkat egosentris. Sifat yang satu ini udah egois, eh ditambah pengen diperhatiin lebih sama orang-orang di sekitarnya. Apa ga bikin mual tuh, kalo udah ngadepin orang yang kaya gitu..?

Manusia telah banyak berbuat egois. Jika manusia mampu meninggalkan sifat yang satu ini, aku yakin alam dan seluruh isi bumi ini bener-bener bisa terpelihara dengan cantik, harmonis, dan indah. Bakal ga ada tuh yang namanya koruptor. Ga akan ada tuh yang pergi studi banding jauh-jauh ke Yunani hanya untuk belajar etika. Apa Indonesia udah demikian parah ya..? Ampe ga tau yang namanya etika? Kalo belom pernah tau yang namanya etika, belajar aja ke abdi dalem di keraton-keraton... Etika macam apa yang mereka cari, ampe sebegitu harus pergi jauh...?

Kadang, jika egois dan egosentris sudah bersarang dalam otak kita, maka kita dengan mudah bisa lupa akan sikap kita, lupa bagaimana harus bersikap. Semua ngawang-ngawang. Tidak membumi, jauh dari rendah hati.

Jika sudah mulai merasakan egois, bahkan egosentris, harap segera kunjungi tempat spa...halah..*ga  nyambung - sambungin aja ya*...biar bisa lebih rileks lagi, dan  lebih nyaman. Karena di dalam sifat egois, bisa membuahkan perasaan angkuh dan sombong, yang akhirnya bisa melupakan Sang Sumber Hidup...


* Egois bisa terjadi dimanapun kita berada. Ia selalu mengikuti kita saat off maupun on kita. Waspadalah...:)

15 komentar:

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

Egois mendekati sombong...yah ga jauh sama itu tuu...yg dulu tetangga baik di dunia weblog....karena terpacu traffik, Tuhan pun di langgar......hahahahhahaha...Viva meworldwords!!!

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@belantara indonesia...hahaha..koq tau kl tulisan ini ngarah2nya ke tetangga kita yang dulu baek di dunia blogging itu mas...? hihii

dee mengatakan... [Reply Comment]

wakil2 rakyat kita belajar etika aja ke Yunani hedeww,, trus nanti klo mo belajar Moral kemana ya hehee.. Egois" sukses sll Mb"

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@dee...ahaha..iya memang mereka egois mba..biaya sebanyak itu, mending dikasihin ke hal2 yg lebih penting lg bwt rakyat..

Ehehe..blajar moral ke mana ya..?mgkn ke paris kali hihi

Lone Fighter mengatakan... [Reply Comment]

Coba kalo plato dkk msih idup, psti udah pada demo, pada nolak knjungan wkil rkyat kita...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

dengan menerapkan "hukum komunaL" seutuhnya di semua Lingkungan, kiranya itu sudah mencerminkan suatu etika yang berkpribadian. yakni, suatu sikap yang mencerminkan pada prinsip2 etis priLaku seseorang diberbagai bidang dan diberbagai hubungan sosiaL kemasyarakatan maupun diLingkungan eLite sekaLipun, bahkan tentunya diterapkan pada hubungan baik antara individu dengan Sang Penciptanya.

sehingga, bisa menekan sudut pandang berdasarkan rasa egosentris yang berujung pada ambisi kepentingan pribadi.

kiranya itu saja pendapat dari saya, semuanya dikembaLikan pada kebijakan Ibu pimpinan. terima kasih. *kLik* -_-'

aryadevi mengatakan... [Reply Comment]

egois sebagai imbas dari nafsu yang berlebih,...selalu ada kebaikan dan keburukan dari penciptaan Tuhan, bukan menafikan ...malah semakin mengagungkan....bahwa Tuhan Maha mengetahui segala sesuatu....

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@lone fighter...iya..bener, aku jg yakin akan hal itu hihi...

@om rame...sebenernya, jika dikaji lebih dalam lagi, semua tatanan dan etika udah tercakup di dalam kebudayaan di indonesia koq..yg aku heran itu, etika macam apa yg mo mereka pelajari, sementara ni di kita sebenernya sudah terdapat rambu2 atau simbol2 yg menjunjung tinggi etika dan peradaban...

terima kasih kembali..'klik' :)

@mas aryadevi..iya mas..kita memang seharusnya mengagungkan segala ciptaanNya...wajar dan memang sepantasnya...:)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

kaLo saya yang jadi dewan, studi banding yang akan saya Lakukan adaLah menuju ke daerah pedesaan. dimana, pada umumnya mereka di saat sangat dengan etis menunjuk suatu tempat dengan jari teLunjuk dan sambiL senyum biLang "dekat", padahaL jaraknya masih puLuhan kiLo meter jauhnya ^_^

mungkin yang dicari disana adaLah etika untuk bawa oLeh2 yang ideaL untuk para keLuarga dan kerabatnya, begitupun etika untuk membawa anak istri pada rangkaian kunjungan dinas. hihihi...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame..hahaha..iya bener om..aku pernah wkt beberapa tahun silam...wah udah lama banget deh pokoknya..ngehadirin perkawinan temen di sebuah desa di jawa tengah...trus yg kita lewati kan hutan jati, dan kita perlu nanya..pas ada orang di sana..dia bilang, "udah deket koq..." tapi ternyata dong...halah...jauuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhh banget hihihihi...

ya itu dia egois...cm mementingkan diri sendiri dan keluarganya, dan kelompoknya..padahal dia dewan perwakilan rakyat lho...pake duit rakyat lho...

"uang pajak dihambur-hamburkan dan dikorup, apa kata dunia....???"

chikarei mengatakan... [Reply Comment]

kadang kita gx sadar kalo kita dah egois
memang harus sering2 mengoreksi diri
jangan sampai banyak orang yang terluka karena keegoisan kita

om rame mengatakan... [Reply Comment]

*raLat: bukan dgn jadi teLunjuk, tapi dengan ibu jari*

itu juga berdasarkan pengaLaman saya Mbak, waktu itu ke Bandung di daerah Cililin mau ke curug tujuh. kata warga setempat dekat, tapi pas kami jaLan rupanya masih makan waktu sekitar 1 jam jaLan kaki. huahahaha...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame..*seandainya ga diralat pun, aku udah ngerti maksud om koq..hihihihi...:p

iya..berarti sama ya, perilaku orang2 desa di jawa tengah dan jawa barat..krn mereka sudah terbiasa jalan kaki, jadi ukuran dekat dan jauh tentu menjadi berbeda dengan kita...hihihi..

om rame mengatakan... [Reply Comment]

iyah, menurut mereka jauh di mata tapi dekat di hati. karena udah jatuh cinta sama aLat transportasi tradisionaL, maka semua jadi terasa dekat. hihihi...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...ahahaha..iya bener bnget om..:))

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]