Thanks for this day.. May God bless us everyone and everywhere..
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 18 Oktober 2010

gelap

Berteman dengan kegelapan
Tanpa secercah cahayapun
Adakah yang bisa menandingi kegelapan itu...?
Selain cahaya suci berselubungkan sinar mewangi...

Saat ruang kosong yang pengap ikut menemani kegelapan itu
Gelapnya gelap yang demikian bersahabat
Akankah terdengar jeritan dari luar sana...?
Akankah kau akan memanggilku...?

Ketika bilur-bilur luka kian terjamah
Oleh sisa air cuka yang mengalir pelan
Namun luka itu semakin menganga
Semakin tak terperikan

Duduk di bangsal sendirian
Menantikan saat-saat cahaya luruh ke bumi....

9 komentar:

Clara Canceriana mengatakan... [Reply Comment]

semoga penantiannya tidak sia2

Winny Widyawati mengatakan... [Reply Comment]

Kegelapan yang menyiksa ??? hmm semoga gelap segera disibak sinarnya

Ferdinand mengatakan... [Reply Comment]

penantian yg berat dan menyakitkan .. mungkin rasa sakitnya sama kaya darah yg ditetesi cuka itu .... sendiri, gelap, dan hanya ditemani kesunyian halah apa sih ini haha....

smoga gak sia2 tuh....

happy blogging ya :P

om rame mengatakan... [Reply Comment]

kaLo bintang Lagi geLap, emang suka ada aja yang bikin Jeng Kellin. bahkan tidak jarang justru bikin Luka hati makin daLem (pengaLaman pribadi nih).

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@clara...ya, semoga..

@mba winny..semoga sinar yang menyibak itu memang benar2 sinar..bukan hanya ilusi..

@ferdinand...wah..km hebat..mempersepsikan kegelapan menurutmu sendiri dng baca puisi ini..hehe...sip sip..jd bs melahirkan ide baru ni hihihi

@om rame...waduh...puisi ini cocok dong..bagai disediakan bwt om ya..hahaha...tetap semangat ya om...cayoooo...:)

AkuInginPulangDiKalaSenja mengatakan... [Reply Comment]

Luka itu akan menjadi jendela, tempat dimana cahaya akan masuk dan membangunkan tiap pagi
Lalu berjalan dengan tersenyum kembali :)

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@nilla...iya de...jendelanya udah banyak...bilur2nyapun telah menjadi ventilasi bwt hati...:)
dan dari jendela2 dan bilur2 itu, kan berubah menjadi senyuman...:)

om rame mengatakan... [Reply Comment]

@ Mbak Diana :
hahaha...
entah ini faktor kesengajaan atau memang kebetuLan, tapi emang begitu adanya.
trims untuk supportnya.

@ Mbak Nilla :
jendeLanya masih pada terkunci semua, cahaya baru bisa masuk Lewat fentiLasi. hihihi...

windflowers mengatakan... [Reply Comment]

@om rame...hahaha...biasanya om kl aku nulis sk ngalir gitu..jd mngkn ini termasuk intuisi yg aku pny, dan kebetulan om yg ngalaminya...hahaha..

utk sementara, masuk lewat fentilasi aja dulu kali ya,...hehe

Poskan Komentar

[[ Form mobile comments ]]