Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 08 Oktober 2010

Saat Ketakutan Akan Tuhan Terkalahkan Dengan Ketakutan Kepada Orang Terdekat

Tuhan adalah Sang Ilahi, Sang Maha Gaib. Tak ada satupun makhluk yang sanggup memandang wajahNya. Meskipun kita dengan segala keterbatasannya tak sanggup memandangNya, namun Ia bisa dipastikan melihat dan hadir di tengah-tengah kita. 

Tersenyum saat melihat tingkah polah kita yang kadang lucu di hadapanNya. Terharu saat Ia melihat kita dengan tekun menjalankan apa yang diperintahkanNya. Terluka hatinya saat melihat umatNya saling rebut kekuasaan, melakukan pembunuhan, dan tak mengindahkan lingkungan, di setiap relung penciptaanNya.

Tak jarang, karena KegaibanNya, Ia sering dilupakan manusia. Saat seorang isteri merengek ingin memiliki sesuatu yang sangat mahal harganya. Sebuah harga yang tak sanggup dijangkau oleh suaminya, sehingga ia dengan segenap pikirannya ingin mengabulkan permohonan orang yang ia kasihi di dunia ini. 

Sering pula, karena ingin dibilang mengayomi, melindungi, maka sang suamipun kemudian berselingkuh. Ia tak pernah berkeluh kesah kepada orang yang sangat ia cintai itu. Lalu kesulitan demi kesulitanpun menghantam ia, sang kepala rumah tangga. Menumpuk, dan tak bisa satupun yang bisa diuraikan lagi.

Dalam kasus ini, betapa jelasnya bahwa ketakutan akan Tuhan sudah hilang, menguap entah kemana. Karena desakan orang yang terkasih, ia tak segan-segan menjadi seorang koruptor. Pun dengan membiarkan dirinya diliputi oleh kesulitan-kesulitan yang menderanya. Karena ingin terlihat gagah di depan orang yang ia cintai, maka kesulitan itupun dikeluhkan pada orang lain, yang akhirnya orang lain yang tak tahu apa-apa bisa saja menjadi korbannya, karena keluhannya juga masih muter-muter di masalah keuangan. Akhirnya, karena takut ketahuan pasangannya, ia pun tak membayarkan hutang yang sudah kadung terbentuk. 

7 komentar:

om rame mengatakan... [Reply Comment]

ketakutan dunia mengaLahkan segaLanya, persepsi sempit bagi yang hanya berpikir hidup di dunia adaLah segaLanya. padahaL masih ada kehidupan yang Lebih baik, adaLah waLaupun tidak berLebih yang terpenting tidak kekurangan. yakni, cukup dan serba kecukupan bagi orang2 yang pandai bersyukur dengan apa yang sudah miLikinya.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...iya om...kadang aku heran..sm orang yg hanya ingin memperlihatkan kehebatan luarnya saja...kl seadanya emang kenapa ya...? hehehe...

okelah, kl ia pengen terlihat hebat..itu haknya dia..tp jngn ampe nyulitin orang laen pula...

bersyukur memang kunci dari kehidupan ini...:)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

biasanya karena faktor gengsi Mbak, gengsi takut diremehkan oLeh orang Lain. padahaL Lebih baik merendah, sesuai dengan konsep iLmu padi. dengan demikian rendah, tetapi bukan direndahkan oLeh orang Lain.

ingin terLihat hebat namun suka menyuLut orang Lain, haL itu biasanya karena (mungkin) kuaLitas pribadinya yang rendahan.

dengan bersyukur, insya Allah semua akan meLegakan pernapasan hidup. semoga.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

nah..itu dia om..karena gengsi, malah jadi melukai dan mengecewakan orang lain, bahkan merugikan...
akhirnya kan ia berbohong sm pasangannya..

udah ga bayar hutang, trus ngebohongin orang terdekatnya...brarti kan ketakutan akan DIA sudah terkalahkan oleh hal2 yg sebenernya ga perlu...

om rame mengatakan... [Reply Comment]

hmmm..., semoga yang bersangkutan bisa memyempatkan diri untuk membaca tuLisan ini yah Mbak. dengan begitu diharapkan dapat membuka mata hati dan mata otaknya yang seLama ini tertutup oLeh cara pandang yang sudah keLiru.

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...iya om..krn ini satu2nya media buatku...meski aku tau, mgkn ini ga akan ngefek bwt dia (katakanlah dia udah baca), tp setidaknya aku udah berusaha untuk mengingatkan...:)
thanks ya om bwt supportnya...:)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

apapun itu efek, tapi ini merupakan saLah satu upaya untuk bisa memberikan sesuatu yang terbaik kepadanya. waLaupun kemungkin itu keciL untuk bisa merubah, tetapi dari keciL kemungkinan itu bisa diperbesar dengan pengharapan yang kita tujukan kepada Sang Pencipta Maha Pengasih dan Penyayang. semoga.

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]