Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Purna Bakti

Kehidupan ini berawal dari cinta, tumbuh, dan berkarya demi sesama dan perbaikan kehidupannya.

Berkarya mengikuti panggilan Ilahi, sesuai dengan titahNya. Bukan hanya untuk memuliakan dirinya sendiri, namun terlebih memuliakan tugas, titah, dan panggilan hidupnya.

Detik demi detik diisi oleh totalitas karya. Fokus dan tekun. Tak terelakkan lagi, bahwa karya itu pada akhirnya menjadi sebuah jiwa. Bukan juga berarti mendewakan karya itu. Namun, tanggung jawab di dalam karya itulah yang menjadi konsekuensi logisnya.

Sekali lagi, hidup berawal dari cinta. Menjalani hidup penuh syukur dan cinta pula. Berkarya dengan cinta dan sayang. Bertutur kata dan bersikap dengan hati. Jiwa yang tulus dan ikhlas mendukung setiap karya kita. Menjadikan senyum keindahan tersendiri di wajah kita di setiap waktu.

Manusia adalah pahlawan bagi kehidupannya sendiri. Seperti Raden Mas Ngabehi Soerakso Hargo atau sering disapa Mbah Maridjan. Ia dengan penuh tanggung jawab mencintai dan menyayangi karyanya. Totalitas yang tinggi dan teguh. Kukuh dan ikhlas. Menjaga Merapi yang suatu saat bisa mengambil nyawanya jika Merapi tengah 'membangun' untuk dirinya sendiri dan untuk manusia sekitarnya. Ia harus siap setiap saat untuk meleburkan tubuh dan jiwanya di pelukan Merapi.

*entah mengapa, tiba-tiba aku terhenti menulis di sini dan menangis...*

Sekitar sepuluh menit lebih, aku bergelut dengan air mata dan ingusku yang keluar begitu saja... Mengalir... Duuhhh... Kenapa ini...?

Baiklah, aku lanjutkan lagi ya menulisnya...

Merapi yang agung, gagah, dan perkasa. Tak banyak menuntut, tak banyak meminta. Ia hanya ingin mengembalikan segalanya yang telah hilang. Ia ingin menyediakan kembali bagi manusia, demi kehidupannya.

Itulah satu sisi, mengapa Mbah Maridjan begitu loyal dalam karyanya. Itulah jawaban, mengapa Mbah Maridjan begitu ingin meleburkan jiwa dan raganya di sana. Apapun yang terjadi, ia akan tetap tinggal di sana, tak akan pernah goyah untuk turun gunung. Itulah cinta dan keteguhan yang tulus dibalik karyanya. Kesederhanannya demikian menonjol. Demikian dominan, melebihi nafsu duniawinya.

* Seandainya Mbah Maridjan mau mengajak warganya untuk turun gunung, tapi karena tugas dan tanggung jawabnya, maka dengan diam-diam kembali lagi naik ke atas, mungkin korban jiwa tak akan sebanyak ini. Tapi semua itu sudah ada yang mengaturnya... Maaf, ini hanya sebatas pengandaianku...

Pahlawan kehidupan Yuniawan Wahyu Nugroho atau sering disapa Wawan. Dedikasi untuk karyanya sangat mengharukan. Ia gugur dalam tugasnya. Demi cintanya pada sang kehidupan, ia rela bertaruh nyawa.

Ketulusan hati, kerendahan hati, keteguhan, dan kesederhanaan sangat jelas tergambar pada dua pahlawan kehidupan ini. Keteladanannya demikian menusuk di dadaku. Hingga air mataku mengalir untuk beberapa saat lamanya.

Selamat jalan Mbah Maridjan, selamat jalan Wawan...

Selamat jalan para pahlawan kehidupan...

Beralihlah dari dunia fana ini menuju dunia kekal dengan tenang dan penuh suka cita. Purna baktimu telah tiba untuk selama-lamanya. Bakti yang tulus telah menjadi saksi ukiran dirimu di sepanjang hidupmu, menjadi prasasti sejarah hidupmu untuk selamanya.

Aku juga berdoa untuk korban-korban lainnya saat meletusnya Gunung Merapi. Korban-korban tsunami di Mentawai. Juga korban-korban banjir di Wasior. Kalianlah para pahlawan kehidupan yang sesungguhnya bagi negeri tercinta ini.

Semoga Tuhan memberikan surgaNya untuk kalian. Karena semua terjadi berawal dari cinta, dan berakhir pula karena cinta. Amin...



* Akhirnya bisa nyelesein juga..mhhh..sedih banget rasanya..

** Sumber tentang Mbah Maridjan diambil dari Belantara Indonesia
Terima kasih ya inspirasinya...:)

7 komentar:

Tip Trik Blogger mengatakan... [Reply Comment]

pagi kawan
berkunjung mo baca-baca artikelnya
sukses selalu dan terima aksih

NURA mengatakan... [Reply Comment]

salam sobat
keren dan cantik mba dengan beground pink.
manusia memang pahlawan kehidupan,seharusnya mencintai negeri dan menjaganya.

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

itulah pahlawan manusia sesungguhnya untuk alam dan juga sesama......tanpa pamrih dan tanpa mengagungkan harta kekayaan...hebat.......Viva meworldwords!

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

hehehhehe..jeng ..link ga bisa di klik

om rame mengatakan... [Reply Comment]

pahLawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya, seperti para pahLawan yang teLah merebut kemerdekaan bangsa ini.
semoga mendapat tempat terbaik disisinya, dan keLuarga yang ditinggaLkan diberi kesabaran bertambah daLam menghadapi semua ini, serta tergantikan yang Lebih baik Lagi.

Belantara Indonesia mengatakan... [Reply Comment]

aku tau kenapa ga bisa di klik...habis www adalah titik bukan koma..kwkwkwkkwkww..Viva Meworldwords!

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@tip dan trik blogger..met siang..

@mba nura...hehe..makasi mba..
mmhh..iya, manusia memang pahlaawan bagi kehidupannya sendiri...:)

@belantara indonesia...yup..kesederhanaan memang sangat cantik, mengalahkan segalanya...:)

@om rame..amin..thanks a lot bwt doanya ya om...L)

@belantara indonesia...hihihi..duh..maaf ya...segera dibenerin deh...:d thanks ya informasinya...:)

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]